Waralaba Primadia Laboratorium Klinik

Waralaba Primadia Laboratorium Klinik

Medical check up adalah serangkaian wawancara dan pemeriksaan kesehatan. Medical check up bervariasi, tergantung keperluan dan permintaannya. Medical check up tujuannya untuk mendeteksi secara dini ada masalah kesehatan tersembunyi yang belum menunjukkan gejala, terutama penyakit-penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, penyakit liver dan diabetes mellitus. Selain mendeteksi dini penyakit, medical checkup juga menentukan tingkat kebugaran dan kesehatan umum.

Peluang bisnis ini dilihat oleh Didi Junaedi sebagai kesempatan dalam mengarungi dunia bisnis. Karenanya ia mendirikan Primadia Laboratorium Klinik di tahun 2000. Laboratorium klinik akan selalu dibutuhkan. Hal itu ia lihat saat masih bekerja sebagai analis di sebuah Rumah Sakit swasta di Jakarta.

Laboratorium menjadi bagian penting dari sebuah Rumah Sakit. Karena setiap pemeriksaan kesehatan pasti berawal dari laboratorium tersebut. Karenanya ia berpikir kenapa tidak dijadikan peluang usaha untuk sendiri, apalagi kesehatan juga akan selalu dibutuhkan. Saat itu ia merintis usaha ini sembari bekerja, sampai akhirnya bisa sebesar ini.

Selain itu, masyarakat kini juga lebih teredukasi untuk langsung datang ke laboratorium klinik ketimbang harus ke Rumah Sakit untuk mendapatkan hasil tes laboratorium. Kalau dulu masyarakat harus ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kesehatannya, dokter lalu memeriksa, dan pasien diwawancarai tetapi ujung-ujungnya juga membutuhkan hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengambil kesimpulan atau mendiagnosa kesehatan sang pasien. Sehingga di situlah kue besar laboratorium klinik.

Laboratorium klinik juga mampu mendatangkan keuntungan yang cukup menggiurkan. Betapa tidak, dari sebuah medical check up saja ia mampu mengantongi omset hingga Rp 20 juta. Beberapa perusahaan memberikan fasilitas bagi setiap karyawannya untuk melakukan medical checkup. Itulah yang kita lirik saat ini, bisa kita bayangkan berapa perusahaan yang ada saat ini, bahkan untuk perekrutan karyawan saja ada yang harus melalui tahap pemeriksaan kesehatan itu. Jadi peluangnya masih terbuka lebar.

Dengan melihat hal tersebut dan memiliki ambisi untuk melebarkan sayap usahanya, Didi menawarkan peluang kerjasama kemitraan atau business opportunities (BO) untuk laboratorium kliniknya di awal 2008. Hingga kini Primadia Laboratorium Klilnik mampu mendatangkan 17 mitra yang berada di Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Pekalongan, Yogyakarta, Surabaya, Pangkal Pinang hingga Samarinda.

Saat ini yang on-progress ada di Makassar, Kendari dan Lombok. Semua masih dalam tahap pencarian lokasi yang tepat dan ada juga yang sudah dalam tahap renovasi. Mudah-mudahan beberapa bulan ke depan sudah bisa opening.

Untuk menjadi Mitra Primadia Laboratorium Klinik, calon mitra cukup berinvestasi Rp 400 juta. Tentunya calon Mitra akan mendapatkan bahan kimia untuk pemeriksaan kesehatan, peralatan pemeriksaan laboratorium, seperti alat kimia darah, Hematology Analyzer, dan alat Urinalisa. Calon Mitra juga akan mendapatkan training manajemen dan pemasaran dalam menj alankan usaha di luar support yang diberikan Franchisor.

Jika ingin memiliki laboratorium klinik dengan fasilitas rekam jantung dan rontgen, Anda tinggal menambah investasi menjadi Rp 600 juta saja, maka fasilitas tersebut bisa didapatkan dalam laboratorium klinik yang mitra miliki. Tentu investasi dalam paket tersebut belum termasuk biaya sewa tempat, renovasi dan dekorasi.

Kontrak kerjasamanya berlaku selama lima tahun, dan dapat diperpanjang dengan biaya sekitar Rp 100 juta untuk lima tahun berikutnya. Selain itu, Didi juga membebankan biaya royalti sebesar 8% dari omset setiap bulannya.

Mitra dapat merasakan balik modal selama 30 bulan. Target tersebut tergantung omset yang diraih setiap mitranya. Didi menargetkan mitra mampu meraih omset Rp 35-40 juta untuk lima bulan pertama usaha. Pada bulan ke-12 naik Rp 60 juta. Primadia menargetkan di tahun berikutnya omset mitra bisa mencapai Rp100-an juta.

Mitra akan meraup keuntungan bersih hingga 40% atau Rp 35 juta. Mitra akan mengantongi keuntungan Rp 14 juta setelah dikurangi belanja produk, sewa tempat, biaya gaji karyawan. Biaya royalti sebesar 8% dan biaya operasional setiap bulannya. Omset tersebut bergantung dari lokasi yang dipilih mitra.

Didi menyarankan calon mitra untuk mencari lokasi yang sesuai dengan segmentasi yang dilirik, seperti di jalan raya utama atau dekat dengan puskesmas dan klinik kesehatan, perkantoran atau pabrik. Karena Primadia pernah mendapat order medical check up sekitar 17.000 karyawan dari perusahaan yang ada di Cikarang, dan melayani Askes di kota Padang sebanyak 280.000 orang.

Prospek laboratorium klinik tak berhenti pada masyarakat umum saja. Perusahaan, rumah sakit dan dokter praktek juga membutuhkan jasa laboratorium untuk medical check up. Untuk model pendapatan medical check up perusahaan tersebut. Primadia Laboratorium Klinik mengusung konsep jemput bola.

Primadia Laboratorium Klinik menawarkan jasa pemeriksaan kesehatan (medical check up), seperti pemeriksaan darah, urine, jantung, ultrasonografi (USG), rontgen, dan semacamnya untuk masyarakat umum, calon karyawan, calon suami-istri, calon jamaah haji hingga calon pilot atau pelaut sekalipun. Primadia adalah spesialis medical checkup layaknya laboratorium klinik pada umumnya, jadi semua pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan di sini, tentunya dengan biaya yang cukup terjangkau, berkisar Rp20-50 ribu per item pemeriksaan.

Contoh Outlet

Info Kemitraan

EMAIL ADDRESSlabprimadia@gmail.com
ADDRESS:

1.  Jl. Utan Kayu Raya No. 109B, Matraman. Jakarta Timur. Telp: 021-8591 0772 / 22805871 – (Kantor Pusat)

2.  Jl. Percetakan Negara II No. 21-22. Johar Baru. Jakarta Pusat. Telp: 021-4280 2312 – (Cabang)

FACEBOOK: Primadia Laboratorium

TWITTER: @labprimadia

Source http://probisnis.com/ http://probisnis.com/menelisik-laba-laboratorium-klinik/ http://labprimadia.blogspot.co.id/
Comments
Loading...