Peluang Usaha Roti Bakar Nusantara

Peluang Usaha Roti Bakar Nusantara

Pelaku usaha kemitraan roti bakar ini adalah Fahri Nugroho asal Yogyakarta. Ia merintis bisnis Roti Bakar Nusantara sejak tahun 2012 lalu. Pada Agustus 2017 lalu, gerai Roti Bakar Nusantara sudah berjumlah sekitar 20 gerai yang tersebar di Yogyakarta, Purworejo, dan Kebumen.

Sejak awal 2018, ada 20 mitra baru yang bergabung. Sehingga total gerai Roti Bakar Nusantara saat ini sudah mencapai 40 gerai. Tiga gerai milik saya sendiri dan selebihnya milik mitra. Lalu ada sekitar 10 gerai milik mitra yang sudah tidak aktif.

Jika dilihat dari potensi, sebenarnya potensi pasarnya masih luas dan menjanjikan. Maka dari itu, ia optimistis mematok proyeksi keuntungan Roti Bakar Nusantara tahun ini bisa meningkat sampai 100% dari keuntungan tahun lalu. Meski begitu, Fahri mengakui jika pada saat sekarang ini investasi bisnis roti bakar semakin melambat.

Salah satu faktor adalah soal kendala dalam distribusi peralatan dan bahan baku ke mitra. Ia tak menampik jika dari pihak pemasok peralatan seperti gerobak dan bahan baku kadang mengalami keterlambatan sampai ke tangan mitra.

Mitra harus menunggu cukup lama untuk membuka gerai maupun menerima bahan baku. Ada pemasok yang memang kadang telat membuat gerobak dan distribusi bahan bakunya. Dari pengalaman tersebut, akhirnya Fahri membuat keputusan mencari pemasok lainnya sebagai cadangan.

Tujuannya, supaya tidak terlalu tergantung terhadap satu pemasok saja. Saat ini, ia sudah mempunyai beberapa pemasok di sejumlah daerah. Jadi pasokan bahan baku dan peralatan menjadi aman. Sedangkan dari nilai investasi kemitraan yang  Roti Bakar Nusantara tawarkan belum berubah dari awal. Tengok saja, ada paket gerobak senilai Rp 5,3 juta dan paket super hemat sebesar Rp 3,3 juta saja.

Perbedaan kedua paket tersebut terletak pada fasilitas bahan gerobak dan jumlah peralatan yang didapat mitra.  Kalau di paket gerobak, mitra akan mendapatkan gerobak dengan bahan baku kayu eksklusif, maka di paket super hemat menggunakan booth portable.

Kemitraan Roti Bakar Nusantara sendiri tidak menetapkan biaya royalti bulanan. Mitra hanya perlu membeli bahan baku, terutama roti, dari pusat. Mitra yang baru bergabung diperkirakan masih bisa mengantongi omzet sekitar Rp 7 juta–Rp 8 juta per bulan. Sedangkan mitra yang sudah lama bergabung biasanya bisa lebih dari Rp 8 juta per bulan karena sudah punya pelanggan setia.

Untuk inovasi menu, Fahri mengatakan Roti Bakar Nusantara mengeluarkan menu dengan beberapa topping baru tahun ini, yakni choco crunchy oreo, red velvet, beef special, sosis dan abon. Harga jualnya sekitar Rp 12.000 – Rp 15.000 per satu porsi.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ https://peluangusaha.kontan.co.id/news/bisnis-roti-bakar-mulai-mendingin
Comments
Loading...