Peluang Usaha Jamur Crunchy

Peluang Usaha Jamur Crunchy

Makanan berbahan baku utama jamur sempat menjadi tren beberapa tahun lalu. Hal itu ditandai dengan munculnya aneka camilan jamur di pasar, seperti jamur goreng tepung dan lain-lain. Selain menjadi camilan, banyak juga yang mengolahnya sebagai campuran makanan lain, seperti burger jamur, pizza jamur, bahkan nasi goreng jamur. Aneka olahan jamur ini ternyata memikat banyak pelanggan.

Banyak pebisnis kuliner memilih jamur sebagai ladang usaha. Bahkan, banyak dari mereka menawarkan kemitraan atau waralaba. Di tengah ketatnya persaingan, tentu tidak semua pemain bisa berkembang. Jamur Crunchy sendiri telah berdiri sejak tahun 2008 dan mulai menawarkan kemitraan pada akhir tahun 2008.

Saat itu, Jamur Crunchy telah memiliki 30 mitra yang tersebar di Surabaya, Malang, Sidoarjo, dan Jakarta. Beda dengan kompetitornya yang mencatat pertumbuhan usaha, Jamur Crunchy justru gulung tikar alias bangkrut.

Satrio Utomo, pemilik Jamur Crunchy mengatakan, kemitraan Jamur Crunchy sudah dihentikan sejak tahun 2011. Tak lama setelah itu, ia juga menutup usaha Jamur Crunchy. Jadi kami sudah tidak mengelola Jamur Crunchy lagi.

Penutupan dilakukan karena ia tidak begitu fokus mengelola usaha ini. Jamur Crunchy didirikan bertiga dengan dua rekannya yang lain. Namun karena masing-masing diantara mereka memiliki bisnis lain yang lebih menjanjikan, maka Jamur Crunchy ditinggalkan.

Tim pengelola usaha Jamur Crunchy sudah tidak solid lagi. Jadinya mereka tidak bisa mengelola usaha ini secara maksimal. Selain karena alasan itu, usahanya juga tutup karena kurangnya inovasi produk. Harusnya produk itu selalu diinovasi sesuai selera konsumen.

Mitra usaha Jamur Crunchy saat ini sudah dibebaskan dari kontrak kerjasama dan mengelolah sendiri usaha mereka. Sebelumnya, Jamur Crunchy menawarkan kemitraan dengan biaya investasi Rp 7 juta. Dengan biaya tersebut, mitra akan mendapat segala perlengkapan penjualan, seperti booth, peralatan masak, branding, dan bahan baku. Jamur Crunchy tidak memungut biaya royalti. Jadi, mitra hanya perlu menyediakan tempat yang cocok untuk berjualan. Mitra juga tak harus membeli jamur dan tepung darinya. Tapi bumbunya tetap dipasok oleh pusat.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/bisnis-olahan-jamur-masih-menjamur
Comments
Loading...