Waralaba Klinik Nacik

Waralaba Klinik Nacik

Bersantai dan relaksasi menghilangkan kelelahan dan kepenatan setelah selama seminggu bekerja menjadi kegiatan yang lumrah bagi masyarakat modern di akhir pekan. Salah satu caranya adalah dengan mengunjungi rumah pijat. Ceruk pasar itulah yang ditangkap Muhammad Taufik Usman. Sejak 2001 silam dia mendirikan usaha jasa pijat bernama Klinik Nacik.

Hingga saat ini Taufik telah memiliki tiga gerai yang berada di Jakarta dan Tangerang. Taufik menawarkan kerjasama kemitraan sejak 2013. Ada dua mitra yang sudah bergabung yang berlokasi di Banjarmasin dan Semarang. Tidak hanya memberikan jasa pijat, Klinik Nacik juga menawarkan fasilitas pengobatan dan sekolah pijat. Taufik sendiri yang menjadi pengajar di sekolah pijatnya dan dia menciptakan gerakan-gerakan pijat sendiri. Taufik mengaku sudah mahir memijat sejak masih remaja. Taufik mengklaim cara memijat di tempat usahanya berbeda dengan tempat pijat kebanyakan.

Paket investasi yang ditawarkan sebesar Rp 75 juta. Nilai sebesar itu belum termasuk sewa tempat. Yang perlu diingat, kemitraan ini mengenakan biaya royalti sebesar 8% dari omzet dan kontrak kerjasama selama lima tahun.

Dengan modal tersebut, mitra akan mendapatkan standard operating procedure (SOP) untuk manajemen, sistem pembukuan, pelatihan karyawan, konsultasi, seluruh produk bahan baku awal, branding, dan karyawan. Untuk satu gerai yang baru buka biasanya pemilik waralaba akan menempatkan sekitar enam karyawan.

Taufik mensyaratkan luas tempat minimal ruko dua lantai atau sekitar 4 meter (m) x 15 m.  Harga jasa pijat di tempatnya berkisar Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per jam. Dalam satu bulan, Klinik Nacik mampu meraup omzet sekitar Rp 50 juta.

Setelah dikurangi biaya bahan baku, gaji karyawan dan biaya sewa tiap bulan, mitra masih mendapatkan laba bersih sekitar 40% dari omzet tiap bulan. Mitra sudah bisa mendapatkan modalnya kembali sekitar satu tahun.

Konsultan bisnis waralaba dari Proverb Consulting, Erwin Halim mengatakan, bisnis rumah pijat memang mempunyai pasar tersendiri. Bisnis rumah pijat yang sekaligus menawarkan pengobatan memang bisa dikembangkan di seluruh kota di Indonesia.

Perihal nilai investasi dan waktu balik modal, Erwin menilai tawaran ini masih wajar. Hanya saja, yang perlu diperhatikan oleh pemilik dan mitra adalah tenaga terapis. Sebab bila terapis sudah merasa mahir mereka cenderung akan membuka bisnis sendiri dan membawa konsumennya. Jadi harus diperhatikan untuk mengelola loyalitas para terapis ini.

Info Kemitraan

Klinik Nacik

Jln. Borobudur Raya Blok B No. 07, Ruko Sentra Karawaci Perum II, Tangerang, Banten

Telp. (021) 55654004

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ https://peluangusaha.kontan.co.id/news/memijat-alur-hoki-dari-klinik-pijat-nacik
Comments
Loading...