Waralaba Kriux Chicken

Waralaba Kriux Chicken

Sebagai menu makanan favorit masyarakat Indonesia, bisnis ayam goreng cepat saji lokal terus memberikan peluang keuntungan yang tiada habisnya. Keunggulan prodigy-produknya adalah harganya yang relatif terjangkau dibandingkan merek terkenal dari luar negeri. Kemitraan ayam goreng berinvestasi mini pun kian diminati.

Bagi masyarakat Indonesia, menu makanan ayam goreng cepat saji sudah lama dikenal dan masih menjadi primadona hingga kini. Ini terbukti dengan terus menjamurnya produk-produk baru dengan menu utama ayam goreng. Mulai dari produk asing sampai produk yang dibuat oleh pengusaha lokal. Tidak hanya produk, para pengusaha lokal ini juga menawarkan konsep waralaba dan kemitraan untuk memperluas pasar dengan lebih cepat.

Mundi Anugrah Nindya Putri mendirikan Kriux Chicken pada pertengahan April 2011. Meski baru seumur jagung, sudah ada tiga mitra yang dipastikan bergabung. Satu di Cimanggis sudah berjalan, sedangkan dua lagi di Kalisari dan Ciracas (Jakarta Timur) sedang dalam proses.

Mundi mendirikan Kriux karena kecewa ketika dulu pernah menjadi mitra suatu waralaba ayam goreng. Ia merasa hanya diperlakukan sebagai mitra saja tanpa adanya pengawasan dan pengontrolan. Setelah mengalami kegagalan, Mundi semakin terpacu untuk berhasil. Ia yakin bisnis makanan ayam goreng masih terlalu gurih untuk ditinggalkan.

Setelah mempelajari produk-produk yang ditawarkan, ia mengambil kesimpulan bahwa kebanyakan pewaralaba menggunakan monosodium glutamate (MSG) sebagai salah satu bumbu. Padahal, jika dikonsumsi terlalu sering bisa membahayakan.

Mulai tahun 2011, ia meramu resep sendiri. Bumbu yang digunakan lebih banyak dan beragam untuk menggantikan MSG. Tentu saja mitra harus membeli dua hingga tiga kali lebih banyak bumbu dibandingkan produk ayam goreng pada umumnya. Namun menurutnya, hal itu tidak mempengaruhi pasar. Buktinya, ia kebanjiran pemesan dan calon mitra.

Untuk membuka satu gerai, calon mitra hanya perlu membayar Rp 9 juta dan berlaku seumur hidup. Dana ini sudah mencakup segala kebutuhan peralatan, mulai dari etalase dari bahan aluminium, penggorengan ukuran 60 cm, kompor dan regulator, saringan minyak, dan baskom.

Kriux menyediakan bahan baku mulai dari minyak goreng enam liter, ayam bumbu tiga ekor dan tepung crispy tiga kotak. Kriux juga menyediakan pelatihan untuk satu orang karyawan beserta kostumnya. Dengan asumsi mitra yang baru buka bisa menjual tiga hingga lima ayam per hari, Kriux Chicken memperkirakan mitra akan memperoleh laba bersih Rp 2,2 juta per bulan. Dengan begitu, waktu yang dibutuhkan untuk balik modal sekitar lima hingga enam bulan.

Mundi juga menawarkan paket promosi berupa potongan investasi awal sebesar 50% bagi mitra yang ingin bekerjasama. Tawaran ini hanya berlaku hingga Agustus 2011. Jadi mitra hanya perlu menyediakan dana sebesar Rp 4,5 juta dengan fasilitas normal.

Kriux menawarkan menu ayam dengan harga berkisar Rp 5.000 hingga Rp 6.500. Mundi juga memberikan diskon harga khusus bagi konsumen yang membeli dalam jumlah besar. Kriux Chicken tidak mengenakan biaya waralaba dan biaya royalti kepada mitranya karena keduanya menyasar segmen ekonomi menengah ke bawah.

Erwin Halim, Konsultan Waralaba dari Proverb Consulting mengatakan, bisnis waralaba ayam goreng akan selalu memiliki pangsa pasar besar. Apalagi bila terwaralaba menawarkan paket murah. Prospeknya akan selalu cerah mengingat banyak konsumen yang menyukai ayam goreng dan jumlah penduduk ekonomi menengah ke bawah di Indonesia juga sangat banyak.

Contoh Outlet

Info Lengkap Hubungi

CHARLES (0853.4217.4455)

Source Waralaba Kriux Chicken Kriux Chicken
Comments
Loading...