Peluang Bisnis Waralaba Made In Kuningan

Peluang Bisnis Waralaba Made In Kuningan

Keramaian terlihat di warung makan mi instan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin kemarin. Ipong, pemilik warung, terlihat tengah sibuk menyiapkan pesanan untuk dua orang pelanggannya. Dalam hitungan sepuluh menit, mi goreng lengkap dengan telur pun sudah tersaji dalam mangkuk.

Sudah 20 tahun pria asal Kuningan, Jawa Barat, ini menggeluti bisnis warung mi. Dari mulai warung sempit berdinding triplek, kini warungnya sudah berbentuk bangunan permanen dengan luas sekitar 4 kali 4 meter persegi. Ipong tak menjulan mi saja di warung, ada berbagai macam gorengan, kopi, dan minuman yang dia jual.

Namun, tetap saja mi instan yang jadi primadonanya. Setiap hari, satu dus atau 40 bungkus mi instan habis terjual. Satu porsinya dibanderol dengan harga Rp 7000. Jika dikalikan satu bulan, maka omsetnya bisa mencapai Rp 8 juta.

Kesuksesan membuka usaha warung mi juga dirasakan Badri, pemiilk Warmindo dengan nama Cafe Siang Malam di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Pria Kuningan tulen ini kini sudah memiliki empat cabang warung mi instan di wilayah Jakarta. Di setiap cabang, dia mempekerjakan enam hingga tujuh orang pegawai yang seluruhnya juga orang Kuningan.

Bisnis warung mi instan memang sudah melekat dengan orang Kuningan. Di Ibu Kota, terdapat ratusan warung yang pemiliknya hampir semua orang Kuningan. Tak sulit mencari keberadaan warung yang buka 24 jam ini. Tinggal browsing di google maps, sudah bisa terlacak di mana saja lokasinya. Kebanyakan, warung mi berada di daerah kos-kosan atau kampus-kampus.

Sebagian dari pemilik warung mi di Jakarta membentuk sebuah paguyuban sebagai ajang tukar informasi dan silaturahmi. Salah satunya adalah Komunitas Warkop Anak Kuningan (KAWAK). Meskipun namanya komunitas Warkop, menu andalan yang dijual adalah mi instan. Saat ini, KAWAK yang berdiri sejak 2014 sudah memiliki 200 anggota yang tersebar di seluruh Jakarta.

Warung mi instan semacam Warmindo atau yang lainnya memang pemiliknya didominasi oleh warga perantauan dari Kuningan. Pemilik warung mi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini menyebut warung mi orang Kuningan seperti hanya waralaba.

Tak hanya di Jakarta saja, warung mi instan dari Kuningan juga menyebar di hampir seluruh Indonesia. Salah satu pusatnya berada di Yogyakarta dengan sebutan Burjo yang kini sudah memiliki hampir 1.500 outlet. Menurut Egi, saat ini untuk 200 warung yangn merupakan anggota KAWAK Omset perharinya bisa mencapai Rp 300 ribu hingga 500 ribu.

Egi mengaku sadar persaingan usaha akan menjadi lebih ketat dengan semakin banyaknya bermunculan warung mi. Namun, kata dia, semakin menjamurnya warung mi yang dikelola orang Kuningan secara langsung bisa mempromosikan daerah yang berada di wilayah TImur Jawa Barat tersebut.

Source https://kumparan.com/ https://kumparan.com/@kumparannews/waralaba-made-in-kuningan
Comments
Loading...