Omzet Waralaba Tahun Ini Diperkirakan Stagnan di Rp 120 T

Omzet Waralaba Tahun Ini Diperkirakan Stagnan di Rp 120 T

Omzet bisnis waralaba tahun ini diproyeksikan stagnan atau sama dengan tahun lalu dengan nilai penjualan mencapai Rp 120 triliun. Sepanjang semester I dan memasuki semester II 2018, kondisi ekonomi tidak stabil sehingga mempengaruhi daya beli konsumen.

Meskipun banyak waralaba yang ekspansi tetapi penjualannya tetap stagnan karena konsumen menahan daya belinya. Memang banyak bisnis waralaba yang buka cabang baru, tetapi penjualannya biasa saja karena daya beli konsumennya tidak terlalu membaik.

Waralaba termasuk kontributor ekonomi yang paling besar karena sudah menyerap tenaga kerja. Kebanyakan waralaba yang berkembang di Indonesia adalah waralaba yang bergerak di sektor makanan dan minuman, baru sisanya kecantikan, kesehatan dan fashion.

Kalau dilihat secara bisnisnya, prospek bisnis waralaba masih menjanjikan di Indonesia karena jumlah penduduknya mencapai 260 juta. Setiap tahunnya, selalu ada pemain baru yang mengembangkan bisnisnya, baik itu waralaba asing maupun lokal.

Fakta yang menarik adalah waralaba lokal bisa bersaing dengan asing meskipun omzet waralaba asing lebih tinggi. Contohnya, omzet Mcdonald lebih tinggi dari omzet bumbu desa tetapi persaingannya sehat. Selain mengejar target penjualan.

Kebanyakan bisnis waralaba di Indonesia juga sudah menciptakan program CSR Berkelanjutan. CSR sangat penting dilakukan dan menjadi isu strategis yang diperhatikan oleh perusahaan di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup, setiap perusahaan harus memberikan kontribusi terhadap lingkungan atau program penilaian peringkat kinerja perusahaan. Sebagain besar pemain waralaba yang ternama sudah menerapkan program tanggung jawab sosial maupun lingkungan. Melalui CSR, perusahaan lebih stabil sekaligus memberdayakan masyarakat.

Source http://www.beritasatu.com/ http://www.beritasatu.com/bisnis/517091-omzet-waralaba-tahun-ini-diperkirakan-stagnan-di-rp-120-t.html
Comments
Loading...