Waralaba Butuh Investasi Besar

Waralaba Butuh Investasi Besar

Salah satu tujuan pembatasan jumlah gerai milik pemberi waralaba sendiri adalah untuk membuka peluang bagi investor lokal. Khususnya, kesempatan untuk memiliki gerai waralaba asing yang sudah lama berbisnis di Indonesia, tapi belum menawarkan sub-waralaba.

Waralaba KFC misalnya. Di Indonesia, hak waralabanya berada di bawah kendali PT Fastfood Indonesia Tbk. Sejak tahun 1978, perusahaan yang tergabung dalam grup Gelael ini menguasai seluruh gerai KFC di Indonesia. Saat ini, jumlah outlet ayam goreng sudah mencapai lebih dari 400 gerai, tersebar dari Aceh hingga Papua.

Meski berstatus waralaba, PT Fastfood Indonesia Tbk dalam situs resminya menyampaikan tidak membuka kerjasama dalam bentuk sub-waralaba untuk merek KFC, kecuali kerjasama lokasi. Kerjasama lokasi terbagi dalam dua skema. Sewa penuh dilakukan KFC dengan membayar uang sewa atau KFC memberikan sebagian dari omzet atau revenue sharing dengan pemilik lokasi.

Menanggapai ketentuan soal pembatasan gerai, Harold Frederic Ericfon Kaha, Legal and Industrial Relation Manager KFC Indonesia mengatakan, pihaknya keberatan. Pada prinsipnya, pemegang master franchise tak diberi wewenang untuk menggandeng sub-waralaba. Selain itu, tak gampang mencari mitra yang sesuai.

Membuka satu outlet KFC bisa menghabiskan dana hingga Rp 15 miliar. KFC bisa mendulang omzet sekitar Rp 3 triliun dengan 400 gerainya. Secara geografis, ekspansi yang dilakukan juga mendorong daerah yang belum berkembang seperti Gorontalo, Timika, Ternate, dan Luwuk Banggai.

Setiap pembukan gerai, KFC tak lupa menggandeng UKM di wilayah tersebut untuk memasok bahan baku ayam atau beras. Pengendali waralaba asing lainnya, yakni PT Sarimelati Kencana yang memiliki jaringan restoran Pizza Hut dan PT Rekso Nasional Food yang memegang master franchise McDonald di Indonesia tak memberikan tanggapan.

Jika Pizza Hut telah membuka 202 gerai sampai saat ini, McDonald telah memiliki 112 gerai hingga akhir tahun lalu. Tak hanya waralaba asing, dampak pembatasan jumlah gerai juga berimbas pada waralaba lokal yang memang jumlah gerainya sudah mencapai ribuan. Mereka adalah waralaba ritel Indomaret dan Alfamart.

Solihin Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mendukung aturan pemerintah untuk meningkatkan peran serta investor lokal. Adanya pembatasan ini akan membuat mereka kewalahan mencari mitra baru, terutama dalam pengembangan gerainya di daerah-daerah baru. Sebab, banyak daerah yang belum mengenal Alfamart.

Tanpa ada pembatasan pengusaha waralaba lebih senang mewaralabakan bisnisnya dibanding membangun gerai sendiri. Dengan menggandeng mitra bisnis, pengusaha tidak perlu mengeluarkan investasi menyewa tempat serta peralatan.

Saat ini Sumber Alfaria Trijaya sudah memiliki 6.253 gerai Alfamart. Dari total gerai itu, 30% merupakan milik mitra. Itu berarti, jumlah gerai milik pemberi waralaba lebih dari 4.000 unit. Lokasi sebagian besar gerai kami masih menyewa. PT Indomarco Prismatama, pemilik jaringan waralaba Indomaret telah membuka 6.700 gerai. Sekitar 30% merupakan milik sendiri.

Source https://industri.kontan.co.id/ https://industri.kontan.co.id/news/pemerintah-bakal-membatasi-jumlah-gerai-waralaba
Comments
Loading...