Waralaba Lapizza

Waralaba Lapizza

Di Indonesia, pizza sudah sangat populer. Gerai kudapan khas Italia ini sangat mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari kelas kaki lima di pinggir jalan hingga restoran. Bisnis ini menjamur lantaran banyak pemainnya menawarkan kemitraan usaha untuk mengembangkan usahanya.

Kendati sudah disesaki banyak pemain, peluang bisnis ini ternyata masih menjanjikan. Hal itu terlihat dari beberapa pewaralaba yang sukses menambah jumlah mitra usahanya selama beberapa tahun terakhir. Salah satu pelaku yang berhasil mengembangkan bisnisnya dengan cukup baik adalah Lapizza.

Pada Agustus 2014 lalu, bisnis besutan Cahyo Adi Wibowo ini memiliki 50 mitra. Cahyo mulai menjalankan bisnis pada 2007 dan setahun kemudian mulai menawarkan kemitraan. Dalam waktu 2 tahun, Adi berhasil menambah jumlah mitra menjadi sekitar 100 mitra aktif yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Banjarmasin. Sedangkan gerai milik sendiri ada 7 gerai di Kabupaten dan Kota Magelang.

Kunci perkembangan usaha ada pada kualitas pizza hasil racikannya. Pizza buatan Adi diklaim memiliki rasa yang sesuai dengan selera orang Indonesia. Selain itu, harga yang dibanderol tidak terlalu mahal karena memang menyasar segmen menengah ke bawah. Bisnis kuliner itu kuncinya rasa. Prinsip Adi, kalau rasanya enak, bisnisnya pasti berkembang.

Seiring dengan perkembangan skala bisnis, Adi meningkatkan nilai investasi kemitraan. Dari sebelumnya Rp 8 juta kini naik menjadi Rp 15 juta. Fasilitas yang didapat mitra diantaranya booth berbahan stainless, oven, bahan baku untuk 50 loyang, dan semua peralatan lengkap.

Lapizza menawarkan 5 pilihan rasa, yaitu ayam, sapi, sosis, jamur dan keju. Harga masing-masing menu berbeda tergantung toping. Rasa keju paling murah yaitu Rp 14.000, sementara rasa sapi dihargai paling mahal, iakni Rp 16.000 per porsi. Sedangkan ayam, sosis dan jamur harganya  Rp 15.000 per porsi. Mitra diperbolehkan menyesuaikan harga dengan kondisi pasar.

Dalam sehari, Adi menargetkan mitra bisa menjual 30 loyang sehingga memperoleh omzet sekitar Rp 12,5 juta per bulan. Setelah dikurangi belanja bahan baku, sewa tempat, gaji karyawan, dan biaya operasional lainnya, mitra bisa mengantongi laba bersih sekitar Rp 3,27 juta. Pusat tidak mengutip biaya royalti, hanya bahan baku seperti roti, saus dan keju mozarella harus dipasok dari pusat. Mitra diproyeksi mengalami balik modal dalam waktu 3 bulan.

Contoh Outlet

Info Kemitraan

Jl. Magelang- Purworejo Km 1,Tegalarum Magelang, Jawa Tengah, Indonesia

Phone : 085643887169/ 088216029019

Pin BB : 307D8DBD

E-maiL : wahyu.lapizzaindonesia@gmail.com wahyu_ariyanto03@yahoo.com

Source Waralaba Lapizza Lapizza
Comments
Loading...