Waralaba Milk Me

Waralaba Milk Me

Sedari kecil sudah tertanam dalam benak kita bahwa susu termasuk makanan bergizi. Melalui slogan empat sehat lima sempurna, susu mendapat peringkat sebagai makanan utama juga. Namun, pepatah lama tersebut ternyata belum mampu mendongkrak konsumsi susu di Indonesia.

Angka konsumsi susu di sini masih kalah jauh dibanding negara-negara lain. Di India konsumsi susu warga di negeri itu rata-rata satu gelas per hari. Sementara itu, konsumsi susu orang di sini baru segelas dalam sebulan.

Wusono Herisudewo, pemilik kedai Milk Me, merintis usahanya. Bagi Dewo, selain menunjukkan minimnya konsumsi susu di negeri ini, angka itu juga menggambarkan peluang usaha pengolahan susu masih terbuka lebar. Dengan misi ingin memasyarakatkan minuman sehat tersebut, Dewo membuka kafe susu segar, Milk Me.

Baru tujuh bulan berdiri, saat ini Milk Me sudah membuka dua cabangnya, di Jakarta dan Surabaya. Pasar kedai susu Dewo meluas hingga segala usia, dari semula kalangan remaja. Sekarang yang datang lebih banyak anak-anak dan orang tuanya.

Pasar yang meluas berujung pada kebutuhan susu segar yang besar juga. Dewo mengaku, dalam sehari kebutuhan susu segar untuk ketiga gerainya mencapai 250 liter. Tingginya kebutuhan susu itu lantaran pengunjung yang datang ke Milk Me berkisar 300 orang hingga 400 orang per hari.

Ramainya pengunjung ini membuat omzet Milk Me melesat. Dewo menuturkan, salah satu gerainya di Surabaya bisa menyetor duit hingga Rp 200 juta saban bulan. Omzet tidak jauh berbeda juga dicetak oleh gerai pertamanya yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Walau belum sampai angka tersebut.

Margin keuntungan yang didapat pun lumayan besar. Dewo bisa mengantongi untung 30% dari omzet. Milk Me menawarkan beragam minuman susu dingin dengan 22 varian rasa. Sajian ini dilengkapi dengan delapan  makanan ringan yang mengandung susu, seperti pancake hingga salad buah. Dewo sengaja membuat varian minuman demikian banyak mengingat konsep yang memang sedang diusungnya, yakni kedai susu.

Bahkan, terdorong idealisnya, dia hanya menyajikan tiga minuman alternatif yang tidak mengandung susu di Milk Me. Harga minuman berkisar Rp 9.000 hingga Rp 15.000 per gelas. Investasi yang dikeluarkan untuk membangun Milk Me mencapai Rp 500 juta. Modal itu ia alokasikan, untuk sewa tempat, renovasi, hingga menyediakan berbagai perlengkapan dan peralatan kedai, yang menempati lahan 600 m2.

Dewo mempersiapkan konsep interior yang berbeda untuk kedainya. Dia menginginkan kedai susunya punya konsep utama seperti restoran di New York. Ada sentuhan warna caribean style. Kedai Milk Me menelan investasi cukup banyak untuk memermak desain dan renovasi.

Selain itu, terkait dengan pasar yang diincar, kedai harus memiliki suasana yang nyaman, sehingga membuat pengunjung betah. Jika memang mengincar pasar keluarga, maka interior yang dipilih sebaiknya nyaman untuk keluarga, termasuk anak muda.

Selain interior yang nyaman, layaknya sebuah kedai dan tempat nongkrong, jangan lupa untuk menyediakan tempat parkir  kendaraan yang memadai. Hal tersebut terjadi mengingat pasar remaja dan keluarga, terutama di Jakarta, yang kerap membawa kendaraan saat datang ke tempat makan.

Terkait lokasi, tidak ada ketentuan untuk memilih lokasi dekat dengan peternak sapi. Karena pada dasarnya susu sendiri selama disimpan di suhu dingin masih bagus sampai seminggu. Ini berarti, tidak masalah apabila lokasi usaha mitra jauh dari tempat peternak sapi.

Namun, untuk lokasi kedai disarankan agar dekat dengan pangsa pasar yang akan dibidik. Seperti, sekolah, kampus, perkantoran atau pemukiman. Sebaiknya kedai yang mendekati pasar. Setelah kedai, alokasi biaya  terbesar kedua adalah biaya untuk suplai susu segar. Untuk memasok susu berkualitas, maka mitra harus mencari pasokan dari peternak sapi yang berkualitas. Produk berkualitas bisa dilihat dari pemberian makanan dan cara perawatan sapi oleh pemilik peternakan.

Adapun Dewo mengambil pasokan susunya dari peternak sapi di daerah Cibubur, Jawa Barat. Di daerah Cibubur masih sejuk dan asri. Dewo yakin suasana di peternakan berpengaruh terhadap perawatan sapinya juga.

Beberapa hal tersebut berpengaruh langsung pada kualitas susu yang dihasilkan. Sebagai perbandingan, Dewo melihat susu yang dihasilkan oleh sapi yang dirawat dengan baik, biasanya akan lebih kental dan gurih dari susu yang dihasilkan oleh sapi yang tidak dirawat dengan baik. Saat ini, Dewo bisa mengambil susu segar dari peternak langsung dengan harga Rp 10.000–Rp 12.000 per liter. Harga tersebut, sudah termasuk akomodasi dan transportasi.

Setelah lokasi dan pemasok susu siap, sebaiknya persiapkan faktor pendukung lainnya, seperti perasa susu. Produk ini bisa diperoleh dari pemasok yang ada di dalam negeri. Biasanya perasa tersedia dalam bentuk cair atau bubuk, produksi dalam atau luar negeri. Harganya sendiri berkisar dari Rp 200.000–Rp 250.000 per
lima kilogram.

Saat ini, Milk Me menggunakan perasa lokal dan impor dari Australia dan Amerika Serikat. Alasan Dewo, untuk beberapa rasa khusus, seperti blueberry, barang impor memang lebih enak dibandingkan dengan produk lokal. Buah blueberry banyak di luar negeri, jadi lebih enak.

Selain produk dan lokasi berkualitas, variasi makanan yang disajikan juga cukup penting untuk menarik pengunjung.  Ada baiknya mempersiapkan alternatif makanan yang tidak terlalu mengandung susu atau tidak memakai susu sama sekali agar pengunjung tidak bosan.

Selain itu, update varian rasa dalam jangka waktu tertentu pun bisa menunjang moncernya pendapatan. Maklum, anak muda sering cepat bosan. Untuk mendapatkan varian rasa yang beragam, tidak perlu membayar juru masak khusus, cukup dengan pengalaman sendiri atau belajar sendiri, seperti dilakukan oleh Dewo saat meracik sajian andalan di kedai susu mereka. Namun, karena kedai susu identik dengan kedai sehat, sebaiknya makanan pelengkap juga mengusung tema sehat. Milk Me, membuat pancake sendiri, agar segar.

Tuntutan zaman online membuat Milk Me juga aktif di media sosial Twitter dan Instagram sejak awal kelahirannya. Karena, melalui media sosial atau online, konsumen bisa melihat langsung gambaran kedai susu yang dimaksud dan menumbuhkan ketertarikan untuk berkunjung. Tak pelak, saat ini Milk Me memiliki pengelola sosial medianya untuk menginformasikan promo dan kegiatan Milk Me terbaru.

Contoh Outlet

Info Lengkap Hubungi

Alamat: MERR IIC Pandugo, Jalan Dr. Ir. H. Soekarno, Rungkut, Penjaringan Sari, Rungkut, Kota SBY, Jawa Timur 60293.
 Telepon: (031) 8783765.
Source Waralaba Milk Me Milk Me
Comments
Loading...