Peluang Usaha Ali Barbershop

Peluang Usaha Ali Barbershop

Selain wanita, kaum pria kini banyak juga yang menyambangi salon untuk bersolek. Sama seperti wanita, mereka juga sangat memperhatikan penampilan, terutama model gaya rambut. Mereka inilah yang menjadi target salon pria atau barbershop.

Salah satu yang memanfaatkan potensi pasar ini adalah Donie Arianto dengan brand Ali Barbershop di Jatiwaringin, Bekasi. Barbershop-nya memiliki banyak kelebihan dibanding pemain lain. Salah satunya adalah konsep Ali Barbershop yang homy dan nyaman.

Ruangan didesain ber-AC, rapih, dan bersih sehingga pelanggan nyaman berada di dalam. Tata interiornya pun dari batu alam dan menarik. Selain itu, ia juga menyediakan jasa refleksi sebagai tambahan. Dengan berbagai kelebihan itu, Donie berani menawarkan kemitraan. Mendirikan usaha awal tahun 2013, bulan Juli ini ia menawarkan kemitraan.

Ali Barbershop menawarkan dua paket kemitraan. Pertama, paket senilai Rp 65 juta. Dalam paket ini, mitra mendapatkan seluruh peralatan pangkas, tiga unit kursi pangkas, enam buah kursi tunggu, AC, meja kasir, spanduk, neon box, brosur, serta pelatihan karyawan. Manajemen juga yang mencarikan karyawan.

Jika mitra ingin menambah fasilitas televisi, maka harga paket naik menjadi Rp 70 juta. Namun, paket ini masih belum termasuk biaya renovasi tempat dan interior. Menurut Donie, paket ini hanya menyediakan jasa konsultasi interior.

Kedua, paket senilai Rp 100 juta. Bedanya dengan paket pertama, paket ini sudah termasuk fasilitas interior lengkap seperti di gerai pusat. Juga sudah termasuk televisi. Untuk lokasi, mitra harus menyediakan ruangan minimal 20 meter persegi.

Mitra balik modal dalam waktu satu hingga dua tahun. Target bisa dicapai dengan asumsi mitra melayani 30 sampai 40 konsumen per hari. Dengan konsumen sebanyak itu, mitra bisa mengantongi omzet minimal Rp 20 juta – Rp 30 juta per bulan dengan laba bersih 50%.

Ali Barbershop mematok tarif layanan mulai Rp 25.000 untuk cukur rambut dewasa, Rp 35.000 semir rambut dan Rp 40.000 jasa refleksi. Donie juga bersedia jika mitra menginginkan pengelolaan gerai diserahkan ke pusat. Dalam model kerjasama ini, diterapkan sistem bagi hasil. Sebesar 40% dari omzet digunakan untuk operasional, 15% untuk pusat, dan 45% sisanya milik mitra.

Pengamat waralaba, Utomo Njoto bilang, bisnis salon pria cukup menjanjikan. Tapi persaingan bisnis ini sudah lumayan ketat. Maka itu, setiap pemain harus  bisa menonjolkan kelebihan salonnya. Pemilik usaha harus bisa memberi kejelasan pada mitra mengenai kelebihannya sehingga mitra tertarik dan banyak customer yang datang.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ https://peluangusaha.kontan.co.id/news/menakar-kemitraan-salon-khusus-lelaki
Comments
Loading...