Waralaba La Vindhy

Waralaba La Vindhy

Aswan Nasser adalah pemilik toko perlengkapan bayi La Vindhy. Aswan melihat bisnis pakaian bayi tidak pernah sepi. Pertumbuhan angka kelahiran yang tinggi di Indonesia membuka peluang bisnis ini. Setiap bayi yang lahir membutuhkan pakaian. Meskipun ada yang masih bisa menggunakan warisan saudaranya, saat ini lebih banyak orangtua yang memilih untuk membeli baju baru.

Belum banyak produsen pakaian yang secara spesifik menghasilkan pakaian bayi. Selama ini, pakaian bayi hanya merupakan diferensiasi dari produk pakaian anak-anak sehingga pemain yang khusus memproduksi pakaian dan perlengkapan bayi relatif masih sedikit.

La Vindhy adalah merek perlengkapan dan pakaian bayi didirikan Aswan Nasser dan istrinya, Sri Gamawati di Bandung, Jawa Barat. Mereka mencoba fokus khusus memproduksi pakaian dan perlengkapan bayi mulai dari pakaian lengkap, gendongan, popok, bantal, guling, hingga jenis kebutuhan untuk perlengkapan bayi lainnya, termasuk sepatu, gurita, hingga kaus kaki. La Vindhy hanya fokus memproduksi kebutuhan bayi usia 0-6 bulan.

Sri memproduksi pakaian dan perlengkapan bayi dengan kualitas yang lebih baik dari produsen lain sehingga harganya pun berbeda. La Vindhy memilih segmen konsumen menengah atas dengan kualitas yang lebih baik.

Saat ini, distribusi produk-produk La Vindhy sudah mencapai Tasikmalaya, Cirebon, Solo, Semarang, dan Surabaya. Bahkan produk sepatu bayi La Vindhy sudah merambah Afrika Selatan. Aswan menawarkan konsep kemitraan mulai tahun 2010. Hingga saat ini sudah empat mitra dari Bandung dan Jawa Barat yang bergabung.

Ia menawarkan kemitraan konfeksi dengan investasi awal Rp 43 juta. Mitra akan memperoleh dua unit mesin jahit, satu mesin potong kain, bahan baku awal, serta pelatihan dan pendampingan usaha. Mitra perlu ruangan sekitar 25 meter persegi (m²) untuk lokasi produksi berbagai pakaian bayi ini.

Dengan perkiraan penjualan 1.400 unit, mitra bakal mencetak pendapatan mitra sekitar Rp 33,6 juta per bulan. Setelah dikurangi ongkos produksi, mitra bisa balik modal sekitar delapan bulan. Mitra bisa menjual produk-produk bayi ini langsung ke konsumen atau menjualnya ke La Vindhy pusat kalau mitra masih kesulitan memasarkan produknya.

La Vindhy siap menampung produk-produk ini mengingat mereka masih kesulitan memenuhi permintaan. Sekarang La Vindhy baru mampu melayani 25% permintaan. Dari mitra yang ada, sekitar 40% dari produksi mereka dijual ke konsumen langsung dan sisanya diserahkan ke La Vindhy. Harga barang yang dijual ke La Vindhy lebih murah sekitar 15%-20% daripada penjualan ke konsumen.

Salah satu mitra La Vindhy di Garut, Amil mengaku mampu bersaing di tengah menjamurnya usaha konfeksi. Karena La Vindhy selalu menjaga kualitas barang, misalnya untuk jahitan pakaiannya harus rapi. Ia pun telah memiliki pelanggan tetap.

Amir memilih tipe investasi Rp 25 juta dengan satu mesin jahit. Ia sudah menambah dua mesin lagi dari hasil usaha. Kini Amil meraih pendapatan Rp 30 juta per bulan. Meski pesanan tinggi, ia belum mampu memenuhi seluruh permintaan. Ia terkendala kain. Karena sering telat jadi produksi sedikit terhambat. Kadang, ia perlu menunggu sepekan untuk mendapatkan kain.

Info Kemitraan

La Vindhy

Perumahan Simpay Asih

Jl. Mayang Asih No. 5, Bandung, Jawa Barat

022-75157841

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ https://peluangusaha.kontan.co.id/news/menimang-nimang-laba-bisnis-pakaian-bayi-1
Comments
Loading...