Don't Show Again Yes, I would!

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional, Mana yang Lebih Baik?

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional – Jika berbicara mengenai risiko, pasti semua orang tentu mempunyai risiko akan hidupnya. Kenapa demikian? Hal ini karena, selalu ada ketidakpastian akan terjadinya masa depan.

Lantas, apakah Anda sudah siap dengan segala risiko yang akan datang dalam kehidupan? Apalagi risiko tersebut berkaitan dengan kesehatan dan finansial. Faktanya, banyak sekali orang yang mengaku bahwa tidak siap. Padahal, pepatah bijak yang mengatakan bahwa sedia payung sebelum hujan sering terdengar. Artinya, sebelum risiko datang, Anda wajib mempersiapkan diri terutama jika berkaitan dengan urusan finansial.

Tentunya Anda pernah di tawarkan dengan beragam produk asuransi, seperti asuransi kesehatan ataupun asuransi jiwa. Namun, apakah Anda pernah mencari tahu lebih dalam mengenai asuransi syariah? Adapun, asuransi syariah ternyata tidak hanya membantu menyiapkan diri sebelum menghadapi risiko. Namun, asuransi syariah juga menerapkan prinsip tolong menolong. Yuk, ketahui lebih dalam mengenai perbedaan asuransi syariah dan konvensional.

Pengertian Asuransi Syariah dan Konvensional

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional, Mana yang Lebih Baik?

Asuransi Syariah

Adapun, pengertian asuransi syariah yaitu usaha untuk saling membantu dan berbagi sesama antara sejumlah orang ataupun pihak dengan melalui investasi. Baik dalam bentuk aset tabarru maupun yang memberikan pola pengembalian untuk bisa menghadapi risiko tertentu dengan menggunakan akad yang sesuai dengan syariah.

Perlu Anda ketahui, perusahaan Asuransi Syariah sebagai operator atau pengelola adalah untuk melakukan pengelolaan dana “tabbaru” dari para peserta untuk bisa saling tolong menolong. Pada segi praktiknya, dana tabbaru ini akan di kontribusikan oleh para peserta asuransi syariah hanya di gunakan untuk 4 hal. Yakni 4 hal ini adalah Ujrah, membayar reasuransi, santunan asuransi dan surplus underwriting.

Oleh karena itu, prinsip asuransi syariah yaitu tolong menolong (ta’awun/takaful) yang mana setiap peserta berkontribusi untuk menolong peserta lain. Baik dalam hal kebajikan serta dalam memberikan rasa aman saat terjadi risiko antar peserta. Jadi, proteksi syariah bisa memperkuat rasa persaudaraan, rasa kepedulian dan gotong royong bagi para peserta pada konsep sharing risk.

Asuransi Konvensional

Pada umumnya, definisi asuransi yakni suatu perjanjian antara perusahaan asuransi sebagai penanggung dengan peserta asuransi sebagai tertanggung. Selain itu, untuk asuransi konvensional adalah suatu produk asuransi yang mengedepankan prinsip jual beli risiko ataupun transfer risk.

Dengan begitu, premi yang akan di bayarkan oleh peserta bertujuan untuk bisa mengalihkan risiko finansial kepada perusahaan asuransi. Atau dengan maksud lain, tertanggung wajib membeli atau bergabung dengan perusahaan asuransi dengan status peserta asuransi.

Adapun, di perusahaan konvensional tertanggung wajib membayarkan sejumlah premi hingga perjanjian polis berakhir. Jika sebagai tertanggung tidak melakukan klaim sampai polis berakhir, maka perusahaan akan di untungkan. Keadaan ini di kenal juga dengan sebutan surplus underwriting.

Selain itu, jika ada peserta asuransi yang mengajukan klain dalam jumlah yang cukup besar dan dalam waktu dekat, maka perusahaan akan rugi. Keadaan ini di sebut juga sebagai defisit underwriting.

Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional (Non Syariah)

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional, Mana yang Lebih Baik?

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional (Non Syariah) yaitu bisa di lihat dari konsep pengelolaannya. Proteksi Syariah mempunyai konsep pengelolaan Sharing Risk sedangkan untuk Asuransi Konvensional (Non Syariah) Transfer Risk.

Konsep pengelolaan asuransi konvensional biasanya berupa Transfer Risk. Adapun, Transfer Risk ini merupakan suatu bentuk perlindungan dalam bentuk pengalihan risiko ekonomis atas meninggal ataupun hidup seseorang yang akan di pertanggungkan kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung risiko. Atau dengan maksud lain, peserta dengan membeli dan bergabung sebagai peserta asuransi konvensional akan di tanggung risiko ekonomisnya oleh si perusahaan asuransi.

Sedangkan untuk Sharing Risk adalah bentuk pengelolaan asuransi syariah dengan konsep dimana para peserta mempunyai tujuan sama yaitu tolong menolong. Adapun, tolong menolong ini melalui investasi aset atau tabarru yang akan memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu. Khususnya dengan menggunakan akad yang sesuai dengan syariah yang berlaku pengelolaannya ke Perusahaan Asuransi dengan imbalan Ujrah.

Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional Lainnya

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional, Mana yang Lebih Baik?

Selain perbedaan mendasar seperti di atas, ada juga beberapa perbedaan praktis antara proteksi asuransi syariah dan konvensional yang harus Anda ketahui.

1. Kontrak/Perjanjian/ Akad

Adapun perbedaan asuransi syariah dan konvensional yang pertama ada pada segi kontrak. Kontrak atau Akad di dalam asuransi syariah merupakan akad hibah (sejenis akad tabarru’) sebagai suatu bentuk ta’awwun (tolong menolong dan saling menanggung risiko antara peserta) sesuai dengan syariat Islam yang berlaku.

Sedangkan untuk kontrak pada asuransi konvensional yakni suatu kontrak pertanggungan oleh sebuah perusahaan asuransi kepada para peserta asuransi sebagai tertanggung.

2. Kepemilikan Dana

Kepemilikan dana merupakan perbedaan asuransi syariah dan konvensional yang kedua. Untuk proteksi Syariah ini biasanya menerapkan kepemilikan dana bersama (dana kolektif oleh para peserta). Jika ada peserta yang sedang mengalami musibah maka para peserta lain yang akan membantu (memberikan santunan) dengan melalui kumpulan dana tabarru’. Hal ini merupakan bagian dari prinsip sharing of risk. 

Adapun, prinsip sharing of risk ini tidak berlaku di asuransi konvensional. Yang mana, perusahaan asuansi lah yang akan mengelola dan menentukan dana perlindungan untuk nasabah yang berasal dari pembayaran premi perbulannya.

3. Surplus Underwriting

Surplus underwriting merupakan selisih lebih (positif) dari suatu bentuk pengelolaan risiko underwriting dana tabarru yang sudah di kurangi oleh pembayaran santunan, cadangan teknis, serta reasuransi yang telah di kalkulasi dalam satu periode yang sudah di tentukan.

Proteksi syariah akan membagikan Surplus Underwriting ini kepada para peserta sesuai dengan regulasi yang ada serta fitur suatu produk yang sudah di sepakati sebelumnya. Sedangkan untuk produk konvensional tidak akan mengenal surplus underwriting. Atau dengan maksud lain keuntungan underwriting asuransi konvensional menjadi pihak sebuah perusahaan asuransi dan tidak ada pembagian dana kepada peserta asuransi.

4. Mempunyai Dewan Pengawas Syariah

Tidak sama dengan asuransi konvensional, untuk bisa memastikan prinsip syariah maka suatu perusahaan asuransi syariah wajib mempunyai Dewan Pengawas Syariah yang bertugas melakukan fungsi pengawasan kepada pemenuhan prinsip syariah. Khususnya pada kegiatan usaha lembaga keuangan syariah dengan termasuk salah satunya yakni proteksi syariah

5. Melakukan Transaksi Halal dan Tidak Melakukan Transaksi yang Dilarang

Transaksi di sebuah Asuransi Syariah harus terhindar dari beragam unsur Maysir (Untung-untungan), Gharar (ketidakjelasan) serta Riba & Risywah (suap). Sementara itu, investasi yang berbentuk Tabarru’ harus di lakukan sesuai dengan syariat Islam, sehingga portofolio investasi hanya melibatkan instrumen-instrumen yang halal saja.

Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional Mana yang Lebih Baik?

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional, Mana yang Lebih Baik?

Dari penjelasan yang sudah di sebutkan di atas, sebaiknya Anda memilih Asuransi Syariah jika di bandingkan dengan Asuransi Konvensional. Hal ini karena, dalam Asuransi Syariah sudah jelas-jelas lebih banyak yang memberikan keuntungan dan kegiatannya sesuai dengan prinsip syariah yang ada di dalam ajaran agama Islam.

Selain itu Anda bahkan bisa memberikan pertolongan bagi sesama muslim yang sedang membutuhkan pertolongan. Karena Asuransi Syariah ini menjalankan seluruh sistemnya berdasarkan dengan ajaran Islam yang berlaku. Sehingga, lebih baik dalam menerapkan norma kejujuran dan bisa di percaya serta tidak ada niat untuk mengakali para nasabah.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *