Waralaba Nasi Bakar Keraton

Waralaba Nasi Bakar Keraton

Noor Yusuf Samapta Bhakti sudah membuka usaha Nasi Bakar Keraton sejak 2007. Setelah gerainya bertumbuh hingga menjadi 6 gerai milik sendiri, pada November 2010 ia mulai menawarkan kemitraan. Di bawah bendera CV Paramuda Agro Nusantara yang terkenal dengan peluang usaha Umbi Stick, Yusuf menawarkan kemitraan Nasi Bakar Keraton berbentuk gerobak.

Nasi Bakar Keraton mempunyai empat menu andalan, yaitu nasi bakar ayam, daging, udang, dan ikan asin. Pembeli juga dapat memesan lauknya untuk diolah dengan bumbu kare, gule, atau rendang. Yang membedakan Nasi Bakar Keraton dengan nasi bakar lainnya adalah bumbu rempah yang dicampur sebelum nasi dibakar.

Jumlah mitra Nasi Bakar Keraton saat ini sudah mencapai 12 orang. Para mitranya tersebar di Solo, Jakarta Barat, Cengkareng, Gresik, dan Sulawesi. Meskipun rata-rata usia usaha mitranya baru satu bulan, Yusuf mengklaim dalam sehari mereka mampu menjual 30 porsi nasi bakar dengan harga rata-rata Rp 7.000. Dengan penjualan itu, mitra meraih omzet sekitar Rp 6,3 juta per bulan.

Untuk menjadi mitra Nasi Bakar Keraton, mitra cukup membayar investasi awal senilai Rp 4,5 juta. Dengan modal awal yang mini ini, mitra akan mendapatkan gerai berupa gerobak dengan ukuran 1 x 1 meter, perlengkapan masak dan makan, pembungkus styrofoam, dan bumbu rempah untuk 200 porsi nasi bakar.

Nilai investasi tersebut sudah termasuk biaya pembuatan gerobak, satu seragam, pelatihan, dan akomodasi pihak manajemen selama pelatihan. Paramuda Agro Nusantara tidak mengutip biaya royalti bagi kemitraan nasi bakar ini.

Namun, mitra wajib membeli bumbu rempah dan pembungkus styrofoam Nasi Bakar Keraton. Harga bumbu rempah per kilonya Rp 60.000 yang cukup untuk 60 porsi. Sedangkan, pembungkus untuk nasi bakar, harganya Rp 650 per unit.

Selama ini biaya bahan baku menghabiskan hingga 51% dari harga produk. Besaran bahan baku ini sudah termasuk biaya pengiriman bumbu rempah dan pembungkus. Berdasarkan pengalaman mitranya, rata-rata satu gerai Nasi Bakar Keraton menghabiskan biaya Rp 400.000 untuk satu pegawai, Rp 400.000 untuk sewa tempat per bulan, dan Rp 100.000 untuk biaya operasional. Setiap bulan, mitra bisa mengantongi laba bersih hingga Rp 2,2 juta. Jadi, mitra bakal balik modal hanya dalam waktu tiga bulan.

Yusuf menyerahkan pemilihan tempat usaha kepada mitra. Tetapi, ia menyarankan para calon mitra untuk mangkal di tempat ramai dan konsumtif, seperti lokasi yang dekat dengan kampus. Indikasi konsumtifnya suatu tempat adalah banyaknya orang yang berjualan makanan baik ringan maupun berat.

Yusuf meminta calon mitra mengirimkan tiga tempat alternatif berjualan. Nantinya, manajemen pusat Nasi Bakar Keraton akan membantu memutuskan tempat yang paling pas. Miya, mitra Nasi Bakar Keraton yang berlokasi di Solo, mengatakan, setiap hari ia bisa menjual 30 porsi nasi bakar.

Miya memasang gerobak di pinggir jalan raya. Kebanyakan pelanggannya pengendara mobil yang lewat dan warga sekitar. Miya puas dengan dukungan yang diberikan manajemen Nasi Bakar Keraton, terutama soal kontrol pengembangan usaha dan pelatihan awal. Ia berencana mengambil satu paket kemitraan lagi.

Contoh Outlet

Info Kemitraan

Nasi Bakar Keraton

Jl. Arief Rahman Hakim, Keputih 2A No. 5 Sukolilo, Surabaya

Telp. 031-72750919

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/melongok-tawaran-yang-mengundang-selera-dari-nasi-bakar-1
Comments
Loading...