Peluang Usaha Burger’Qu

Peluang Usaha Burger’Qu

Walau terasa asing di lidah, burger, roti tumpuk isi daging dan sayuran, cukup digemari masyarakat di Indonesia. Burger sempat ngetop dan begitu populer. Tak heran, jika banyak pengusaha makanan tertarik menjajakan roti bulat berisi daging ini.

Belakangan ini, prospek bisnis burger tampaknya mulai meredup. Sejumlah pewaralaba burger mengaku bisnis ini sudah kurang menjanjikan. Banyak mitra usaha mereka memilih mengundurkan diri dan berbisnis makanan lain. Ada juga pewaralaba yang memilih tidak mengembangkan lagi bisnisnya di sektor ini karena berbagai alasan.

Burger’Qu bermarkas di Sleman, Yogyakarta ini. Selain menjajakan burger sebagai kudapan utama, Burger’Qu juga menyediakan hotdog dan kentang goreng. Pemilik Burger’Qu, Decky Suryata mengaku, saat ini tidak lagi fokus mengembangkan Burger’Qu. Decky tidak lagi mengembangkan waralaba yang pernah ia tawarkan sebelumnya.

Sejak tahun 2009 jumlah mitra sudah cukup banyak. Saat itu, jumlah mitranya tercatat sebanyak 66, dengan lokasi tersebar di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. Kini, ia memilih fokus mengembangkan bisnis lain. Di antaranya mengembangkan bisnis pengolahan roti atau kue kering dengan nama Salakka Pondoh.

Decky menawarkan tiga paket kemitraan Burger’Qu. Yakni, paket medium, eksklusif, dan super eksklusif. Untuk paket medium, mitra harus menyiapkan investasi awal sebesar Rp 4 juta. Dengan modal sebesar itu, mitra akan mendapatkan satu unit gerai, peralatan memasak, pelatihan pegawai.

Ada pula paket bahan baku awal untuk kebutuhan operasional selama dua hari pertama senilai Rp 220.000. Sementara untuk paket eksklusif, mitra harus mengeluarkan uang sebesar Rp 6 juga. Mitra akan mendapatkan fasilitas yang sama dengan paket medium. Cuma pada paket ini ada penambahan fasilitas promosi berupa banner atau spanduk.

Paket ketiga adalah paket super eksklusif dengan investasi awal Rp 18 juta. Paket ini lebih lengkap karena ada penambahan pada perlengkapan promosi berupa banner dan neon box, disertai gerai yang lebih berkelas dan menarik. Kerja sama untuk tiga paket itu berlangsung selama tiga tahun, setelah itu harus diperpanjang lagi. Decky menjanjikan, setiap mitra dapat menjual burger sebanyak 20 porsi sehari dengan harga berkisar Rp 5.000-Rp 7.000 per porsi. Dari situ, mitra akan mendapat omzet Rp 5 juta per bulan.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/waduh-bisnis-burger-mulai-kurang-sedap
Comments
Loading...