Usaha Produk Mainan Edukasi Anak Dengan Konsep Waralaba

Usaha Produk Mainan Edukasi Anak Dengan Konsep Waralaba

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, tepatnya berada di peringkat ke-4 dunia. Dengan jumlah penduduk yang banyak terutama kalangan anak-anak, hal ini merupakan peluang bisnis yang besar yang bisa dimanfaatkan dengan sistem waralaba produk mainan edukasi anak.

Langkah-langkah Mengembangkan Usaha

Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam mengembangkan usaha produk mainan edukasi anak. Langkah yang pertama yang harus dilakukan yaitu membuat standardisasi produk mainan yang dibuat harus memiliki standar pembuatan produk yang baik, sehingga siapa saja yang nanti menjadi rekanan bisa membuat produk dengan rasa dan bentuk yang sama.

Namun demikian Franchisor harus tetap mempunyai rahasia atau ciri khas pada produk mainannya yang tidak bisa ditiru oleh orang lain. Karena bila produk mainan ditiru oleh orang yang tidak bertanggung jawab, maka bukan tidak mungkin akan menjadi masalah untuk ke depannya.

Jika sudah berhasil melakukan standardisasi produk mainan edukasi yang dijalankan, selanjutnya tugasnya untuk menduplikasi usaha dengan membuat sistem kemitraan atau franchise, mulai dari proses mencari Mitra, menentukan seberapa besar franchise fee dan royalty free, hak dan kewajiban Pewaralaba & Terwaralaba (Mitra), masa kerja sama selama berapa tahun, sistem kontrol, dan lain sebagainya. Selain itu, Pewaralaba juga harus memikirkan cara mencari Mitra yang tepat agar bisnis cepat berkembang secara lebih cepat dengan bantuan orang yang tepat. Mencari Mitra yang memang serius dalam menjalankan bisnis. Mitra bisa datang dari mana saja baik itu keluarga, kenalan ataupun orang lain yang memang tertarik menjalankan usaha seperti yang dijalankan.

Usaha Produk Mainan Edukasi Anak Dengan Konsep Waralaba

Satu hal penting yang harus diingat bahwa sebelum Mitra atau Terwaralaba, bisnis yang dijalani harus sudah terbukti menguntungkan. Karena tidak mungkin Pewaralaba membantu Mitra untuk sukses jika usaha Pewaralaba sendiri belum menguntungkan. Ingat bahwa tugasnya sebagai pemilik brand (Pewaralaba) adalah membantu Mitra (Terwaralaba) untuk sukses ketika menjalankan usaha miliknya dan bukan semata-mata mencari keuntungan di awal.

Karena itu, dalam peraturan waralaba sendiri, minimal usaha yang bisa diwaralabakan yaitu usaha yang sudah berjalan sekitar tiga tahun. Karena dalam rentang waktu tersebut, sebuah usaha pastinya sudah banyak makan asam garam dalam membangun usaha dan usaha tersebut sudah bisa bertahan dari gempuran berbagai hambatan dan tantangan yang menghadang.

Di Indonesia, banyak sekali Pewaralaba yang tidak sungguh-sungguh dalam membantu para Mitra Terwaralaba-nya untuk sukses dan hanya memikirkan keuntungan untuk dirinya sendiri. Sebenarnya hal tersebut akan sangat tidak baik untuk perjalanan usaha ke depan, karena akan muncul ketidakpercayaan masyarakat terhadap tawaran kerja sama yang ditawarkan. Jika nanti usaha akan dikembangkan melalui sistem kemitraan atau Waralaba, jadilah Pewaralaba yang baik. Karena jika Pewaralaba membantu orang lain untuk sukses maka Pewaralaba akan jauh lebih sukses dari orang yang Terwaralaba. Selamat mencoba dan sukses untuk Pewaralaba dalam mengembangkan usaha dengan sistem waralaba.

 

 

Source ide bisnis mainan edukasi anak usaha produk mainan edukasi anak
Comments
Loading...