Sensasi Camilan Spanyol Di Balik Segelas Cokelat

Sensasi Camilan Spanyol Di Balik Segelas Cokelat

Mal tersebut merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang paling banyak menyerap energi untuk dikunjungi. Karena selain tempatnya yang cukup luas, posisinya yang berada di jalur utama kota Jakarta menjadikannya akrab dengan macet.

Sejak menginjakkan kaki di depan pintu masuk lantai dasar, rasa capek sudah mulai menghantui setelah melihat kondisi mal. Bisa dibayangkan dengan mal sebesar itu, berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk menelusuri setiap sudutnya.

Baru menginjak lantai dasar saja, sejumlah brand kuliner nasional maupun internasional sudah berjejer ibarat jamur. Pada akhirnya, setingkat demi setingkat berhasil dilalui tetapi hanya sampai ke lantai satu atau tiga lantai dari lantai paling dasar. Langkah kami terhenti pada sebuah brand yang tampilannya cukup mencolok mata.

Churreria, Spanish Chocolateria, nama brand tersebut. Dari kalimat yang tertulis di outletnya itu jelas sudah itu adalah kedai cokelat khas Spanyol. Setelah 40 menit menikmati hidangan Churreria, kamipun bertanya kepada salah satu karyawan yang ada. Untuk memastikan apakah prasangka kami sejak awal tadi benar, apakah benar Churreria ini berasal dari Spanyol, dan apakah bisnis ini di franchisekan.

Ternyata bisnis itu didirikan oleh orang Indonesia sendiri bernama Kent Rusli, pada tahun 2012 dengan outlet pertamanya di Grand Indonesia. Sejak tiga bulan berdiri langsung ditawarkan secara franchise berdasarkan permintaan sahabat Kent Rusli sendiri. Outlet franchise tersebut dibuka di Serpong Tangerang. Selanjutnya manajemen Churreria memutuskan untuk mengembangkan sendiri outletnya di kota Jakarta. Hingga pada saat ini hadir di Mall Of Indonesia, Mall Kelapa Gading, Puri Indah Mall, Kota Kasablanka, dan Gandaria City Mall.

Ide konsep Churreria sendiri diambil dari salah satu kedai pinggir jalan di Sidney, Australia, yang menyajikan beberapa menu cokelat panas dan sangat diminati masyarakat setempat. Pembelinya rela mengantri berjam-jam untuk bisa menikmati produk kedai pinggiran itu.

Chureria sendiri mempersepsikan diri sebagai kedainya para pecinta cokelat. Oleh karenanya, cokelat yang disajikan benar-benar cokelat murni tanpa campuran. Bahan bakunya diimpor langsung dari luar negeri. Berbagai varian produk cokelat yang disandingkan dengan sejumlah snack seperti Churros atau yang mirip dengan Cakwe Medan mampu menarik penikmat cokelat ke Churreria dan mampu menciptakan marketnya sendiri.

Walaupun menu utamanya adalah cokelat, Churreria tetap melengkapi menunya dengan beberapa menu umum lain seperti cake, coffee, pasta, nachos, Spagetti, dan lain-lain. Menu-menu tersebut merupakan pelengkap yang juga kerap dicari pengunjung ketika berada di Churreria.

Investasi franchise Churreria sebesar Rp 1,7 miliar untuk 90 meter persegi, di mana franchisee fee sebesar Rp 750 juta untuk 3 tahun (termasuk dalam biaya investasi awal, royalti fee yang diberlakukan pasca 3 bulan buka 3% sampai 5%.

Source http://majalahfranchise.com/ https://www.majalahfranchise.com/article/156/sensasi-camilan-spanyol-di-balik-segelas-cokelat
Comments
Loading...