Peluang Usaha Jia Yao

Peluang Usaha Jia Yao

Minuman teh sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak zaman dahulu. Seiring berjalannya waktu, proses dan penyajian minuman teh terus berkembang. Tidak hanya disajikan panas, teh dingin kini juga diminati. Bahkan, beberapa tahun terakhir, banyak pengusaha yang menyajikan inovasi penyajian teh dengan tambahan aneka rasa buah maupun dengan campuran cokelat maupun susu.

Itu sebabnya pilihan minuman di masyarakat makin banyak. Sejumlah pengusaha minuman teh ini menawarkan kemitraan usaha untuk mengembangkan usaha. Namun, persaingan yang kian sengit serta harga bahan baku yang meningkat menjadi beberapa kendala.

Pengusaha minuman teh lainnya adalah Rizky Arly. Ia mendirikan bisnis ini sejak tahun 2014 dan membuka kemitraan Februari 2015. Pada bulan April 2015 lalu, Jia Yao memiliki lima gerai. Saat ini Rizki memiliki tiga gerai yang dikelola sendiri, dan tiga yang lain dimiliki mitra. Semua gerainya berlokasi di seputar Jadetabek.

Menu yang disajikan di Jia Yao memiliki berbagai variasi rasa dengan menu dasar teh susu. Di antaranya, green milk tea, black milk tea, chocolate milk tea, taro milk tea, yogurt milk tea, kiwi grean tea dan sebagainya.

Tahun ini, Rizki membuat menu baru yaitu minuman segar Hong Tang. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 10.000 hingga Rp 18.000 per gelas. Rizki menuturkan rata-rata satu gerai bisa menjual 50 gelas hingga 100 gelas per hari. Omzet yang didapat sekitar Rp 1 juta per hari, sementara margin usaha sekitar 40% dari omzet per bulan.

Nilai investasi berubah. Kalau dulu hanya ada dua paket senilai Rp 10 juta dan 5 juta, sekarang Jia Yao menawarkan tiga paket investasi kemitraan yaitu Rp 12 juta, Rp 6 juta, dan Rp 5 juta. Pada ketiga paket ini, mitra akan mendapat fasilitas berupa satu set booth, bahan baku, panduan pembuatan, termos teh, termos untuk air panas, galon, berbagai perlengkapan promosi serta pelatihan. Perbedaan ketiga paket tersebut hanyalah ukuran, bentuk dan desain booth.

Pada paket Rp 12 juta, booth berkonsep mini bar sehingga mitra bisa menawarkan berbagai jenis camilan. Sedangkan paket Rp 6 juta dan Rp 5 juta, mitra mendapat booth yang berukuran lebih kecil. Rizky mengaku mengalami kesulitan melebarkan sayap usaha karena makin banyak merek baru bermunculan. Pada momen tertentu seperti musim libur sekolah, gerai Jia Yao yang memang berlokasi di sekolah-sekolah pun ikut melempem.

Amir Karamoy, Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin menjelaskan, pangsa pasar untuk bisnis minuman teh masih besar. Hal ini dipengaruhi faktor sejarah. Sudah berabad-abad lidah orang Indonesia cocok dengan minuman teh, bahkan ada salah satu suku bangsa yang lebih memilih minum air teh dibandingkan dengan air putih.

Karena potensi pasar besar, pengusaha harus memiliki keunikan dalam menyajikan menu agar segmentasi pasar yang tertarik bisa makin banyak. Apalagi jika produk teh yang menyasar pasar kaum muda, pelaku usaha harus menawarkan hal-hal baru agar menarik perhatian pasar yang disasar. Varian rasa yang ditawarkan harus juga inovatif dan mengikuti tren.

Selain inovatif, aspek kualitas rasa harus diperhatikan. Rasa merupakan salah satu kunci dari keberhasilan bisnis makanan dan minuman. Jika kualitas rasa baik, otomatis konsumen akan datang lagi. Tentu saja harus sebanding dengan harga yang dipatok.

Desain kemasan dan tampilan produk juga tidak boleh dilupakan. Akhir-akhir ini banyak orang muda gemar terhadap apapun yang desainnya menarik demi bisa diunduh di media sosial. Sehingga, kekuatan dari pemasaran lewat media sosial tidak boleh dikesampingkan.

Bagi yang terkendala kesulitan ekspansi, perlu adanya strategi pemasaran yang baik. Misalnya, tidak langsung menyetujui kemitraan di sebuah daerah jika hanya ada satu atau dua calon mitra. Sebisa mungkin calon mitra juga mencapai lima calon sampai 10 calon sehingga nantinya bisa menghemat ongkos kirim.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/menakar-lagi-kedai-minuman-teh
Comments
Loading...