Waralaba Lokal Bersaing Dengan Waralaba Asing

Waralaba Lokal Bersaing Dengan Waralaba Asing

Pada dasarnya kedua jenis usaha makanan lokal dan asing memiliki perbedaan dan karakteristik yang berbeda. Dari segi selera, makanan tradisional tidak akan kehilangan pamor. Hal ini dikarenakan kekuatan promosi makanan tradisional itu berdasarkan rasa.

Trik marketing yang ditonjolkan yakni dari segi rasa harus benar-benar dijaga mutu dan kualitasnya agar tidak berubah-ubah. Karena ini merupakan usaha makanan, maka harus banyak orang yang mencicipi rasa dari makanan tersebut. Caranya tidak sulit, namun memerlukan biaya seperti membagikan voucher makan gratis bagi target pasar yang potensial atau memberikan diskon makan hingga hingga memberikan menu paket agar lebih menarik dan terkesan lebih hemat.

Jika dibandingkan, tentu makanan tradisional tidak sama dengan makanan asing. Waralaba asing, biasanya lebih mengutamakan dari sisi lifestyle dan suasana yang nyaman. Usaha waralaba makanan asing ini akan terus mencari inovasi-inovasi dalam hal penampilan untuk terus menarik pelanggan.

Pengusaha usaha waralaba makanan tradisional tidak perlu melawan arus promosi dengan ikut berlomba mengutamakan lifestyle, karena kekuatan usaha makanan ada pada rasa produk yang orisinal. Konsumen pasti tetap memilih makanan tradisional jika rasa masakan sudah terbukti kualitasnya. Makanan tradisional pun harus mencerminkan ciri tradisionalnya melalui kemasan, desain ruang, menu dan pelayanan yang ramah khas kedaerahan.

Aspek Yang Perlu Diperhatikan Dalam Usaha Waralaba Makanan

Agar usaha waralaba makanan dapat bertahan dalam waktu lama, maka penting untuk memperhatikan beberapa aspek penting, diantaranya:

  1. Kekuatan profil Pewaralaba (pemilik merek waralaba) dan citra merek waralaba yang dibangunnya.
  2. Profil konsumen (segmen pasar). Pilih waralaba makanan tradisional yang memiliki segment pasar yang lebih luas seperti yang banyak penggemarnya dan cocok untuk semua lidah dari berbagai suku dan daerah.
  3. Harus ada perbedaan karakteristik yang menjadi ciri khas waralaba maupun produk tersebut.
  4. Pilih lokasi yang ramai seperti dekat dengan perkantoran, mall atau food court.
  5. Lakukan survei untuk mengetahui plus minus usaha yang diambil. Hal ini perlu dilakukan karena berdasarikan survei, biasanya usaha makanan 50% gagal di tahun awal, 75% gagal ditahun kedua dan hanya 25% yang dapat bertahan.
Source http://www.peluangbisnis123.com/ http://www.peluangbisnis123.com/2015/06/trik-usaha-waralaba-lokal-bersaing-dengan-waralaba-asing-pada-jenis-usaha-makanan.html
Comments
Loading...