Usaha Waralaba Kuliner Seblak Raja Pedas

Usaha Waralaba Kuliner Seblak Raja Pedas

Walaupun hanya berbahan baku kerupuk, namun nama seblak setahun terakhir cukup popular karena diminati masyarakat. Hal tersebut bisa dilihat dari mudahnya menemukan penjaja seblak dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan. Salah satunya yaitu Andri Waryadi yang terjun ke usaha seblak sejak 2012. Kebosanan terhadap rutinitas bekerja, membuat pria yang akrab disapa Andri ini memutuskan untuk berwirausaha.

Memiliki istri yang ahli memasak memuluskan niat Andri berkreasi dengan menghadirkan berbagia macam menu seblak. Selain banyak varian menu yang ditawarkan, Andri juga menawarkan tingkat kepedasan yang berbeda untuk menarik lebih banyak minat konsumen. Tak heran ia pun memberi nama usahanya Seblak Raja Pedas

Pada tahun 2013, Andri membuka kesempatan kerja sama kemitraan. Ada 2 sistem yang ditawarkan yaitu sistem kemitraan mandiri dan syariah. Untuk kemitraan mandiri sangat cocok bagi mereka yang ingin membangun usaha. Dengan investasi Rp 16 juta, mitra akan mendapatkan booth, peralatan masak, dan berbagai keperluan lainnya. Dalam sistem kemitraan Mandiri, semua keuntungan untuk mitra usaha. Namun untuk menjaga kualitas rasa, mitra usaha harus membeli bahan baku bumbu pada pusat. Sementara itu, kontrak kerja sapa berlaku 3 tahun yang bisa diperpanjang dengan membayar 70%-80% dari investasi awal.

Sedangkan untuk kemitraan system Syariah cocok untuk mereka yang sibuk dan ingin memiliki pasif income. Dengan investasi sebesar Rp 19 juta, pihak pusat akan mempersiapkan dan juga menjalankan usaha. Untuk menunjang sistem syariah yang ditawarkan, Andri sudah mempersiapkan sebuah konsep usaha yang sangat detail sehingga mitra usaha akan tahu semua tentang usahanya per harinya.

Dalam sistem kerja sama syariah ini, pihak pusat akan menjamin omset yang didapat mitra usaha setiap bulan. Lebih lanjut Andri mengatakan bila usaha mitra tidak bisa mencapai target omset per hari atau di bawah 50% dalam satu bulan maka omset tersebut akan diganti dengan profit yang didapat dari kedai usaha seblak miliknya. Dengan sistem kerja sama ini, mitra usaha akan mendapat bagi hasil sebesar 50% dari keuntungan bersih yang didapat setiap bulan.

Dari pengalaman para mitra usaha, keuntungan bersih yang didapat mulai dari Rp 1,5 juta hingga lebih dari RP 4 juta. Dari keuntungan tersebut rata-rata mitra usaha diasumsikan bisa balik modal dalam waktu 6 bulan.

Dalam waktu 3 tahun usaha seblak berjalan, Andri telah memiliki 14 cabang milik sendiri, 15 gerai Mitra Mandiri dan 24 gerai Mitra Syariah yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung, Jawa Barat.

Training dan Survei Ketat

Kesuksesan Andri membangun usaha seblaknya dan sistem kerja sama yang diterapkan tak lepas dari survei tempat dan training yang ketat. Untuk survei, Andri mempersiapkan tim khusus untuk melakukan survey selama 3 hari baik pagi, siang, sore hingga malam. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui orang yang melintas, jauh tidaknya dari pesaing, sehingga semuanya bisa diperhitungkan.

Perlakuan serupa juga dilakukan terhadap training karyawan yang sesuai dengan skill yang dibutuhkan karena usaha ini membutuhkan kecepatan dalam mengolah masakan maka training dilakukan selama sekitar 1 minggu hingga 1 bulan. Setelah mendapat pembekalan selama 3 hari di pusat, khusus untuk bagian masak akan 1 minggu ditempatkan di lokasi yang tidak terlalu ramai, lalu 1 minggu akan ditempatkan di lokasi yang sedang, dan 1 minggu akan ditempatkan di lokasi usaha/cabang yang ramai.

Dalam usaha ini Andri tidak mendapatkan kendala berarti, namun ia masih agak sulit untuk menemukan karyawan dengan kemampuan yang sesuai dengan keinginannya.

Contoh Outlet Seblak Raja Pedas

Info Lebih Lanjut

Seblak Raja Pedas
Jl. Raya Siliwangi Pemulang No. 11 Ruko Pondok Benda No. 4, Rt 01/10 Pondok Benda-Pamulang
Telp : 081906118869
Website : http://seblakrajapedas.blogspot.co.id

Source seblak raja pedas Usaha waralaba seblak
Comments
Loading...