Pengertian Saham, Jenis, dan Alasan Mengapa jadi Investasi Paling Populer

By | September 10, 2023

Belakangan ini saham menjadi istilah yang cukup populer, terutama jika berbicara mengenai bisnis, investasi, dan keuangan. Jika terdengar seseorang mempunyai saham pada suatu perusahaan tertentu, berarti orang tersebut mempunyai hak atas penghasilan dan harta kekayaan perusahaan tersebut. Ia juga berhak menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS.

Lantas, apa sebenarnya definisi saham? Singkatnya, saham merupakan salah satu instrumen di pasar keuangan yang dapat digunakan sebagai tanda penyertaan modal pada suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Saham dapat diartikan sebagai dokumen yang menjadi bukti bahwa seseorang memiliki sebagian modal suatu perusahaan. Untuk informasi lebih lengkap mengenai saham beserta seluk beluknya khususnya bagi pemula, artikel di bawah ini akan mengulasnya secara lengkap. Mari kita dengarkan bersama!

Definisi Saham

Saham juga dikatakan sebagai instrumen investasi karena dengan memiliki saham seseorang mempunyai hak atas sebagian kekayaan atau pendapatan perusahaan. Menurut KBBI, saham adalah hak milik perseorangan terhadap suatu perusahaan yang diperoleh dari penyerahan sebagian modal.

Sebagai bukti penanaman modal, saham berbentuk surat atau lembaran kertas yang memuat pernyataan bahwa nama yang tercantum dalam surat tersebut adalah pemilik sah suatu perusahaan dengan persentase sesuai dengan jumlah penanaman modal.

Mempunyai saham atas namanya berarti orang pribadi atau badan dapat mengajukan tuntutan terhadap suatu perusahaan terbuka. Oleh karena itu, pemilik saham mempunyai hak untuk ikut serta dalam RUPS dan menerima dividen sesuai dengan nilai sahamnya.

Bagaimana Saham Bekerja

Penerbitan saham merupakan salah satu cara perusahaan memperoleh dana atau modal segar yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha jangka panjang. Di Indonesia, saham pada umumnya dapat diperdagangkan melalui pasar sekuritas dengan harga yang berfluktuasi sesuai dengan kondisi perusahaan dan perekonomian.

Jadi, bagaimana cara kerja saham? Cara kerja saham diawali dengan pembelian saham oleh investor baik perorangan maupun badan tertentu yang dilakukan melalui pasar modal. Saham yang dapat dibeli berasal dari perusahaan yang telah terdaftar di pasar modal dan melakukan IPO atau Penawaran Umum Perdana, yang kemudian disebut penerbit.

Selain untuk memperoleh dana dan modal segar, penerbitan saham bertujuan agar perseroan dapat melunasi utang, memperluas pasar, dan meluncurkan produk baru. Dari sudut pandang investor, saham dapat digunakan untuk berinvestasi, mengumpulkan uang demi stabilitas keuangan. Oleh karena itu, sebelum berinvestasi, perhatikan baik-baik saham emiten yang akan Anda beli.

Baca juga: Harga Saham SIDO, Kinerja Keuangan dan Prospek Usaha

Sumber Keuntungan dalam Investasi Saham

Berinvestasi melalui saham tentu berpotensi memberikan keuntungan, namun dari mana keuntungan tersebut? Setidaknya ada dua sumber keuntungan investasi saham yang bisa diperoleh investor, yaitu:

1. Keuntungan Modal

Keuntungan modal adalah penjumlahan selisih antara harga beli dan harga jual saham. Keuntungan ini didapat jika harga saham yang dibeli lebih rendah dibandingkan harga saat dijual. Misalnya Anda membeli 5 lot saham perusahaan A (500 lembar saham) dengan harga Rp 9.000 per saham. Jadi total uang yang Anda keluarkan untuk investasi adalah 500 lembar saham x Rp 9.000. = Rp. 4.500.000.

Selang satu bulan, harga per saham perusahaan A naik menjadi Rp 9.200. Jika Anda memutuskan untuk menjual 5 lot saham yang Anda miliki, maka perhitungannya adalah 500 lembar saham x Rp 9.200 = Rp 4.600.000. Jadi keuntungan yang didapat adalah Rp 100.000. Itulah yang disebut untung keuntungan modal.

2. Dividen

Dividen merupakan pendapatan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham secara berkala. Keuntungan berinvestasi pada saham tersebut akan diperoleh jika Anda sebagai investor sudah lama menyimpan saham tersebut atau belum membeli dan menjualnya untuk memperolehnya. keuntungan modal atau memiliki stok sebelumnya tanggal kumulatif atau tanggal cum.

Tanggal kumulatif adalah istilah yang mengacu pada tanggal penentuan investor yang berhak menerima dividen dari perusahaan. Pembagian dividen pada setiap perusahaan tidak selalu sama, baik setahun sekali, dua kali setahun atau sesuai kebijakan perusahaan yang bergantung pada keuntungan perusahaan. Selain dalam bentuk tunai, dividen juga dapat dibagikan dalam bentuk kepemilikan saham.

Risiko Investasi Saham

Risiko investasi saham.
Risiko investasi saham.

Jangan terlalu terbawa suasana jika membicarakan keuntungan, karena berinvestasi saham juga memiliki risiko mengalami kerugian. Sebelum mulai menginvestasikan uang Anda pada saham, tahukah Anda terlebih dahulu apa saja potensi kerugian yang harus Anda waspadai? Apakah mereka?

1. Kerugian Modal

Kerugian modal adalah kebalikan dari keuntungan modal. Risiko kerugian ini terjadi ketika Anda menjual saham saat harganya sedang turun atau lebih rendah dari harga beli. Misalnya Anda membeli 2 lot saham perusahaan A (200 lembar saham) dengan harga per lembarnya Rp 9.000. Artinya Anda membeli saham seharga Rp 1.800.000.

Beberapa bulan kemudian Anda menjual saham tersebut karena nilainya terus menurun. Dengan kondisi tersebut, harga per saham turun menjadi Rp 7.000. per saham, jadi Anda menjualnya seharga Rp 1.400.000. Artinya, kerugian atau kerugian modal yang anda alami adalah Rp 400.000.

2. Risiko Likuiditas

Risiko kerugian ini terjadi jika perusahaan yang sahamnya Anda beli dinyatakan pailit oleh pengadilan. Dalam kondisi seperti itu, pemegang saham menjadi prioritas terakhir setelah perusahaan dapat melunasi seluruh kewajibannya.

Jika hasil penjualan aset perusahaan masih tersisa, maka sisanya akan dibagikan kepada pemegang saham secara proporsional. Sebaliknya jika tidak ada sisa, pemegang saham tentu tidak mendapat apa-apa.

Baca juga: Perusahaan yang membagikan dividen saham sebanyak 4 kali dalam setahun

3. Menghapus daftar Membagikan

Menghapus daftar saham adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kegiatan penghapusan pencatatan saham dari suatu emiten yang dilakukan oleh bursa. Risiko kerugian ini menjadi salah satu ancaman bagi investor karena bagaimanapun setiap perusahaan pasti mempunyai jangka waktu. Jika demikian, saham emiten tidak bisa diperjualbelikan secara bebas di pasar modal.

Ada beberapa keadaan yang menyebabkan saham dikeluarkan dari emiten tertentu, antara lain keuangan perusahaan tidak sehat atau perusahaan melanggar peraturan yang berlaku. Bursa dapat menghapuskan emiten suatu perusahaan jika tidak memberikan laporan keuangan atau tidak memiliki kejelasan bisnis.

Jenis Saham

Setidaknya ada lima jenis saham yang wajib diketahui investor pemula agar dapat memahami jenis investasi yang sebaiknya dipilih. Jenis saham apa yang dimaksud?

1. Saham Blue Chip

Jenis saham ini paling sering dipilih investor karena berasal dari perusahaan dengan kinerja keuangan bagus dan reputasi baik. Umumnya investor memiliki saham chip biru dapat memperoleh dividen yang stabil karena kondisi keuangan yang baik, sehingga rajin membagikan dividen.

2. Saham Pendapatan

Saham Pendapatan merupakan jenis saham yang memberikan penawaran paling stabil melalui pembagian dividen dengan risiko lebih rendah. Penyebabnya karena kecenderungan perubahan harga dalam jangka waktu tertentu cukup rendah.

Baca juga: Daftar Saham Gocap Terbaru, Resiko dan Keuntungannya

3. Saham Pertumbuhan

Saham Pertumbuhan merupakan jenis saham yang diprediksi akan mengalami tingkat pertumbuhan lebih tinggi dari rata-rata nilai pasarnya. Saham jenis ini terbagi menjadi dua yaitu saham terkenal yang mirip dengan saham chip biru Dan kurang dikenal, yaitu saham-saham yang kurang populer namun memiliki kinerja yang baik.

4. Saham Spekulatif

Jenis stok saham spekulatif cocok bagi investor yang berani mengambil risiko tinggi untuk mendapatkan return yang agresif. Saham jenis ini berpotensi menghasilkan keuntungan yang tinggi, namun tidak memberikan keuntungan yang konsisten karena pergerakan sahamnya cenderung naik turun dan sulit diprediksi.

5. Melawan Saham Siklus

Jenis saham yang terakhir yaitu Melawan Saham Siklus adalah saham yang cenderung stabil meskipun kondisi perekonomian sedang mengalami fluktuasi karena saham tersebut tidak terpengaruh oleh kondisi bisnis dan perekonomian. Melawan Saham Siklus cocok untuk investasi jangka panjang.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Harga saham bisa naik dan turun tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sekarang! Faktor apa saja yang mempengaruhi harga saham?

1. Kegiatan Perusahaan

Kondisi perusahaan yang baik tentunya mendatangkan keuntungan yang akan membuat investor tertarik untuk membeli sahamnya dalam jumlah besar. Akibatnya, permintaan terhadap saham perusahaan pun meningkat sehingga berdampak pada naiknya harga saham.

Selain kinerja keuangan perusahaan, aktivitas lain dalam perusahaan yang dapat mempengaruhi harga saham antara lain peluncuran produk atau jasa baru, pergantian pejabat perusahaan, perubahan manajemen, dan reputasi perusahaan.

Baca juga: Pengertian Inflasi, Penyebab, Prediksi Terkini, dan Cara Mengatasinya

2. Inflasi

Faktor selanjutnya yang dapat mempengaruhi harga saham adalah inflasi. Semakin tinggi inflasi maka semakin rendah daya beli konsumen. Biaya operasional juga akan meningkat karena kenaikan harga bahan baku. Akibatnya, investor akan berbondong-bondong menjual saham karena kondisi keuangan perusahaan terlihat mengkhawatirkan. Semakin banyak saham perusahaan yang terjual maka harga sahamnya akan turun.

3. Suku Bunga

Ternyata harga saham juga dipengaruhi oleh tingkat suku bunga karena dapat mempengaruhi besarnya utang perusahaan. Semakin tinggi suku bunga pinjaman perusahaan maka keuntungan perusahaan akan semakin terancam.

4. Kondisi Geopolitik

Kondisi geopolitik yang tidak stabil ternyata dapat mempengaruhi harga saham. Perang atau konflik antar negara bisa berdampak buruk pada kondisi keuangan. Investor pasti akan memilih untuk menyimpan investasi, aset, uangnya, sebelum krisis semakin parah. Kondisi geopolitik seperti ini dapat menyebabkan terjadinya inflasi pada suatu negara.

Perbedaan Jual beli Saham dan Investasi Saham

Perbedaan Investasi Saham dan Perdagangan Saham
Perbedaan Investasi Saham dan Perdagangan Saham

Jual beli dan investasi saham sama-sama bertujuan untuk menghasilkan keuntungan, namun kedua kegiatan ini mempunyai perbedaan yaitu:

1. Strategi

Perbedaan antara jual beli saham dan investasi saham tergantung pada frekuensi jual beli saham yang dilakukan. Para pedagang umumnya membeli atau menjual saham dalam waktu singkat, mulai dari hitungan jam hingga minggu. Sementara itu, investor membeli saham dan menahannya selama beberapa waktu untuk meraup keuntungan maksimal dari pembagian dividen, kan keuntungan modal hanya.

2. Fokus

Perbedaan lain antara pedagang Dan investor terletak pada fokusnya. Para pedagang umumnya fokus pada arah perubahan harga saham, sedangkan investor fokus pada prospek jangka panjang suatu perusahaan. Dengan fokus yang berbeda ini, pedagang tampaknya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek dan sementara investor mencoba mendapatkan keuntungan jangka panjang.

Berinvestasi saham merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan. Namun selain keuntungan, ada juga faktor risiko kerugian yang perlu Anda ketahui. Oleh karena itu, informasi mengenai saham pada artikel kali ini semoga dapat memberikan pemahaman lain mengenai investasi saham.

Jika Anda masih bingung dan butuh bantuan berinvestasi, gunakan aplikasi tersebut BUang yang dapat Anda unduh melalui Toko aplikasi Dan Mainkan Toko. Aplikasi BUang memberikan bantuan dalam berinvestasi dan yang terpenting sudah terdaftar di OJK sehingga tidak perlu khawatir dengan keamanannya.

Apa yang kamu tunggu? Unduhan aplikasinya sekarang!

bmoney.id

Category: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *