Pemain Raksasa Mulai Menyasar Bisnis Kuliner Kelas Menengah

Pemain Raksasa Mulai Menyasar Bisnis Kuliner Kelas Menengah

Bisnis kuliner yang tidak pernah mati, terlihat sebagai ladang bisnis paling menguntungkan oleh pemilik modal. Tidak heran, bila pemain besar mulai menjajal sektor usaha ini. Seolah tak ingin kalah, para pemain lama tidak berhenti ekpansi. Seperti Es Teller 77 yang menargetkan bisa membuka gerai baru sebanyak 30-40 gerai sepanjang tahun 2018.

Irman Febrianto, Project Manager Es Teller 77 mengatakan, sampai sekarang realisasi pembukaannya sudah 60%-70% dari target. Irman optimis dapat mencapai target dan pas sekali ada event IFRA yang digelar pada pertengahan tahun.

Perusahaan kuliner yang sudah eksis sejak 36 tahun ini juga tak khawatir dengan ketatnya persaingan saat ini. Dengan mempertahankan kualias produk dan variasi menu, pasar dijamin tidak akan berpaling. Buktinya menu baru yaitu es teller duren dan aneka menu nasi ayam diserbu konsumen, tak hanya kalangan tua tapi juga konsumen milenial.

Djoko Kurniawan, Konsultan Usaha menuturkan, fenomena ini lazim terjadi dan menjadi pertanda baik. Artinya, bisnis kuliner di dalam negeri masih menjanjikan dan potensi usaha masih terbilang jauh dari kata jenuh mengingat besarnya jumlah masyarakat Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa.

Para pemain besar kini tidak lagi menyasar kelas atas tapi juga kelas menengah seperti yang dilakukan oleh PT Cita Rasa Prima Indonesia Berjaya (CRP) Group yang mengemas makanan kelas bawah menjadi menengah. Contohnya, dengan menginovasi bakso menjadi Bakso Boedjangan atau nasi goreng lewat Nasi Goreng Rempah Mafia.

Kondisi ini harus ditanggapi secara bijak oleh pemain baru yang hendak menjajal gurihnya bisnis kuliner.  Bila mereka tidak pintar membaca situasi maka bisnisnya akan dibabat habis oleh para pemain besar. Ia pun menyarankan, para pemain bisa mengukur kekuatan modal dan tenaga yang dimiliki. Saat modal terbatas lebih baik menyasar pasar bawah dengan membuat usaha berkonsep gerobakan.

Pemilik usaha wajib berinovasi agar produknya terlihat berbeda dengan lainnya biar tak kalah dengan pemain lama. Hal ini penting dilakukan mengingat karakter pasar kelas bawah menyukai variasi produk yang berbeda-beda.

Pemilik usaha jangan terlalu terburu-buru untuk membuka peluang kerjasama terutama untuk makanan yang bersifat sepanjang masa seperti ayam goreng, rawon, dan lainnya. Persiapan sistem, distribusi bahan baku, sampai dengan jaminan profit harus disiapkan agar bisnis mitra juga dapat berjalan baik. Tapi untuk makanan yang short time, peluang kerjasama harus segera dibuka dengan patokan gerai pribadi sudah terbukti profit.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/usaha-kuliner-gaya-hidup-dan-pendidikan-paling-diincar-pemodal?page=2
Comments
Loading...