Telesindo Ekspansi dengan Bisnis Waralaba

Telesindo Ekspansi dengan Bisnis Waralaba

Waralaba Telesindo tergolong berhasil. Hengky mengaku sejauh ini sudah ada 100 investor yang menyatakan berminat membeli waralaba Telesindo. Namun, baru seperlimanya dulu yang dilayani untuk pembukaan toko handset, vocer, plus aksesori ponsel. Dari 100 calon investor itu, semuanya adalah teman-teman Hengky dari kalangan pedagang vocer handphone.

Konsep waralaba Telesindo beda dari gerai toko konvensional. Perbedaannya tidak terlalu mencolok. Nantinya waralaba Telesindo tidak hanya menjual handset, vocer dan aksesori ponsel, tapi juga multiproduk. Modal pembukaan waralaba Telesindo bervariasi. Tergantung market exposure di lokasi yang telah dipilih franchisee.

Berdasarkan potensi pasar itulah, Hengky membagi tiga macam tawaran waralaba tokonya: dengan investasi Rp 100-150 juta; Rp 150-250 juta; dan Rp 250-500 juta. Jika wilayah yang dipilih tidak terlalu ramai dan letaknya di kota kecil, modal investasinya cukup Rp 100-150 juta.

Dengan modal investasi yang beda, masa titik impas investasinya juga berlainan. Hengky optimistis untuk jenis investasi Rp 100-150 juta, franchisee bisa mencapai break even point (BEP) pada tahun pertama. Sementara untuk toko yang investasinya menelan dana Rp 200-250 juta diperkirakan bakal BEP pada tahun kedua.

Lalu yang menginjeksikan modal Rp 250-500 juta diperkirakan BEP di tahun ketiga. Untuk supporting franchisor kepada franchisee, standar seperti prinsipal lain. Misalnya suplai produk, materi iklan, pelatihan SDM dan product knowledge.

Beberapa kriteria waralaba yang berhasil antara lain, pertama: kredibilitas. Franchisor harus merupakan sosok yang terpercaya di mata investor. Artinya, daya tarik mereknya kuat di mata konsumen, baik merek perusahaan maupun produk.

Kedua, unik dan ada diferensiasi bisnis. Ketiga, sistem operasional dan formula bisnisnya bisa diduplikasi dalam jangka pendek oleh mitra usaha. Keempat, margin profitnya cukup untuk dibagi antara pewaralaba dan terwaralaba, sehingga memungkinkan terwaralaba cepat meraih return on investment.

Dalam franchise distributor vocer, Utomo menyarankan pentingnya efisiensi operasional. Alasannya, meski penjualan vocer itu berulang, oleh karena margin tipis, efisiensi operasional menjadi mutlak. Idealnya, waralaba ini, lanjut Utomo, akan mengalami BEP pada umur satu-dua tahun.

Tak hanya waralaba yang ditawarkan Hengky untuk mengantisipasi mature-nya bisnis telekomunikasi yang bakal terjadi dua-tiga tahun mendatang. Saat ini Telesindo Shop dikenal sebagai distributor resmi HP dan aksesori original merek Nokia, Samsung, Sony Ericsson, Motorola, Blackberry, LG dan satu lagi produk buatan Cina bermerek Tiphone.

Nilai omset penjualan vocer ponsel besar, tapi marginnya sangat tipis. Ia memberi contoh, vocer Telkomsel menghasilkan pendapatan sekitar Rp 3 triliun lebih per bulan dan XL Rp 1,1 triliun. Akan tetapi, marginnya cuma berkisar 1%-3,5% dari total omset.

Source https://swa.co.id/ https://swa.co.id/swa/listed-articles/telesindo-ekspansi-dengan-waralaba
Comments
Loading...