Waralaba Belgian Waffle

Waralaba Belgian Waffle

Salah satu usaha yang tidak ketinggalan dengan besarnya peluang di bidang kuliner ini adalah Belgian Waffle. Dengan mengusung brand Belgian Waffle ini, owner sekaligus foudernya yaitu Kurniawan Thai memperkenalkan Waffle atau kue sepit khas belgia yang kreatif dan unik. Kini usaha yang didirikan Kurniawan pada bulan Juni 2014 ini telah memiliki tiga gerai dengan rincian dua milik mitra dan satu punya pusat. Belgian Waffle kini telah memiliki 10 gerai dengan rincian tujuh gerai punya mitra dan sisanya milik pusat.

Paket Investasi Kemitraan

Kurniawan menawarkan tiga paket investasi yaitu paket Belgian Express kini menjadi Rp 55 juta, paket Belgian Premier menjadi Rp 70 juta dan paket Belgian Superior seharga Rp 90 juta. Masing-masing paket investasi ini sebenarnya sudah mengalami kenaikan Rp 5 juta dengan mengikuti tingkat inflasi yang ada. Peningkatan investasi ini memang tak bisa dihindari Kurniawan karena terjadi adanya kenaikan harga bahan baku yang terus melambung.

Meski harga biaya baku kian mencekik, Kurniawan tetap tidak berhenti untuk berinovasi dan berkreasi untuk menciptakan varian menu supaya semakin banyak konsumen lebih tertarik dengan Belgian Waffle miliknya. Hasil inovasi dan kreatifitas Kurniawan sendiri telah membuat wujud Belgian Waffle-nya dengan tampilan taburan baru seperti red bean, choco peanut butter dan choco almond.

Karena jumlah investasi yang meningkat maka mau tak mau mempengaruhi harga jualnya yang berkisar antara Rp 10.000–Rp 17.000 per porsi. Belgian menargetkan hal yang sama yakni mitra bisa mendapatkan Rp 35 juta per bulan dengan asumsi penjualan 100 porsi−150 porsi per hari.

Selain melakukan inovasi dan kreasi, Kurniwan juga gencar melaksanakan sejumlah strategi pemasaran. Strategi pemasaran yang saat ini sedang dilancarkan Kurniawan sendiri adalah pemberian promo-promo menarik seperti pemberian diskon atau bonus minuman serta memberlakukan happy hour.

Kendala Usaha Belgian Waffle

Dalam perjalanannya selama 1 tahun lebih menggerakkan bisnis Belgian Waffle ini, Kurniawan sudah pernah menghadapi berbagai kendala dan rintangan. Kendala pertama yaitu mendapatkan tempat di pusat perbelanjaan yang kerap penuh yang membuat perkembangan gerainya mengalami jalan di tempat. Tempat yang baik seperti di dalam pusat perbelanjaan memang sangat diperlukan karena bisnis wafel ini diperlukan pasokan listrik yang besar di dalam ruangan.

Kendala lain dari bisnis ini adalah tingginya biaya sewa tempat dan adanya peraturan di pusat perbelanjaan tertentu yang melarang menjual produk makanan sejenis. Kurniawan menjelaskan, biaya sewa tempat paling murah di foodcourt saat ini adalah sebesar Rp 4 juta per bulan. Di pusat perbelanjaan ternama, sewa tempat bisa mencapai Rp 2,5 juta per bulan. Karena ukuran Belgian Waffle minimal 4 m², maka mitra harus merogoh kocek sebesar Rp 10 juta per bulan untuk sewa.

Untuk mengatasi kendala ini, Kurniawan berencana untuk kembali berinovasi dengan membuat waffel menggunakan kompor gas sehingga bisa berjualan di tempat terbuka. Dengan inovasi ini akhirnya calon mitra yang akan bergabung yang masih dalam daftar tunggu pun bisa segera memulai menjalankan usahanya.

Source Waralaba Belgian Waffle Belgian Waffle ~ Bisnis Kuliner Kue Sepit Khas Belgia yang Tawarkan Kemitraan Menguntungkan
Comments
Loading...