Waralaba Lollipop’s Playland & Cafe

Waralaba Lollipop’s Playland & Cafe

Lollipop’s Playland & Cafe menawarkan waralaba playland. Meski sampai sekarang dari tiga gerai yang mereka buka di Jakarta (di Senayan City, Mal Kelapa Gading, dan Gandaria City) masih dikelola oleh pemegang master franchise Lollipop. Peminatnya belum banyak karena membutuhkan investasi yang cukup besar.

Playland ini memang waralaba impor dari Selandia Baru. Di negara asalnya, Lollipop sudah beroperasi sejak 1993. Di Indonesia, gerai pertama di Senayan City baru buka pada 2008. Kalau tertarik bergabung, biaya franchise yang harus Anda keluarkan memang tidak kecil, sekitar US$ 40.000 untuk biaya konsultasi bisnis.

Selain biaya konsultasi bisnis, mitra juga akan dikenai biaya royalti senilai 5% dari omzet per bulan, plus biaya pemasaran 3% dari total omzet per bulan. Dengan biaya sebanyak itu, terwaralaba berhak memakai nama Lollipop’s Playland & Cafe serta mendapat pelatihan bisnis dan pelatihan operasional dari master franchise. Cuma, Tonie enggan memerinci lebih jauh, dengan alasan hanya akan dijelaskan kepada orang yang sudah menjadi terwaralaba mereka.

Arena bermain Lollipop memang luas, di atas 1.000 m². Bahkan, di Gandaria City, luasnya mencapai 1.900 m². Tapi, arena bermain yang luas menjadi keuntungan tersendiri karena daya tampungnya yang besar. Jumlah pengunjung Lollipop saat ini rata-rata 500 anak per hari. Di akhir pekan, jumlahnya melonjak dua kali lipat menjadi 1.000 anak.

Itu belum termasuk orangtua yang ikut masuk untuk menjaga anak-anaknya. Lollipop juga menyediakan kafe yang bisa menjadi tempat tunggu. Khusus anak, tarif yang dikenakan di hari biasa adalah Rp 85.000 per anak dan Rp 110.000 per anak di akhir pekan. Dengan harga itu, mereka bisa bermain sepuasnya.

Adapun orangtua yang ingin menjaga anaknya di area bermain mereka kenakan tiket Rp 15.000 per orang pada hari biasa dan Rp 20.000 per orang pada akhir pekan. Dari hitung-hitungan pengunjung 500 orang di hari biasa, omzet Lollipop bisa mencapai Rp 42,5 juta per hari. Sedangkan pada akhir pekan, omzet bisa mencapai Rp 110 juta per hari.

Itu belum menghitung pendapatan tiket dari orangtua dan makanan atau minuman yang mereka beli. Lantaran modal tidak kecil, balik modal di waralaba Lollipop pun tidak bisa berlangsung secepat kilat. Dalam hitungan Tonie, balik modal akan tercapai dalam 3,5 tahun.

Contoh Outlet

Info Lengkap Hubungi

Website : http://www.lollipopsplayland.com/

Source Waralaba Lollipop's Playland & Cafe Lollipop's Playland & Cafe
Comments
Loading...