Peluang Usaha Kebab Papito

Peluang Usaha Kebab Papito

Muhammad Syafril tertarik menekuni usaha kebab dengan menjadi Terwaralaba salah satu brand kebab yang menawarkan kerjasama waralaba.  Namun baru 5 bulan berjalan Syafril terpaksa memutuskan kerjasama secara sepihak lantaran pewaralaba (pemilik merek waralaba) dinilai sudah tidak sesuai dengan perjanjian yang ada di MOU.

Kecintaannya pada kuliner kebab membuat Syafril bertekat tetap menekuni usaha kebab meski sudah putus kerjasama.  Syafril mulai memikirkan inovasi dan menggunakan brand sendiri. Sebagai referensi Syafril berkeliling tempat yang menjual kebab, hingga sampailah di sebuah restoran yang menyajikan menu kebab.

Syafril dan Istrinya mencoba menciptakan kebab dengan cita rasa khas restoran namun dengan harga kaki lima.  Setelah melakukan uji coba resep dan test food ke saudara-saudara, akhirnya Syafril berhasil menghadirkan saus khusus yang berbeda dari kebab yang ada di kaki lima. Pada Maret 2013 Syafril memberanikan diri membuka usaha kebab yang diberi nama Kebab  Papito di bilangan Haji Baping, Cijantung, Jakarta Selatan. Karena sebelumnya telah memiliki gerobak dan peralatan usaha kebab, Syafril mengaku hampir tidak mengeluarkan modal untuk mendirikan Kebab Papito.

Lokasi yang ramai membuat Kebab Papito tidak pernah sepi dikunjungi pelanggan.  Bahkan hanya dalam waktu 5 bulan Syafril membuka cabang keduanya, disusul 7 bulan kemudian cabang ketiga. Agar Kebab Papito semakin berkembang, Syafril menawarkan kerja sama waralaba, kebetulan ada seorang rekan yang tertarik untuk menjadi mitra.

Karena masih terbilang baru, Kebab Papito belum memiliki perizinan standar untuk mewaralabakan usaha. Meski begitu Syafril mengaku sedang mengurus semua perizinan yang dibutuhkan. Sejak diwaralabakan Mei 2015 Kebab Papito telah memiliki 6 cabang dan 3 terwaralaba (mitra) yang tersebar di Jakarta, Depok, dan Bekasi. Dalam waktu dekat akan membuka satu outlet lagi di lebak Bulus-Jakarta Selatan.

Varian Rasa Kebab Papito

Kebab Papito menawarkan banyak varian rasa mulai dari Original, Blackpepper, Barbeque, Korean Hot Spicy, Ula La, dan Meat Addict. Menu Ula La adalah kebab dengan citarasa pizza, sedangkan meat addict adalah kebab yang berisi daging, sosis, dan daging burger tanpa sayuran.

Aneka varian tersebut dapat dinikmati dalam 3 ukuran yaitu Mini, normal, dan XL (Extra large). Namun khusus kebab meat addict hanya tersedia dalam ukuran XL saja. Selain banyak pilihan rasa, yang membedakan Kebab Papito dari produk sejenis ada pada teknik memasak dan mayones yang digunakan. Syafril menggunakan daging kebab kualitas premium dengan komposisi 70% daging dan 30% lemak sehingga lebih terasa dagingnya.

Selain aneka menu kebab Kebab Papito juga menawarkan Burger dengan 3 pilihan rasa yaitu original, green tea, dan red velvet.  Harga yang ditawarkan juga cukup bervariasi yaitu mulai dari Rp 11-25 ribu/porsi untuk kebab, dan Rp. 13-15 ribu/porsi untuk burger. Dalam sehari Syafril mengaku mampu meraih omset minimal Rp 500 ribu/hari.

Modal Usaha Menjadi Terwaralaba Kebab Papito

Investasi yang dibutuhkan menjadi mitra Kebab Papito yaitu sebesar Rp 50 juta.  Dari investasi tersebut calon terwaralaba (mitra) akan mendapatkan semua yang dibutuhkan untuk membuka usaha kebab mulai dari gerobak, peralatan memasak, stok bahan baku untuk 7 hari, hingga media promosi berupa brosur dan banner.  Investasi tersebut belum termasuk sewa tempat dan berlaku untuk kontrak kerja sama selama 5 tahun yang dapat diperpanjang dengan membayar franchise fee sebesar Rp 10 juta untuk kontrak kerja sama 10 tahun kemudian. Tidak lupa terwaralaba akan diberikan pelatihan cara membuat kebab yang sesuai dengan standar Kebab Papito. Agar tidak terjadi persaingan antar sesama terwaralaba Kebab Papito, Syafril memberikan proteksi wilayah dengan radius 1 kilometer.

Bagi terwaralaba yang kesulitan mencari karyawan dan lokasi, Syafril akan mencarikannya tanpa dikenakan biaya tambahan. Sedangkan untuk menyeragamkan rasa, terwaralaba diwajibkan membeli bahan baku berupa tortilla, daging kebab, saus, mayonese, roti burger, dan daging burger dengan harga berkisar Rp 12-13 ribu/ item tanpa minimal pembelian dan ongkos kirim ditanggung terwaralaba.

Balik Modal Usaha

Syafril mengatakan terwaralaba Kebab Papito dapat balik modal kurang dari setahun dengan asumsi terwaralaba mampu mendapatkan omset minimal Rp 500 ribu/ hari atau Rp 15 juta/ bulan.  Setelah dikurangi biaya sewa tempat dan biaya operasional lainnya maka terwaralaba akan mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp 5,2 juta/ bulan atau sebesar 35% dari omset.

Untuk mencapai target faktor lokasi sangat berpengaruh. Lokasi yang cocok untuk membuka gerai Kebab Papito adalah di pusat keramaian seperti mal, depan minimarket, kawasan perkantoran, kampus, atau sekolah. Agar terwaralaba tidak salah pilih lokasi Syafril selalu melakukan survey ke lokasi yang diajukan oleh terwaralaba.

Kendala dan Promosi Usaha

Kendala yang kerap dihadapi Syafril yaitu lebih pada masalah cuaca di mana jika sedang musim hujan maka penjualan bisa menurun drastis.  Selain itu sulitnya mencari karyawan juga menjadi kendala tersendiri. Sadar usahanya masih seumur jagung, Syafril gencar melakukan promosi.  Promosi yang sering dilakukan oleh Syafril adalah melalui website, media sosial, serta mengikut bazaar. Agar brand Kebab Papito semakin dikenal lagi, kedepannya Syafril berencana untuk memasang iklan di media cetak dan ikut pameran waralaba.

Contoh Outlet Kebab Papito

Informasi Lebih Lanjut Hubungi

KEBAB PAPITO
Jl. Bulak Sari No. 76, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo
Jakarta Timur
Telp: (021) 08989021, 081288861983
Email: info@kebabpapito.com
Website: www.kebabpapito.com

 

Source Peluang Usaha Kebab Papito Kebab Papito
Comments
Loading...