Waralaba Ramen Cemen

Waralaba Ramen Cemen

Menu kuliner khas negara Asia seperti Jepang memang menarik perhatian besar di kalangan masyarakat di tanah air. Salah satunya adalah ramen. Olahan mi yang diberi bumbu kecap dan memiliki tingkat kepedasan berbeda-beda ini bisa ditemukan di berbagai gerai pinggir jalan ataupun di dalam mall. Pelaku usaha ramen kini menjamur, membuat persaingan kian sengit.

Satu lagi pelaku usaha ramen adalah Mochamad Aditya Nugraha, pemilik Ramen Cemen asal Bandung, Jawa Barat. Berdiri sejak 2011, Ramen Cemen mulai menawarkan kesempatan bermitra di tahun 2015 lalu. Pada April 2015 lalu, ada 10 gerai yang beroperasi. Saat ini sudah ada sekitar 20 gerai mitra yang bergabung diantaranya di Bandung, Cilacap, Purwakarta, Cianjur, Bogor, Jakarta, Cikarang, dan lainnya.

Paket investasi yang ditawarkan masih sama, yakni senilai Rp 49 juta dan paket Rp 99 juta. Dengan modal tersebut, mitra mendapatkan fasilitas penggunaan brand selama lima tahun, peralatan dan perlengkapan usaha lengkap, pelatihan karyawan, promosi dan bahan baku awal untuk 100 porsi.

Yang membedakan hanya pembagian keuntungan (profit sharing). Kalau paket Rp 49 juta ada profit sharing 5% dari omzet tiap bulan, sedangkan paket Rp 99 juta tidak ada. Untuk karyawan dan tempat usaha wajib disediakan oleh mitra. Tiap bulannya mitra juga wajib membeli bahan baku ke pusat, mulai dari bumbu hingga bahan baku lainnya, demi menjaga kualitas.

Konsep yang diusung Ramen Cemen adalah konsep kedai. Jadi, mitra dapat memiliki tempat usaha yang tidak terlalu besar. Rata-rata omzet yang didapat oleh gerai mitra mencapai Rp 50 juta tiap bulan. Ramen Cemen menawarkan menu ramen seperti ribuyaki (iga bakar), yakitori (daging ayam bakar), torifurai (ayam bakar), torikarage (ayam goreng tepung), bratwurst (sosis), gyuniku (udang) dan masih banyak lagi. Tahun ini Ramen Cemen akan mengeluarkan dua tambahan topping baru, yakni menu dessert dan menu ramen kering tanpa kuah.

Didit mengaku kendala yang dihadapi selama ini adalah ada beberapa mitra yang terkadang tidak patuh terhadap SOP yang telah diberikan. Hal tersebut menyebabkan beberapa kualitas menu dan pelayanan terkadang jadi tidak sama dengan pusat.

Untuk masalah klasik seperti keluar-masuk karyawan, beberapa mitra diakui Didit juga mengalami kendala tersebut. Sampai saat ini pusat bisa membantu untuk menyediakan karyawan sementara hingga mitra mendapat karyawan pengganti.

Contoh Outlet

Info Kemitraan

Source Waralaba Ramen Cemen Ramen Cemen
Comments
Loading...