Waralaba Javafreeze

Waralaba Javafreeze

Bisnis kedai kopi masih menjanjikan. Terlebih, menyeruput kopi sambil bercengkrama bersama teman di kedai kopi, kini sudah menjadi tren. Bila kedai kopi kini semakin gampang ditemui. Salah satu pemain di bisnis adalah Javafreeze di Jakarta.

Kedai kopi yang berdiri awal 2011 ini, resmi menawarkan kemitraan pada Oktober 2011. Ravi Melwani, pemilik Javafreeze mengatakan, peluang bisnis kedai kopi masih menjanjikan. Mengusung 70 menu minuman kopi, Ravi optmistis, kedainya bisa bersaing dengan pemain kedai kopi lain.

Kedai kopi ini menawarkan beberapa menu kopi, seperti espresso, coffe latte, capuccino, dan teh Tarik sebagai produk unggulannya. Untuk menjaga mutu kopi yang disajikannya, Javafreeze hanya menggunakan biji kopi dari daerah Mandailing, Sumatra Utara. Kopi Mandailing memiliki kualitas dan cita rasa tinggi.

Javafreeze menawarkan lima paket investasi. Di antaranya paket java fleksibel senilai Rp 25 juta, java express Rp 40 juta, java premier, dan java island yang masing-masing Rp 45 juta. Terakhir, paket java superior sebesar Rp 55 juta. Semua paket sudah termasuk peralatan, booth, pelatihan, dan bahan baku awal.

Dari tiap paket tersebut, mitra bisa meraih omzet bervariasi mulai Rp 1 juta per hari pada hari biasa, dan Rp 1,5 juta pada hari libur dan akhir pekan. Dengan laba 35%, mitra diperkirakan bisa balik modal dalam waktu enam bulan sampai delapan bulan. Kerjasama ini tidak mengutip royalty fee. 

Di Javafreeze, setiap cangkir kopi dibanderol Rp 10.000-Rp 16.000 per cup. Saat ini, Javafreeze telah memiliki 30 gerai. Satu di antaranya milik sendiri dan selebihnya milik mitra. Para mitra ini tersebar mulai di Jakarta, Medan, Bandung, dan kota besar lainnya.

Ravi menargetkan mampu menambah dua gerai baru setiap bulannya. Ravi sengaja membatasi untuk mempermudah fungsi kontrol terhadap gerai milik mitra. Ia berharap, dengan semakin terbukanya pasar kopi di Indonesia, nama Javafreeze bisa semakin dikenal publik.

Salah seorang mitra Javafreeze adalah Christanti yang membuka gerai di kawasan Artha Gading, Jakarta Utara sejak November 2011. Ia mengaku tertarik bergabung karena terkesan dengan booth Javafreeze yang menarik serta rasa kopinya yang mantap.

Ia mengambil paket java island senilai Rp 40 juta. Christanti mengaku, bisnis kedai kopinya kini semakin berkembang. Dengan banyaknya menu kopi yang dihadirkan, jumlah pelanggannya terus bertambah. Dalam sehari, ia menjual minimal 20-30 cup kopi yang harganya berkisar Rp 10.000-Rp 16.000 per cup.

Omzet yang dikantonginya berkisar antara Rp 400.000-Rp 500.000 per hari. Meski agak meleset dari target awal, tapi ia yakin dalam empat bulan ke depan bisa balik modal. Ia pun berharap brand Javafreeze makin dikenal publik, sehingga dapat mempengaruhi perolehan omzetnya.

Khoerussalim Ikhsan, pengamat waralaba dari Entrepreneur College berpendapat, prospek bisnis kopi dari waktu ke waktu memang makin menjanjikan. Hingga saat ini, menurut dia, belum ada tanda-tanda bisnis ini mulai jenuh.

Akan tetapi, peluang yang besar ini sudah dikerubuti banyak pemain. Makanya, setiap pemain, terutama pendatang baru harus bisa menonjolkan kelebihannya dari kompetitor. Hal itu bisa dilakukan dengan memperkaya jenis kopi yang disajikan.

Begitu juga dengan Javafreeze. Harus bisa menguatkan cita rasa kopinya sebagai alat utama untuk mengidentifikasi brand tersebut. Kepada calon mitra yang akan bergabung, ia menyarankan untuk melihat sumber daya manusia di brand tersebut. Ia bilang, bisnis franchise harus ditopang SDM yang berkualitas. Banyaknya brand kuliner yang rontok di tengah jalan karena SDM gagal menjaga stabilitas bisnis.

Contoh Outlet

Javafreeze 
Jl. Arteri Pondok Indah No. 8G,
Jakarta Selatan 2240,
Telp: 021-7258151

Source Waralaba Javafreeze Menyeruput manisnya usaha kedai kopi
Comments
Loading...