Usaha Waralaba Lokal Yang Miskin Bimbingan

Usaha Waralaba Lokal Yang Miskin Bimbingan

Saat ini menjamurnya bisnis waralaba cukup disambut positif oleh para pelaku usaha di Tanah Air. Di sisi lain, banyaknya pameran bisnis, maupun iklan-iklan yang menawarkan bisnis franchise kepada masyarakat harus disikapi dengan upaya edukasi yang optimal terhadap pelaku bisnis franchise, baik kepada franchisor maupun franchisee.

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia Amir Karamoy menilai, pertumbuhan bisnis franchise yang hadir di tengah masyarakat adalah sebuah keniscayaan. Dia juga menyoroti masuknya sejumlah waralaba asing ke Indonesia.

Saat ini waralaba asing yang ingin masuk ke Indonesia juga masih menunggu-nunggu peraturan baru dari pemerintah yaitu dari Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang waralaba. Selama ini, ada waralaba asing yang sifatnya seperti monopoli.

Bentuk monopoli tersebut sesungguhnya tidak bisa dikategorikan sebagai waralaba. Bagi Amir, yang namanya franchise harus ada kesepakatan antara dua pihak, dan gerai-gerainya bisa dimiliki oleh masing franchisee. Saat ini cukup banyak waralaba lokal yang bisnisnya cepat mati atau kondisinya mati suri.

Sebetulnya banyak juga dari pelaku bisnis waralaba itu yang bisnisnya belum siap untuk diwaralabakan. Jadi kemunculan mereka semacam dikarbit. Jadinya banyak yang tidak kuat menghadapi persaingan sehingga mereka cepat mati atau mati suri.

Padahal, dari bisnis waralaba inilah yang bisa menghasilkan lapangan pekerjaan dengan mudah. Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar mengatakan bisnis franchise di Indonesia telah mencapai Rp 160 triliun dan telah menciptakan hampir 1 juta tenaga kerja.

Namun, dia menyayangkan bahwa pemerintah belum menyentuh secara langsung bisnis ini. Sementara, bisnis dengan potensi besar tersebut harusnya didukung oleh kaum wirausaha. Namun kini baru 2 persen warga Indonesia yang berinisiatif untuk melakukan wiraswasta. Jauh di bawah Singapura.

Source https://www.merdeka.com/ https://www.merdeka.com/uang/usaha-waralaba-lokal-yang-miskin-bimbingan.html
Comments
Loading...