Peluang Usaha Green Macho Barber

Peluang Usaha Green Macho Barber

Menjaga penampilan sudah menjadi kebutuhan setiap orang. Tak hanya wanita, pria pun kini gencar memperhatikan penampilannya termasuk gaya rambut. Itulah yang membuat banyak pria kini tidak sungkan untuk pergi ke salon pria atau barbershop untuk memangkas rambut maupun melakukan perawatan rambut lainnya.

Peluang bisnis barbershop pun menjadi terbuka lebar. Tengok saja, banyak merek-merek barbershop anyar bermunculan di berbagai tempat. Tidak sedikit dari merek tersebut yang menawarkan sistem kemitraan usaha untuk mengembangkan sayap bisnis.

Pangkas rambut pria yang berlokasi di Yogyakarta ini pada awalnya bernama Macho! Barber. Usaha ini mulai berdiri pada tahun 2008 dan mulai menawarkan kemitraan usaha di tahun yang sama. KPada Juli 2013 silam, Macho! Barber punya 20 unit gerai. Enam gerai di antaranya milik pusat, sedangkan sisanya milik mitra.

Namun kini sudah ada pengambilalihan kepemilikan dari pemilik terdahulu oleh Yohanes Nugroho Wahyuwidarto. Seiring dengan perubahan pemilik itu, nama merek usaha pun berubah menjadi Green Macho Barber.

Ada pergantian kepemilikan karena terjadi penyimpangan pengelolaan dana sehingga usaha tidak berjalan dengan mulus. Semenjak diambil alih hingga sekarang, total jumlah gerai yang beroperasi sebanyak 45 gerai dengan rincian 40 gerai punya mitra dan sisanya punya pusat.

Paket investasi berubah. Dulu Macho! Barber menawarkan dua paket kemitraan, yakni senilai Rp 55 juta dan Rp 100 juta. Ada pula paket investasi senilai Rp 75 juta bagi mitra yang hanya mau menjadi investor alias menyerahkan pengelolaan gerai pada manajemen. Tapi kini hanya ada satu paket yang ditawarkan senilai Rp 65 juta di luar sewa tempat.

Nilai tersebut termasuk franchise fee Rp 25 juta untuk lima tahun kerjasama. Mitra juga akan mendapatkan fasilitas kursi barbershop, peralatan usaha lainnya, media promosi dan pelatihan karyawan. Dalam kerjasama ini mitra dikenakan biaya royalti sebesar 10% dari omzet.

Jasa yang ditawarkan adalah potong rambut, cuci rambut, pijat, komet (laser untuk perawatan rambut), hair tatto dan semir rambut. Harga jasa dulu berkisar Rp 10.000 hingga Rp 65.000. Tapi kini harga jasa yang termurah sebesar Rp 15.000 untuk potong rambut dan paling mahal Rp 70.000 untuk semir rambut.

Green Marcho Barber memberikan suvenir sisir untuk setiap pelanggan yang datang. Mereka juga mengadakan promosi gratis jasa potong rambut atau perawatan lainnya, jika pelanggan telah datang dan bercukur delapan kali ke gerai ini. Caranya dengan mengumpulkan delapan nota pembayaran jasa perawatan sebelumnya.

Kendala yang dirasakan selama ini adalah citra logo Green Macho Barber yang bergambar anak punk yang cenderung urakan dan berprilaku negatif. Ini membuat citra negatif pada sebagian orang, terutama orang-orang tua. Sehingga, manajemen gencar melakukan edukasi kepada konsumen bahwa jasa yang ditawarkan tidak mencerminkan logo tersebut.

Berbagai promosi yang dilakukan berhasil meningkatkan omzet usaha. Dia mengaku, dulu tiap gerai hanya mampu mendapatkan omzet di bawah Rp 10 juta per bulan. Saat ini omzet tiap gerai bisa mencapai Rp 20 juta per bulan. Pelanggan yang datang lebih ramai, dulu hanya 15 orang-20 orang per hari, namun sekarang bisa 70 orang per hari.

Pusat juga kini rajin melakukan koordinasi dengan para mitra yang digelar setiap bulan untuk menjalin hubungan kerjasama yang lebih sehat dan transparan. Manajemen sedang menyiapkan konsep bisnis baru Green Macho Premium.

Jasa yang ditawarkan gerai ini lebih lengkap dengan tambahan pijat refleksi. Jadi, lantai atas untuk pangkas rambut dan lantai dua untuk refleksi. Green Macho Premium akan menjangkau kalangan menengah ke atas dengan gerai yang lebih eksklusif.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ https://peluangusaha.kontan.co.id/news/peluang-klimis-bisnis-barbershop
Comments
Loading...