Peluang Usaha 1001 Burger

Peluang Usaha 1001 Burger

Walau terasa asing di lidah, burger, roti tumpuk isi daging dan sayuran, cukup digemari masyarakat di Indonesia. Bahkan, burger sempat ngetop dan begitu populer. Tak heran, jika banyak pengusaha makanan tertarik menjajakan roti bulat berisi daging ini.

Belakangan ini, prospek bisnis burger tampaknya mulai meredup. Sejumlah pewaralaba burger mengaku bisnis ini sudah kurang menjanjikan. Banyak mitra usaha mereka memilih mengundurkan diri dan berbisnis makanan lain. Ada juga pewaralaba yang memilih tidak mengembangkan lagi bisnisnya di sektor ini karena berbagai alasan.

Perusahaan burger milik PT Yomart Rukun Selalu ini mulai menawarkan kemitraan sejak akhir tahun 2009. Awalnya, perkembangan kemitraan burger asal Bandung, Jawa Barat, ini lumayan pesat. Hingga akhir 2010 saja, jumlah mitranya sudah tercatat 40.

Pertumbuhan jumlah mitranya melambat. Hingga akhir 2011, jumlah mitra 1001 Burger hanya tercatat bertambah 10. Jadi, total jumlah mitra 1001 Burger saat ini sebanyak 50. Tahun lalu memang pertumbuhannya melambat.

Pasar burger saat ini memang sudah lumayan jenuh. Sebab, persaingannya semakin ketat, sementara inovasi produk terbilang lambat. Tapi kalau digarap maksimal, sebenarnya potensinya masih ada. 1001 Burger sendiri sudah tidak begitu fokus menjaring mitra baru. 1001 Burger sudah tidak lagi mengikuti pameran dan ekspo waralaba selama 2011 lalu.

Saat ini, perusahaan sedang fokus mengembangkan Yomart Bakery yang menjadi ujung tombak bisnis PT Yomart Rukun Selalu. Selain itu dalam setahun terakhir telah terjadi transisi dari manajemen lama ke manajemen baru.

Kendati demikian, 1001 Burger tetap akan melayani jika ada yang berminat menjadi mitra. 1001 Burger hanya menawarkan paket kemitraan dengan tipe booth seharga Rp 4,5 juta. Kepada calon mitra, 1001 Burger menjanjikan omzet Rp 7,7 juta per bulan. Adapun laba bersihnya sekitar Rp 1,1 juta dan balik modal antara 4-5 bulan.

Perusahaan tetap akan mempertahankan bisnis burger yang sudah dirintis sejak 2007 silam ini. Terlebih, jaringan kemitraan 1001 Burger sudah cukup luas. Yakni, merambah hampir semua wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Hanya saja 1001 Burger belum bisa leluasa untuk berpromosi ke daerah lainnya.

Sejauh ini, 1001 Burger belum berencana menaikkan nilai investasi kemitraan yang sebesar Rp 4,5 juta. Harga jual burger juga tidak dinaikkan. Jadi, masih berkisar Rp 7.500 hingga Rp 9.500 per porsi. Pilihan menu burger juga mengalami banyak per bulan dari sebelumnya.

Setelah bisnis Yomart Bakery semakin membaik, pihaknya akan kembali mengembangkan 1001 Burger. Ceruk pasar burger masih cukup prospektif walaupun peta persaingan tambah ramai. Nia berharap, ketika 1001 Burger kembali ditawarkan, publik tetap menyambut positif. Burger merupakan salah satu makanan cepat saji yang begitu digandrungi setelah ayam goreng krispi dan pizza. 1001 Burger masih optimistis menatap bisnis ini.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/waduh-bisnis-burger-mulai-kurang-sedap
Comments
Loading...