Waralaba Laundry on Kilo’s

Waralaba Laundry on Kilo’s

Gerai binatu kiloan memang sudah menjamur dibanyak tempat. Kebanyakan operasionalisasi gerai tersebut tak bertahan lama. Alasannya beragam, mulai dari salah penanganan, minimnya upaya perluasan jaringan pemasaran, sampai kualitas pelayanan.

Bagi yang tertarik untuk terjun di bisnis cucian, saat ini bisa melirik tawaran waralaba dari Laundry Melia. Setelah berkiprah selama 13 tahun di bisnis waralaba cuci satuan, Laundry Melia meluncurkan produk investasi dengan konsep binatu kiloan.

Supriyono membuat anak usaha cucian ini sengaja dilakukan. Kehadiran bisnis cuci kiloan ini sebenarnya untuk menjembatani calon terwaralaba dengan sumber keuangannya tidak terlalu besar, tapi ingin bergabung dengan Laundry on Kilo’s.

Produk ini hadir sejak akhir tahun lalu dan berlabel Laundry on Kilo’s. Supriyono mengatakan respon masyarakat cukup positif atas tawaran tersebut. Pada kuartal I-2010, pertumbuhan gerai Laundry on Kilo’s milik terwaralaba sudah berbiak jadi 20 gerai.

Hingga akhir Agustus lalu, jumlah gerai Laundry on Kilo’s yang telah beroperasi sebanyak 40 gerai. Tiap bulan Laundry on Kilo’s menerima 3-4 calon terwaralaba. Laundry on Kilo’s menyediakan tiga paket investasi. Pertama, Paket Silver dengan investasi awal Rp 85 juta. Kedua, Paket Gold Rp 100 juta. Ketiga, Paket Platinum Rp 140 juta. Tiap paket memiliki spesifikasi berbeda-beda.

Pada Paket Silver, terwaralaba mendapatkan tiga jenis mesin cuci, yakni dua mesin cuci front loading merek Elextrolux berkapasitas 7 kilogram (kg) dan satu mesin cuci top loading 10 kg, dengan pilihan merek LG, Toshiba, dan Panasonic.

Selain itu, ada juga dua setrika termasuk meja, satu mesin pengering listrik kapasitas 10 kg, serta satu stavolt dryer, satu tabung gas, dan satu meja spoting. Di luar mesin, terwaralaba juga mendapat media promosi, timbangan digital, pelatihan selama 14 hari dan supervisi grand opening, komputer serta peranti lunak laundry dan printer. Sudah termasuk franchise fee selama lima tahun Rp 20 juta.

Demi kelanjutan dan kesuksesan bisnis binatu, terwaralaba mesti menyiapkan ruang bisnis yang sesuai dengan kriteria dari prinsipal. Misalnya, ukuran gerai minimal 50 meter persegi dan berada di lokasi yang strategis.

Lokasi usaha ini harus berada di pinggir jalan raya dua arah, dekat dengan kawasan hunian minimal 2.500 kepala keluarga, dan berkapasitas listrik 5.500 watt. Supriyono mengestimasikan biaya sewa tempat binatu antara Rp 25 juta-Rp 35 juta setahun.

Usaha ini menetapkan biaya cuci Rp 8.000 per kg. Laundry on Kilo’s memprediksi, tiap mitra bisa mendapatkan volume cucian sebanyak 75 kg per hari. Dengan 26 hari masa kerja, Supriyono mengatakan, usaha ini bisa meraup omzet Rp 15,6 juta. Dengan demikian terwaralaba bisa mencapai titik impas dalam waktu 11 sampai 12 bulan.

Jacob Hendra, terwaralaba Laundry on Kilo’s di Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengatakan, tiap hari gerainya telah menerima order rata-rata sebanyak 70 kg. Dia membeli Paket Silver Laundry on Kilo’s yang beroperasi sejak Juni 2010.

Untuk meningkatkan volume pencucian, Jacob memberi fasilitas ekstra buat pelanggan. Dia berencana menambah layanan delivery cucian kepada pelanggan yang tinggal di seputaran Kelapa Gading. Selain itu Laundry on Kilo’s memisahkan barang cucian tiap pelanggan. Satu mesin buat satu pelanggan.

Contoh Outlet

Laundry on Kilo’s
Jl. Sengon No. 1, Janti, Yogyakarta
CP: Supriyono
Telp. 0274-7433100

Source Waralaba Laundry on Kilo's Cari untung dari bisnis binatu kiloan
Comments
Loading...