Peluang Usaha Lofe Bubble

Peluang Usaha Lofe Bubble

Minuman bubble kini sudah sangat populer di Indonesia. Bubble adalah adonan yang berbentuk bola-bola kecil yang terbuat dari tepung tapioka. Bola-bola itu  dicampurkan dengan berbagai jenis racikan minuman dingin seperti jus buah, es teh, sirup dan lainnya.

Karena peluangnya cukup menjanjikan, tak heran banyak pebisnis kuliner mengembangkan minuman gelembung ini. Bahkan banyak pula yang menawarkan kemitraan. Karena persaingannya makin ketat. Potensi bisnisnya masih menggembirakan. Ada beberapa pemain yang sukses mengembangkan usaha di sektor ini. Perkembangan bisnis minuman bubble ini bisa dilihat dari pertambahan mitra dan gerai yang terus meningkat.

Usaha minuman bubble yang berpusat di Bekasi, Jawa Barat ini memperlihatkan perkembangan sejak pertama berdiri di Maret 2013. Pada November 2013, Lofe Bubble baru memiliki 15 gerai yang tersebar di Jakarta dan Bogor.

Sekarang gerainya sudah bertambah menjadi 30 gerai dan cakupan mitranya meluas ke Bandung, Tangerang dan Depok. Dari 30 gerai tersebut,  tiga gerai milik pusat  berlokasi di Bekasi, Pondok Gede dan Cibinong. Sementara sisanya punya mitra.

Sudah hampir setahun lebih usaha ini berjalan, Lofe Bubble akan terus berekspansi dengan terus menambah mitra hingga ke luar pulau Jawa. Muhammad Azis, pemilik Lofe Bubble yang bekerjasama dengan adik iparnya Ferry Nurdiansyah, mengklaim, usahanya diminati karena nilai investasi yang ditawarkan terjangkau dan harga jual per gelas minuman tidak lebih dari Rp 5.000.

Nilai paket investasi juga belum berubah, masih sebesar Rp 6 juta. Aziz belum berencana menaikkan harga paket ini hingga akhir tahun 2014. Dari penjualan Rp 5.000 per gelas, masih dapat untung bersih sebesar Rp 1.950 per gelas. Sehingga kalau satu hari kita mengantongi keuntungan sekitar Rp 100.000-Rp 200.000 per hari.

Awal membuka kemitraan, varian rasa yang ditawarkan sebanyak 30 rasa. Sekarang rasa minuman bubble yang ditawarkan bertambah menjadi 40 rasa. Hal ini disebabkan banyak konsumen yang menanyakan rasa terbaru.

Aziz meraciknya sendiri dengan dibantu oleh dua adiknya. Ke depannya ia juga akan melakukan inovasi dengan memodifikasi rasa baru sehingga tidak membosankan. Rasa favorit masih ada pada rasa cokelat, cappucino, vanila dan stroberi.

Aziz juga tetap mempertahankan tampilan gerobak dan kemasan minuman. Aziz tidak akan mengganti tampilan nya karena itu sudah menjadi khas Lofe Bubble. Selama ini Aziz dan timnya melakukan promosi dari mulut ke mulut dan promo dari jejaring sosial Facebook dan blog bernama lofebubble.blogspot.com.

Hingga akhir tahun 2014, Aziz menargetkan akan menambah hingga 50 gerai. Lofe Bubble akan melakukan pembaharuan rasa agar menarik calon mitra untuk bergabung. Saat ini kendala yang dihadapi belum ada yang serius.

Hanya saja kompetitor penjual minuman dingin yang kian sesak membuat banyak konsumen memiliki lebih banyak pilihan untuk mencoba minuman dingin lain. Belum lagi ada inovasi minuman dingin lainnya seperti kopi cincau, yoghurt dan sebagainya.

Source Peluang Usaha Lofe Bubble Lofe Bubble
Comments
Loading...