Waralaba Mow Burger

Waralaba Mow Burger

Tawaran kemitraan usaha burger, roti bundar berisi daging dan sayuran segar, seolah tiada henti datang. Walau pemainnya makin banyak, banyak di antara pengusaha burger meyakini potensi bisnis makanan ini masih menggiurkan.

Keyakinan itu pula yang tertanam di benak M. Ichsan. Dia mengembangkan usaha gerai burger yang dinamakan Mow Burger di Medan, Sumatra Utara. Dia membuka gerai burger milik sendiri di Medan pada Mei 2014. Pekan lalu, dia membuka satu gerai lagi. Ichsan bukan orang baru dalam menjalankan bisnis kuliner. Sebelum menjalankan Mow Burger, Ichsan membuka usaha burger bernama Burger Nasi. Karena tim manajemen tidak solid sehingga timbul banyak masalah, Ichsan menutup usaha ini sejak awal tahun 2014.

Pada awal Mei 2014 saya membuka usaha Mow Burger. Karena sudah memiliki pengalaman berbisnis kedai burger, Ichsan langsung membuka penawaran kemitraan. Karena masih baru, Mow Burger belum memiliki mitra.

Ichsan mengaku sudah ada beberapa mitra yang berada di dalam daftar tunggu. Dengan sistem yang baru, dia optimistis bisnisnya akan sukses dibandingkan dengan bisnis kuliner sebelumnya. Mow Burger, menargetkan konsumen kelas menengah. Harga jual menu kedai ini berkisar antara Rp 8.000—Rp 50.000 tiap porsi.

Jika tertarik membuka usaha burger, Ichsan menawarkan dua paket kemitraan. Pertama, model express sebesar Rp 400 juta. Fasilitas yang didapat mitra adalah pegawai, perlengakapan memasak lengkap, pelatihan karyawan, bahan baku awal burger, branding dan perlengkapan tambahan lainnya.

Paket kedua adalah paket kedai dengan investasi sebesar Rp 800 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra sama, hanya perbedaannya pada menu yang dijual. Untuk model ini, ada menu tambahan lain seperti aneka kue, menu nasi, ayam goreng, kopi dan es krim.

Biaya investasi tersebut sudah termasuk dengan biaya pengelolaan dan kontrak kerjasama selama lima tahun. Artinya, selama masa kerjasama tersebut, pemilik waralaba yang akan menjalankan operasional gerai. Nantinya, mitra akan mendapatkan pembagian keuntungan sebesar 15% dari omzet tiap bulan. Ichsan memprediksikan, hitungan di atas kertas, kedai Mow Burger bisa mengantongi omzet Rp 90 juta per bulan. Mitra bisa balik modal 29 bulan.

Konsultan bisnis dari Proverb Consulting, Erwin Halim menilai, bisnis burger masih menarik. Tapi, keuntungan bagi hasil 15% dari omzet per bulan itu kurang menarik bagi mitra. Masa balik modal juga terlalu lama. Erwin menyarankan, pemilik waralaba memberikan penawaran yang menarik dengan didukung inovasi produk yang unik agar bisnis berjalan lancar.

Info Kemitraan

Mow Burger

Jl Dr Mansyur, Medan, Sumatra Utara

HP: 082168222045

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/mencermati-tawaran-bisnis-dari-mow-burger
Comments
Loading...