Pemerintah Membatasi Jumlah Gerai Waralaba

Pemerintah Membatasi Jumlah Gerai Waralaba

Lewat aturan yang lebih spesifik, pemerintah bakal membatasi kepemilikan gerai milik pemberi waralaba antara 100 unit hingga 150 unit. Sasaran aturan ini adalah waralaba asing yang bertahun-tahun masih menguasai gerai-gerainya.

Penantian panjang para pelaku usaha waralaba akan segera berakhir. Setelah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 53/M-DAG/PER/8/2012, bakal segera menyusul aturan teknis yang lebih spesifik mengatur waralaba toko modern, rumah minum, dan rumah makan. Aturan kedua ini pun, kelak juga akan berbentuk Permendag yang mungkin akan keluar dalam waktu satu hingga dua bulan mendatang.

Seolah menjawab berbagai permasalahan di seputar industri waralaba, lewat Permendag yang baru ini, pemerintah membuat banyak penegasan dan pembatasan untuk mengatur industri waralaba. Salah satu isu utama sehubungan dengan revisi Permendag No. 31 Tahun 2008 adalah tentang keberadaan waralaba asing pada salah satu kepemilikan, yang pada akhirnya mengakibatkan adanya monopoli.

Usaha-usaha waralaba beberapa restoran cepat saji, seperti Kentucky Fried Chicken (KFC), McDonald (McD), dan Pizza Hut. Meski beberapa di antaranya telah menawarkan jalinan kerjasama dengan pengusaha lokal. Namun perusahaan induk yang menjadi pemberi waralaba lanjutan ketiga gerai ini dari prinsipalnya di Amerika Serikat. Masih mendominasi keberadaan gerai-gerai mereka yang tersebar di seluruh Indonesia.

Regulasi yang kedua memang bertujuan mencegah atau mengantisipasi adanya dominasi usaha oleh satu atau dua pihak saja. Dalam aturan teknis nanti, Pemerintah bakal membatasi jumlah gerai milik pemberi waralaba sendiri atau company owned outlet maksimal 100 unit hingga 150 unit.

Bila pemberi waralaba ingin menambah gerai milik sendiri, mereka juga harus menawarkan gerai untuk waralaba sesuai dengan penambahan gerai yang ada. Sehingga, dalam kurun waktu lima tahun, tetap diperoleh rasio 51:49.

Setelah aturan berlaku, pemerintah masih akan memberi toleransi waktu untuk penyesuaian. “Supaya adil,” cetus Gunaryo. Meski begitu, toleransi tak akan lebih dari lima tahun, karena setiap Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) berlaku atau harus diperbarui setiap lima tahun. Hanya, sampai saat ini, peraturan teknis ini masih dalam pembahasan.

Source https://industri.kontan.co.id/ https://industri.kontan.co.id/news/pemerintah-bakal-membatasi-jumlah-gerai-waralaba
Comments
Loading...