Peraturan Waralaba Restoran Dinilai Untungkan KFC dan McDonalds

Peraturan Waralaba Restoran Dinilai Untungkan KFC dan McDonalds

Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Amir Karamoy menilai terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 07 Tahun 2013 hanya menguntungkan pemodal asing. Dia menyesalkan pemerintah yang terkesan tidak mempelajari arti sistem bisnis waralaba.

Amir menyoroti Pasal 5 Permendag itu yang memberi kesempatan pemilik waralaba (franchisor) mengurangi kepemilikan tunggal gerai mereka dengan cara penyertaan modal. Kebijakan Kementerian Perdagangan itu dianggap mengkhianati esensi waralaba sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2007.

Dalam PP itu, disebutkan bahwa waralaba adalah model kerja sama setara, antara franchisor dan franchisee (penerima waralaba). Artinya manajemen seharusnya dikontrol oleh pewaralaba di daerah, bukan lagi pemilik lisensi utama.

Amir menegaskan waralaba restoran lokal tidak akan diuntungkan dengan terbitnya Permendag 07/2013. Sebaliknya, waralaba asing akan meningkat di Indonesia karena pemerintah malah seperti memberikan fasilitas penyertaan modal yang tidak lazim dikenal dalam pola bisnis waralaba.

Di sisi lain, pengusaha yang juga tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini tidak mempermasalahkan jumlah maksimal gerai milik sendiri yang dibatasi 250 unit. Dia hanya bingung bagaimana cara pemerintah menentukannya, karena pengusaha lokal, khususnya WALI, tidak pernah diajak berdialog dan sosialisasi.

Pada 14 Februari 2013 aturan waralaba restoran resmi diumumkan melalui situs Kementerian Perdagangan. Beleid ini membatasi jumlah kepemilikan pribadi gerai restoran bersistem waralaba, misalnya KFC atau McDonald.

Dua perusahaan waralaba asal Amerika itu, relatif diuntungkan dengan adanya aturan ini. Dari data WALI, baik gerai KFC ataupun McD baru di kisaran 200-an di seluruh Indonesia, belum sampai batas 250 unit. Dalam aturan itu, khususnya pasal 4, disebutkan bahwa gerai yang boleh dimiliki dan dikelola sendiri maksimal 250 unit.

Bila sudah melebihi jumlah tersebut, investor waralaba restoran wajib mewaralabakan gerai berikutnya ke pihak ketiga. Namun, pemilik lisensi waralaba restoran mendapat kemudahan dengan tidak perlu sepenuhnya melepas kepemilikan anak usahanya ke pengusaha lain.

Pada Pasal 5 beleid ini, pemilik waralaba bisa memilih opsi pola penyertaan modal, menggandeng pengusaha lokal di lokasi gerai itu berdiri. Bila nilai investasi sebuah gerai kurang dari atau setara Rp 10 miliar. Maka penyertaan modal dari pihak lain paling sedikit 40 persen. Sementara jika nilai investasinya lebih dari Rp 10 miliar, maka penyertaan modal dari pihak lain minimal 30 persen. Selebihnya manajemen tetap dikontrol pemilik lisensi waralaba.

Source https://www.merdeka.com/ https://www.merdeka.com/uang/peraturan-waralaba-restoran-dinilai-untungkan-kfc-dan-mcdonald.html
Comments
Loading...