Waralaba Mr Piss

Waralaba Mr Piss

Buah pisang memang banyak penggemarnya. Selain murah dan mudah didapat, pilihan menu berbahan pisang juga cukup beragam. Tak perlu heran jika gerai yang menjajakan kudapan pisang makin banyak bertebaran. Mulai dari yang berdiri sendiri, maupun yang menerapkan sistem waralaba atau kemitraan.

Eko Yulianto adalah pemilik CV Effa Indoboga, juga tengah agresif menawarkan kemitraan Mr. Piss. IUsaha pisang goreng terus bermunculan lantaran penggemar pisang memang sangat banyak. Apalagi jika pisang goreng tersebut diolah dan dikemas secara khusus sehingga punya ciri khas.

Eko juga memiliki gerai Tela-Tela mengolah pisang goreng biasa dengan menambahkan berbagai pilihan rasa. Ada sekitar 14 rasa pisang goreng yang ditawarkan di Mr Piss antara lain rasa pisang asli, blueberry, stroberi, cokelat, vanila, durian, lemon, greentea, mango, pinneaple, dan kopi. Ada pula yang bercampur rasa talas. Pisang goreng Mr Piss disajikan dengan beberapa pilihan topping yang bisa menambah selera penikmatnya. Pisang Mr Piss ditaburi keju di bagian atasnya, keju bakar atau meses, serta meses bakar. Ada juga pisang berselimut keju, kombinasi, dan masih banyak lagi.

Kreasi itu membuat tampilan pisang goreng menjadi lebih menarik. Sepintas, pisang goreng Mr Piss terlihat seperti ayam goreng fried chicken. Paduan rasa Mr.Piss, selain sangat menarik juga memanjakan lidah konsumen. Dengan modal pilihan rasa yang beragam dan pernak-pernik pisang goreng Mr Piss itu, Eko memproklamirkan semboyan “Pisang Gaul Segudang Rasa” untuk produk pisangnya. Eko juga berusaha menyuguhkan kudapan yang sehat.

Dia memasak pisang goreng itu dalam dua kali penggorengan. Cara ini akan meminimalkan kandungan minyak dalam makanan itu. Dengan pilihan beragam rasa serta cara penggorengan yang berbeda, Eko membanderol pisang Mr Piss seharga Rp 4.000 per potong.

 

Investasi mini

Sejak dibuka pada awal 2009, saat ini Mr Piss sudah memiliki tujuh mitra yang tersebar di Yogyakarta, Makassar, Palembang dan Solo. Agar bisa berinvestasi di usaha goreng pisang Mr Piss, para mitra cukup mengeluarkan biaya investasi Rp 6 juta.

Rinciannya, sebesar Rp 4 juta untuk biaya pembelian booth, perlengkapan memasak, biaya promosi, serta untuk pemasaran. Adapun yang Rp 2 juta merupakan biaya pelatihan karyawan dan kepesertaan menjadi mitra.

Rata-rata penjualan 40 pisang per hari, modal yang dibenamkan itu bisa kembali dalam waktu enam bulan. Aris, salah satu mitra Mr Piss di Solo gerainya bisa menjual 50 pisang setiap hari. Ia menempatkan booth Mr Piss di dekat kampus.

Namun, dia tak mematok keuntungan tinggi. Aris memilih menjual pisang gorengnya hanya seharga Rp 3.500 per potong. Setiap bulan omzet sebesar Rp 5,25 juta. Setelah tujuh bulan membuka gerai, modalnya baru bisa kembali.

Usaha ini mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan bisnis lainnya. Pertama, tentu saja nilai investasinya tergolong mini sehingga terjangkau untuk siapa pun. Kedua, Mr Piss mudah untuk dijalankan.

Mitra tidak perlu memproduksi bahan baku sendiri sehingga dapat meminimalisir penyusutan bahan baku. Selain itu, usaha Mr Piss mempunyai tingkat keuntungan yang sangat menggiurkan. Menjual pisang goreng pun tergolong mudah karena sudah menjadi kudapan yang akrab di masyarakat. Harganya juga terjangkau.

Eko berniat membatasi jumlah outlet yang ada. Tujuannya agar penjualan setiap gerai yang dimiliki mitra tetap terjaga. Ujungnya, para mitra bisa cepat balik modal alias break event point. Bisnis yang dijalankan ini juga tidak memungut biaya royalti.

Contoh Outlet

Mr Piss
Tambakbayan TB 3
No. 12 Depok Sleman
Yogyakarta
Telp./Fax.: 0274-485356

Source Waralaba Mr Piss Segudang pilihan rasa usaha pisang goreng
Comments
Loading...