Peluang Usaha Roti Bakar 88

Peluang Usaha Roti Bakar 88

Usaha kuliner asal Tangerang, Banten yang berdiri sejak 2002 milik Irwan Tanusolihin ini pernah menawarkan kemitraan tahun 2010 silam. Sudah sejak tahun 2015 lalu, ia sudah tidak lagi menawarkan paket kemitraan lagi.

Jumlah gerai mitra yang bergabung ada tujuh mitra dan 10 gerai pusat. Kondisi sekarang, sebetulnya jumlah gerai Roti Bakar 88 bertambah menjadi total 31 gerai. Rinciannya, tujuh gerai yang ternyata masih tetap punya mitra, artinya memang tidak ada tambahan mitra, dan sebanyak 24 gerai lainnya merupakan gerai cabang.

Ia mengaku kesulitan dalam mengelola manajemen kemitraan. Terutama untuk tetap menjaga kualitas bagian makanan serta standar operasional prosedur (SOP). Jadi para mitra sulit untuk bisa menjaga kepatuhan SOP dan menjaga konsistensi mutu makanan.

Kendala lain yang jadi penghambat bagi Irwan adalah banyak karyawan atau tenaga kerja yang keluar masuk, alias turn over karyawan tinggi. Faktor lainnya yang menjadi perhatian adalah persaingan bisnis roti bakar semakin ketat dengan pebisnis sejenis.

Meski begitu, ia tidak patah semangat. Untuk tetap membuat roda berputar, ia berinovasi dengan menambah menu makanan baru di Roti Bakar 88, jadi tidak melulu menu roti bakar saja. Misalnya ia menambah menu makanan lain semacam  sate taichan, ayam geprek, roti john, dan indomie becek.

Varian menu tersebut ia banderol dengan harga mulai dari Rp 15.000 per porsi  hingga Rp 20.000 per porsi. Sedangkan menu roti harganya  mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 25.000 per porsi. Dengan inovasi tersebut bisnis Roti Bakar 88 masih tetap berjalan. Sepanjang tahun ini, ia sudah bisa menambah enam cabang yang tersebar di Tangerang, Banten, hingga Jakarta.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ https://peluangusaha.kontan.co.id/news/bisnis-roti-bakar-mulai-mendingin?page=2
Comments
Loading...