Waralaba Larasati &Java Steak

Waralaba Larasati & Java Steak

Ayam Bakar Larasati & Java Steak merupakan pengembangan usaha ayam goreng Widoro Kandang yang sudah berdiri sejak 30 tahun silam di Solo. Dengan mengusung resep dan racikan bumbu yang sama, Prabho Sidhi Asmoro kemudian mendirikan usaha ini.

Berbeda dengan Widoro Kandang, restoran tradisional milik sang ibu, Prabho menerapkan konsep yang lebih modern. Ia pun hanya menonjolkan menu ayam dan bebek bakar. Pada April 2010 gerai Ayam Bakar Larasati & Java Steak masih memiliki tujuh mitra. Saat ini, Prabho pun berhasil menambah jumlah mitranya hingga 12 orang. Sementara itu, ada tiga mitra lagi yang sedang mengajukan proses perizinan.

Pertama, paket Rumah Makan Ayam Bakar Larasati dan Java Steak, dengan investasi Rp 100 juta. Kedua, paket Rumah Makan Ayam Bakar Larasati. Ketiga, paket Rumah Makan Java Steak. Nilai investasi untuk paket kedua dan ketiga sama, yakni Rp 85 juta.

Dengan membeli ketiga paket itu, mitra berhak memakai nama usaha selama lima tahun, mendapat software analisis keuangan, training, peralatan promosi dan desain ruang. Mitra pun harus menyediakan tempat usaha dengan luas minimal 100 m².

Untuk menjaga cita rasa tetap khas, mitra wajib membeli bumbu dan tepung dari Prabho. Mitra harus membayar biaya royalti sebesar 5%. Biaya ini mengalami penurunan, karena sebelumnya, Prabho mematok royalty fee sebesar 7%. Prabho ingin mitra mendapatkan keuntung lebih banyak.

Di setiap gerai mitra Ayam Bakar Larasati & Java Steak, Prabho memberi kisaran harga menu antara Rp 7.500 sampai Rp 13.000. Ia pun menaksir mitra bisa mengumpulkan omzet sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta dalam sehari. Alhasil, modal mitra pun bisa kembali dalam rentang waktu 15 bulan.

Info Lengkap Hubungi

Source Waralaba Larasati & Java Steak Larasati & Java Steak
Comments
Loading...