Rangkuman Materi PAI Kelas 4 Bab 2 Kurikulum Merdeka

By | September 13, 2023

pusatdapodik.com

– Rangkuman Materi Pendidikan Agama Islam dan Karakter (PAI & BP) Kelas 4 SD Bab 2″Teladan Mulia Kurikulum Asmaulhusna” Merdeka.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hallo sahabat Kherysuryawan yang berbahagia, apa kabarnya hari ini? Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan sejahtera. Selamat datang kembali di blog edukasi ini, pada kesempatan kali ini admin Kherysuryawan akan membahas materi pelajaran pada mata pelajaran PAI Kurikulum Mandiri kelas 4 SD, khususnya materi yang akan dipelajari pada Bab 2 dengan judul Teladan Mulia Asmaulhusna” yang akan dipelajari pada kelas 4 SD pada kurikulum mandiri.

Bab 2 materi tentang Teladan Mulia Asmaulhusna” akan dipelajari di kelas 4 semester 1 kurikulum mandiri. Materi ini sengaja admin berikan rangkumannya dengan harapan dapat memudahkan guru dalam mengajar dan tentunya juga memudahkan untuk dipelajari siswa.

Kita ketahui bersama bahwa saat ini semua sekolah telah menerapkan pembelajaran kurikulum mandiri sehingga ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah, buku pelajaran yang akan digunakan harus sesuai dengan buku pelajaran mata pelajaran yang telah terintegrasi dengan pembelajaran kurikulum mandiri.

Jika di sekolah Anda pernah menggunakan kurikulum mandiri dan saat ini Anda memerlukan rangkuman atau rangkuman materi pada mata pelajaran tersebut Pendidikan Agama Islam dan Karakter (PAI & BP) Kelas 4 SD khususnya materi pada Bab 2, sehingga rangkuman materi secara lengkap bisa Anda dapatkan melalui artikel ini.

Rangkuman/rangkuman materi PAI kelas 4 Bab 2 tentang “Teladan Mulia Asmaulhusna” yang akan disampaikan pada postingan kali ini materinya bersumber dari buku teks Pendidikan Agama Islam (PAI) Kurikulum Kelas 4 SD Merdeka. Bagi anda yang belum mempunyai buku ajar PAI Kurikulum Mandiri kelas 4 bisa juga mendapatkan filenya melalui postingan ini.

Untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi pelajaran maka diperlukan rangkuman atau rangkuman, maka disini admin Kherysuryawan akan memberikan rangkuman/ringkasan materi mata pelajaran PAI kelas 4 SD Bab 2 dengan judul Teladan Asmaulhusna yang Mulia” dengan tujuan membantu siswa dalam belajar agar lebih mudah memahami materi yang ada.

Baiklah bagi anda yang ingin mengetahui rangkuman materi pelajaran pada mata pelajaran PAI Kelas 4 Kurikulum Merdeka Bab 2 dengan judul Teladan Asmaulhusna yang Mulia” maka silahkan lihat paparan dibawah ini:

Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai siswa pada pembelajaran pada Bab 2 adalah sebagai berikut:

  • Menjelaskan arti Asmaulhusna al-Mālik, al-Azīz, al-Quddūs, as-Salām dan al-Mu’min.
  • Membuat karya berupa kaligrafi al-Mālik, al-Azīz, al-Quddūs, as-Salām dan al-Mu’min beserta maknanya secara berkelompok.
  • Membiasakan diri dengan sikap menahan diri, mandiri, cinta kebersihan, menjaga mulut dan hidup tertib.
  • Meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa, Maha Mulia, Maha Suci, Maha Damai dan Pemberi Ketenangan.

A. Lima Asmaulhusna dan Artinya

1. Al Malik

Al-Mālik adalah salah satu nama Allah SWT. Al-Mālik yang agung berarti Kaisar, Penguasa seluruh makhluk-Nya. Allah SWT. Dialah yang mengatur segala urusan makhluk, karena hanya Allah SWT. Yang Maha Kuasa dan Pemberi rezeki. Dialah yang menguasai dan mengatur hidup dan mati seluruh makhluk.

Allah SWT. mempunyai kewenangan mutlak untuk mengatur dan memutuskan kepentingan semua makhluk tanpa memerlukan pertolongan, tanpa dihalangi, dan tanpa memerlukan pendukung.

Allah SWT. mengampuni dosa, menghilangkan kesusahan, menghilangkan kesedihan, menolong orang yang terzalimi, menbalas penindas, memperkaya orang miskin, menafkahi orang lemah, menyembuhkan orang sakit, memuliakan orang yang terhina, merendahkan orang yang mulia, mengabulkan doa, meninggikan dan menurunkan derajat seseorang. Dalam mengelola kekuasaan-Nya, Tuhan Swt. keseimbangan antara keadilan, kebaikan, kebijaksanaan, kemaslahatan dan rahmat.

2. Al-‘Azīz

Al-‘Azīz merupakan nama yang mencerminkan keagungan dan keagungan alam[1]Miliknya. Allah SWT. mempunyai kedudukan yang tinggi. Dialah satu-satunya pemilik segala kemuliaan dan Dia memuliakan siapa saja yang Dia kehendaki.

Atas kehendak-Nya seseorang dapat menjadi mulia dan atas kehendak-Nya seseorang dapat menjadi rendahan. Kita harus menjaga kemuliaan dan kehormatan dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi perbuatan dosa. Jadi benar sekali Allah SWT. adalah Al-‘Azīz, Tuhan Yang Maha Mulia yang tidak membutuhkan apapun dari makhluk-Nya. Tuhan Yang Maha Tinggi, tidak ada satu pun makhluk-Nya yang mampu mencapai ketinggian hakikat-Nya.

Tanda kekuasaan dan keagungan Tuhan. pada setiap makhluk terlihat pada rezeki yang Dia berikan, ilmu, hikmah dan juga pada setiap rahmat.

3. Al-Quddus

Al-Quddūs artinya Allah SWT. merupakan Zat yang disucikan dari segala macam kekurangan. Allah SWT. adalah satu-satunya ibadah bagi semua makhluk. Al-Quddūs juga menunjukkan bahwa Allah SWT. Maha Suci dari kemiripan makhluk dengan-Nya dan Maha Suci dari segala sesuatu yang menyerupai-Nya.

Allah SWT. bebas dari segala kekurangan dan kekurangan. Dia berhak atas semua sifat kesempurnaan.

4. As-Salam

As-Salam artinya Allah Swt. Maha Kuasa dan Maha Menyelamatkan. Makna yang terkandung dalam Asmaulhusna adalah Dia aman dari segala aib dan kekurangan karena kesempurnaan Dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Allah SWT. pemberi keselamatan kepada hamba-Nya.

As-Salam juga mencerminkan kasih sayang dan kedamaian. Allah SWT. adalah Allah yang senantiasa melindungi dan memberikan rasa tenteram kepada hamba-hamba-Nya. Perdamaian merupakan simbol kebahagiaan bagi seluruh umat manusia. Nama As-Salām mengajarkan kita untuk selalu menebar perdamaian dan menghindari pertengkaran

Perdamaian artinya padamnya api permusuhan disertai penanaman cinta dan kasih sayang. Islam sangat menganjurkan terciptanya perdamaian. Oleh karena itu, salam digunakan sebagai tanda penghormatan terhadap sesama umat beriman di dunia. Di akhirat nanti, mereka akan mendapat salam hormat dari Allah SWT.

5. Al-Mu’min

Al-Mu’min artinya Allah SWT. adalah Tuhan yang memberikan rasa aman kepada seluruh makhluk-Nya. Dialah yang melindungi dan memberikan segala kemudahan bagi hamba-hamba-Nya, agar mereka dapat hidup tenteram. Karena Tuhan memang seperti itu, kita harus berusaha menciptakan rasa aman bagi semua orang di sekitar kita, seperti keluarga, tetangga, dan teman

Al-Mu’min juga memahami bahwa:


Allah SWT. memberikan keamanan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa dari siksa.


Allah SWT. penuhi janji-Nya kepada seluruh hamba yang beriman dan bertakwa dengan memberikan kemenangan besar dan masuk surga penuh kenikmatan.


Allah SWT. memberikan rasa aman kepada mereka yang takut

B. Berakhlak dengan Lima Asmaulhusna

Beberapa contoh akhlak meneladani sifat Allah dalam lima Asmaulhusna al-Mālik, al-Azīz, al-Quddūs, as-Salām dan al-Mu’min antara lain:

1. Tahan

Menahan diri dari tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain merupakan salah satu bentuk pengendalian diri. Pengendalian diri dapat diterapkan dengan banyak cara. Misalnya menahan diri untuk tidak membeli sesuatu yang tidak penting, menahan diri untuk tidak bermain secara berlebihan, menahan diri untuk tidak melakukan kecurangan.

Pengekangan adalah cerminan dari kemampuan mengendalikan diri ketika ingin berbuat jahat atau merugikan orang lain. Hal ini merupakan bagian dari akhlak yang dicontoh oleh Asmaulhusna Al-Mālik.

2. Mandiri

Berarti mandiri melakukan semuanya sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Pembiasaan hidup mandiri harus dimulai sejak dini. Makan sendiri, mandi sendiri, berpakaian sendiri, siapkan perlengkapan sekolah sendiri. Hidup mandiri akan melahirkan anak-anak yang tangguh, optimis, dan percaya diri dalam hidupnya. Ia tidak mudah bergantung pada orang lain dalam pekerjaannya, baik itu orang tua, saudara, atau teman.

Kemandirian akan mengantarkan seseorang pada derajat kejayaan. Mulia di hadapan Tuhan dan manusia. Terhormat di hadapan Allah, karena mengikuti anjuran hukum yang dicontohkan oleh nabi-Nya. Mulia dihadapan orang karena orang lain tidak merasa terganggu dengan sikapnya.

Perilaku mandiri merupakan contoh tindakan yang meneladani Asmaulhusna Al-‘Azīz. Dengan mandiri maka hidup menjadi mulia.

3. Cinta kebersihan

Sifat manusia menyukai keindahan dan kebersihan. Agar semua manusia ingin hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan. Mencintai kebersihan diajarkan dalam agama Islam. Selain itu juga mempunyai dampak menguntungkan bagi kesehatan, baik jasmani maupun rohani.

Oleh karena itu, kebersihan merupakan hal yang mendapat perhatian besar dari agama Islam. Nabi Muhammad SAW. mengatakan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Perhatian Islam dapat dibuktikan dengan kewajiban berwudhu sebelum shalat, anjuran melakukan siwak, kewajiban mandi, dan bersuci setelah hadas.

Memperhatikan kebersihan tidak hanya sekedar kebersihan badan, pakaian dan tempat saja. Namun yang terpenting adalah kebersihan hati. Islam meminta kita untuk menghindari penyakit hati seperti kesombongan, iri hati, kemunafikan, dan kesombongan diri.

Kebiasaan hidup bersih merupakan akhlak terpuji yang diteladani dalam Asmaulhusna Al-Quddūs. Setiap saat kita harus berusaha menjaga diri, lingkungan dan alam sekitar tetap bersih.

4. Jaga lisan

Pernahkah kamu merasa senang karena ucapan sopan dari temanmu? Atau pernahkah kamu terluka karena perkataan temanmu juga?

Inilah manfaat dan bahaya pidato lisan. Terkadang hal itu membuat orang bahagia dan di lain waktu membuat orang terluka. Maka jagalah perkataanmu tetap menyenangkan, bukan menyakitkan. Berhati-hatilah terhadap apa yang Anda katakan! Pikirkan pro dan kontranya sebelum mengungkapkannya dengan kata-kata!

Jadi untuk apa penggunaan oral?

Gunakan lidahmu untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, menasihati kebaikan, mengajarkan ilmu dan amal shaleh lainnya sesuai tuntunan. Jauhi dosa lisan seperti adu mulut, fitnah, ghibah, mencela aib seseorang. Kita harus selalu menjaga lidah kita dari perkataan yang menyakiti perasaan orang lain. Artinya kita sudah membuat orang lain tenang dan tenteram. Inilah salah satu perilaku yang meneladani Asmaulhusna As-Salām.

5. Menjalani kehidupan yang teratur

Suasana ketidakamanan, ketakutan dan kemarahan akan merasuki suasana hati setiap orang jika ketertiban tidak dipatuhi.

Kepatuhan terhadap aturan harus menjadi kebiasaan. Dimanapun kita berada dan kapanpun kita berada. Saat Anda berada di rumah, sekolah, masjid, atau tempat lain, ikuti aturannya! Hal inilah yang menjadi kunci terciptanya rasa aman di masyarakat. Mengikuti aturan-aturan ini disebut tertib. Menciptakan ketertiban agar orang lain merasa aman adalah salah satu contoh Asmaulhusna Al-Mu’min.

Demikianlah rangkuman materi PAI kelas 4 Bab 2 Kurikulum Mandiri yang dapat admin Kheryuryawan sampaikan dan bagikan melalui artikel kali ini.

Bagi anda yang membutuhkan file buku teks Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter Kurikulum Kelas 4 SD Merdeka, silahkan dapatkan filenya dibawah ini:

  • Buku Guru & Siswa PAI Kurikulum Kelas 4 SD Merdeka – (DI SINI)

Demikian informasi mengenai Rangkuman/Ringkasan Materi Pelajaran PAI Kelas 4 SD Bab 2 dengan Judul Teladan Asmaulhusna yang Mulia” yang dapat admin sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga rangkuman ini dapat membantu para siswa dan guru yang akan menggunakannya sebagai bahan pembelajaran pada kurikulum mandiri.

Semoga bermanfaat !

www.pusatdapodik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *