Peluang Usaha Mie Super Hot

Peluang Usaha Mie Super Hot

Berawal dari hobi menyantap makanan pedas membuat Basuki Rahmat sangat memahami tingkat kepedasan yang ditawarkan oleh berbagai usaha resto pedas yang ada. Tetapi dari puluhan resto yang menyajikan menu pedas yang didatanginya, pria yang akrab disapa Basuki ini tidak menemukan sensasi pedas yang pas seperti yang diinginkannya.

Melihat celah bisnis dan banyaknya pencinta kuliner pedas di tanah air, Basuki memutuskan untuk terjun ke usaha kuliner pedas. Karena belum memiliki pengalaman membangun usaha kuliner pedas, Basuki memutuskan untuk mengambil franchise tahu pedas yang saat itu sedang menjadi tren. Selama beberapa tahun menjadi Mitra, Basuki mencoba untuk belajar dan mendalami potensi pasar kuliner pedas tanah air.

Berbekal ilmu dan pengalaman yang dimiliki, Basuki memutuskan untuk membuat usaha kuliner pedas di tahun 2013 dengan nama Resto Mie SH (Super Hot) di kawasan Cibinong, Bogor.

Berbeda dengan usaha resto pedas kebanyakan, Basuki mencoba mengusung menu mie sebagai produk utamanya. Alasan Basuki memilih Mie, karena mie adalah makanan pokok kedua yang disukai semua kalangan dari anak-anak hingga orangtua.

Varian Mie Super Hot

Basuki menawarkan berbagai macam olahan mie pedas dengan 12 tingkat kepedasan yang mengunggah selera.

Pada 6 bulan awal usaha, Basuki hanya memasarkan menu Mie Original Pedas. Mie dibuat dengan mengolah mie yang ada dengan berbagai bumbu rahasia super pedas racikannya. Basuki memanfaatkan mie yang ada di pasar dan dipadukan dengan racikan bumbu pedas buatannya.

Setelah 6 bulan usaha dan respons masyarakat semakin meningkat, Basuki mulai menambah varian menu pada usahanya. Tercatat hingga saat ini Mie SH memiliki 15 varian olahan mie dengan tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan dengan selera konsumen misalnya Mie ayam Pedas, Mie Seafood Pedas, Mie Creami Keju Karbonara, Mie Susu, Mie Ramen, Mie Hot Plate Barberque dan berbagai varian menu mie lainnya. Menu Mie Pedas Original, bisa ditambahkan topping sesuai keinginan konsumen seperti topping bakso, pangsit, sosis, dan lain sebagainya.

Basuki menggunakan jenis mie yang berbeda sehingga tercipta sensasi rasa yang berbeda dan tidak ditemui di tempat lain. basuki menggunakan jenis mie yang berbeda setiap menunya untuk mie ada yang dibuat sendiri dan ada yang diambil dari luar.

Bicara mengenai sensasi pedas, Basuki tidak menggunakan cabai bubuk melainkan menggunakan cabai alami dari jenis cabai setan yang memiliki sensasi pedas luar biasa. Cabai diolah dengan berbagai rempah pilihan sehingga menjadi sambal yang sangat pedas dan sambal inilah menjadi kunci dalam usahanya. Setiap level pedas dari level 1 sampai 12, dibedakan dari takaran sambal yang diberikan.

Selain menu mie pedas, untuk memberikan pilihan pada konsumen agar tidak monoton, Basuki terus melakukan penambahan menu yang ditawarkan. Beberapa menu yang ada antara lain berbagai olahan ayam mulai dari ayam pecak segar, ayam sambal teri, ayam cabe ijo, ayam sambel pecel, hingga ayam sambel bawang dan berbagai varian nasi goreng. Semua menu yang ditawarkan, juga memiliki sensasi pedas yang luar biasa.

Karena menyasar kalangan anak muda sebagai pasar utama, maka harga yang ditawarkan bisa dibilang terjangkau mulai dari Rp 11 ribu hingga Rp 18 ribu. Selain unggul pada menu yang disajikan, Basuki juga mencoba untuk memberikan kenyamanan lebih kepada para konsumennya. Hal tersebut dapat terlihat dari interior resto yang nyaman dengan perpaduan lesehan dan tempat duduk, juga tidak ketinggalan live music pada waktu-waktu tertentu yang bisa dinikmati para pengunjung.

Peluang Usaha Menjadi Mitra Waralala Mie SH

Basuki membuka dua paket penawaran kerja sama. Paket kerja dengan investasi Rp 45 juta yang merupakan kerjasama hak usaha dan investasi Rp 65 juta untuk kerjasama penuh.

Perbedaan kedua sistem kerjasama ini adalah perlengkapan yang didapatkan mitra. Investasi Rp 65 juta mitra akan mendapatkan semua kebutuhan usaha lengkap dan mitra tinggal menjalankan usaha, sedangkan untuk investasi Rp 45 juta mitra hanya mendapatkan hak usaha (marketing tool) sedangkan peralatan dan perlengkapan disiapkan oleh mitra.

Mitra akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari pusat selama  1 bulan pertama hingga mendapatkan training untuk karyawan. Kewajiban mitra ialah berupa royalty fee 2.5% dari omset dan membeli bahan baku utama yaitu mie dan bumbu dasar.

Dari pengalaman yang ada, balik modal yang ditawarkan Mie Super Hot tidak lama yaitu kurang dari satu tahun. Balik modal tersebut bisa tercapai dengan asumsi penjualan 80-100 porsi mie per hari dengan omset per bulan sekitar Rp 3-4 juta. Hingga saat ini, Mie SH sudah memiliki 4 cabang yang berada di daerah Cileungsi, Cilegon, Cibubur dan Banjarmasin serta dalam waktu dekat akan membuka cabang di daerah Tambun, Bekasi.

Kualitas dan Inovasi

Kesuksesan Basuki mengembangkan usahanya tidak lepas dari kualitas menu yang ditawarkan. Mie SH memiliki citarasa yang kuat dengan memadukan rasa pedas, manis, dan gurih. Mie SH selalu melakukan inovasi, paling tidak setiap 3-6 bulan sekali akan ada menu baru yang ditawarkan pada konsumen. Hal ini dilakukan agar konsumen pencinta pedas tidak bosan dengan menu yang ada dan selalu menunggu kejutan dari menu baru yang ditawarkan.

Selama menjalankan usaha, Basuki mengaku kerap terkendala dalam hal SDM, karena itu Basuki selalu selektif dalam memilih karyawannya. Paling tidak saat ini untuk satu cabang Mie SH ada sekitar 6-8 karyawan.

Basuki Rahmat mencoba berbagai tips suksesnya dalam membangun Mie SH, yaitu totalitas, mau terus belajar, jangan merasa puas, serta mental harus kuat yang sangat dibutuhkan dalam membangun sebuah usaha.

Contoh Outlet Mie Super Hot

Info Lebih Lanjut 

Mie SH
Jl. Raya Tegar Beriman, Pemda, Cibinong, Bogor
(Samping Gedung KNPI)
Tlp. 081316177698

Source Mie Super Hot Peluang Usaha
Comments
Loading...