Waralaba Ayam Bakar Dapur Sultan

Waralaba Ayam Bakar Dapur Sultan

Usaha kuliner menu ayam bakar masih tetap dilirik oleh pelaku usaha. Meski sudah banyak gerai yang menawarkan menu olahan ayam seperti ini, permintaan konsumen tetap saja ada. Itu yang membuat tawaran kemitraan usaha ayam bakar terus bermunculan.

Salah satunya adalah Ayam Bakar Dapur Sultan. Usaha ini berdiri pada tahun 2012. Fery Risky, Manager Franchise Ayam Bakar Dapur Sultan menceritakan, usaha ini diawali dengan membuka gerai kaki lima. Seiring perkembangan usaha yang positif, saat ini Dapur Sultan sudah mempunyai dua gerai ruko di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Ayam Bakar Dapur Sultan baru menawarkan kemitraan pada Juni 2014. Meski masih baru, mereka sudah mempunyai tiga mitra yang berada di Jakarta dan Bali. Sesuai dengan namanya, usaha makanan ini hanya menjual satu menu yaitu ayam bakar lengkap dengan nasi, sayuran, dan sambal.

Kelebihan produk ayam bakar Sultan berada dalam racikan bumbu ayam yang khas. Cita rasanya lebih gurih dan bumbunya meresap hingga ke dalam daging. Ada lima model investasi yang ditawarkan. Pertama, model gerobak dengan investasi Rp 15 juta. Kedua paket gerobak besar senilai Rp 30 juta. Ketiga, model ruko biasa dengan investasi Rp 50 juta, dan keempat, model ruko besar dengan harga paket investasi Rp 100 juta.

Lantas yang kelima, model mobil ayam bakar dengan nilai investasi Rp 250 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra adalah seluruh perlengkapan masak, bahan baku awal, desain interior, branding, dan perlengkapan lainnya. Sedangkan untuk model mobil, mitra mendapatkan tambahan satu unit mobil untuk berjualan.

Model mobil ini mempunyai kelebihan karena bisa berpindah-pindah tempat sesuai dengan keinginan pemilik. Jadi, omzet yang didapatkannya pun dapat lebih besar. Rencananya, akan ada satu mitra mereka di Bali yang akan membuka model mobil.

Untuk menjaga kualitas produk dan kesamaan rasa, pusat akan memasok seluruh kebutuhan bahan baku mitra. Tetapi khusus untuk mitra yang berada di luar Jakarta, akan diberikan resep dan pelatihan pengelolaannya sehingga seluruh bahan baku bisa membeli di luar.

Harga jual menu mulai dari Rp 13.000 per porsi sampai dengan Rp 18.000 per porsi. Total omzet sekitar Rp 23,4 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya pembelian bahan baku dan biaya operasional lainnya, porsi laba bersih yang didapatkan mitra bisa mencapai 50% dari omzet tiap bulan.

Erwin Halim, pengamat waralaba, menilai, gerai menu ayam bakar sudah banyak, sehingga Ayam Bakar Dapur Sultan harus bisa menonjolkan ciri khasnya. Selain itu, calon mitra juga harus mencermati dukungan pusat terhadap promosi dan pemasaran agar proyeksi bisnis tercapai.

Info Kemitraan

Ayam Bakar Dapur Sultan

Jl Jembatan 6, Belakang Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat

HP: 0812 8423 2190

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ https://peluangusaha.kontan.co.id/news/mengipas-tawaran-ayam-bakar-sultan
Comments
Loading...