Waralaba Rumah Makan Padang Sederhana

Waralaba Rumah Makan Padang Sederhana

Indonesia terkenal di seluruh dunia karena keindahan alam dan ragam budaya yang berada di dalamnya. Dari berbagai jenis kebudayaan, mulai dari tarian, musik, upacara adat, dan sebagainya, beberapa tahun belakangan keragaman kuliner khas daerah-daerah di Indonesia juga mulai dilirik sebagai salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

Para wisatawan asing cenderung terkesan dengan rasa masakan di Indonesia yang tidak ada di daerah asal mereka. Beberapa masakan yang dianggap enak adalah sate, nasi goreng, bakso, dan rendang. Untuk yang terakhir ini, kita tentu tahu bahwa daerah Sumatera adalah daerah yang dianggap menghasilkan cita rasa masakan rendang yang baik.

RMPS menyediakan sistem waralaba dalam industri rumah makan padang. Mereka memiliki berbagai menu spesial seperti Soto Padang, Sate Padang, Martabak, Ayam Pop, Gule Kepala Kakap, dan berbagai macam makanan khas Padang lainnya.

Restoran ini berdiri berdasarkan pemahaman bahwa orang menginginkan makanan dengan kualitas baik yang mengkombinasikan resep spesial khas daerah, terutama daerah Padang. Resep itu kemudian dikembangkan dan disandingkan dengan kualitas yang tinggi, penuh nutrisi, dan penyajian yang higienis.

Beberapa menu yang jadi andalan:

  • Soto Padang: IDR 9,000
  • Sate Padang: IDR 9,000
  • Martabak: IDR 11,000
  • Ayam POP: IDR 8,500
  • Gulai Kepala Kakap: IDR 25,000

Restoran Sederhana Masakan Padang berawal pada tahun 1972 dari sebuah kios kecil di Pasar Bendungan Hilir Jakarta. Bapak H. Bustaman sebagai pendiri sekaligus pemilik yang telah begitu gigih dan tekun sehingga Restoran Sederhana telah menjadi salah satu restoran dengan masakan khas Padang terbesar di Indonesia dengan lebih dari seratus jaringan restoran yang tersebar diseluruh kota-kota besar di Indonesia.

Prospek bisnis waralaba restoran

Waralaba usaha restoran menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan keuntungan menarik bagi para pelakunya. Hal ini menjadi bukti beberapa pelaku usaha kuliner ini mendapat keuntungan menjajikan. Beberapa waralaba berhasil bukan hanya mampu bertahan dalam persaingan namun juga mengembangkan usahanya. Hal ini karena luasnya jaringan waralaba serta kuatnya mitra menyokong usaha tersebut.

Persaingan pasar dan kompetitor

Kuatnya persaingan pasar dan kompetitor memang menjadi tantangan usaha waralaba restoran. Keadaan ini bisa dilihat dari keuntungan yang menggiurkan membuat pelaku bisnis berkeinginan membuka usaha kuliner. Apalagi usaha kuliner terutama restoran termasuk lebih simple karena beberapa peralatan usaha bisa didapatkan secara mudah. Kemudian ditambah lagi banyak mitra yang ingin berinvestasi.

Jaringan luas; investasi relatif mahal

Waralaba usaha restoran memberikan peluang bisnis dengan cangkupan wilayah yang cukup luas. Beberapa cangkupan wilayahmemiliki segmentasi masyarakat yang beragam. Hasilnya peluang usaha terutama waralaba mampu memberikan keuntungan yan cepat karena luasnya jaringan. Hal ini bisa menjadi perhatian utama bagi para mitra yang berkeinginan menanamkan investasi ke bidang tersebut.

Hal lain dari usaha waralaba adalah investasi yang kadang lumayan mahal, hal ini karena kebanyakan usaha waralaba kuliner sudah memliki jaringan. Beberapa pelatihan yang akan diberikan memang membuat usaha kuliner mematok biaya relatif mahal. Pendapatan yang bisa dihasilkan sudah cukup untuk mengembalikan modal awal anda. Hal ini mendapat jaminan langsung dari pemilik waralaba tersebut.

Tingginya permintaan pasar

Keuntungan dari peluang bisnis kuliner ini adalah besarnya permintaan pasar dalam negeri.Masyarakat Indonesia terkenal dengan berbagai macam kuliner khas yang beragam. Hal ini kadang juga menjadi tantangan tersendiri dari usaha kuliner luar negeri yang ingin membuka usaha nya di Indonesia. Karena kebanyakan dari mereka tidak mampu melawan bisnis tradisional dalam negeri.

Walaupun omset bisnis kuliner termasuk sangat menggiurkan namun harus dilihat juga segmentasi masyarakat. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih memilih masakan lokal, hal ini membuat kebanyakan restoran kuliner lokal mampu bertahan lebih lama. Semakin modern suatu masyarakat pastilah permintaan akan semakin meluas. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha kuliner.

Mengapa waralaba RMPS menarik untuk digarap ?

Saat ini RMPS sudah tersebar di seluruh Indonesia, bahkan hingga luar negeri. Permintaan pasar juga masih tinggi, terutama untuk kalangan menengah dan menengah ke atas. Jadi prospeknya masih bagus. Sederhana Citra Mandiri adalah perusahaan yang menaungi Rumah Makan Padang Sederhana.

Bustaman merupakan orang yang berada dibalik fenomenalnya rumah makan padang satu ini, yang mengawali kariernya sebagai pedagang asongan, yang bermula pada tahun 1972 dengan membuka warung makan Padang di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta. Filosofi yang dianut di awal cikal bakal terbentuknya RM Sederhana adalah pikirkan dan kerjakan.

Satu hal yang mendorongnya untuk selalu berinovasi memperbaiki resep masakan padang di warung makan sederhananya. Filosofi yang kelihatan sederhana, namun menghasilkan karya yang luar biasa samapi saat. Ini terbukti dengan telah memiliki lebih dari 100 cabang RM Sederhana di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Menu di RM Sederhana antaralaingulai ikan, ayam pop, ayam goreng, telur balado, jengkol balado, dan lain-lain yang mengundang selera. Ada sekitar 40 jenis resep lainnya khas rasa minang yang bisa Anda nikmati di tempat ini.

Setelah kisruh dengan berbagai merek dagang yang lain dengan nama yang hampir sama, Bustaman akhirnya mematenkan nama dagang RM Sederhana pada tahun 1997, dengan merek dan logo khas Sederhana berupa gambar rumah gadang dengan tulisan SA, dan sejak itu RM Sederhana sudah bisa di Franchisekan.

Bagaimana sistem franchise ala RM Sederhana ini bekerja? Sistem Franchise berjalan dengan cara Investor yang memberikan modal, dan pihak PT. Sederhana Citra Mandiri (SCM) yang melakukan managemen. Artinya Rumah Makan Sederhana yang di franchisekan berada di bawah naungan manajemen PT. SCM. Sedangkan urusan keuangan sifatnya independen dan ada otoritas sendiri.

Termasuk dalam pembelian bahan makanan. PT. SCM menyuplai tenaga kerja seperti juru masak yang terlatih. Perhitungan pembagian hasil dengan investor ditentukan saat kontrak kerjasama di lakukan. Resep sukses RM Sederhana itu sendiri sederhana, yaitu pemilik atau pengusaha rumah makan harus bisa memasak.

Kalau pemilik bisa memasak, sekalipun juru masaknya dibajak orang, dia akan mampu mencetak juru masak baru lagi. Kedua, sukses itu kerja keras dan fokus. Tidak bisa bekerja setengah-setengah. Pengusaha rumah makan mesti mengerti mulai dari cuci piring sampai menjual. Mengerti semua seluk-beluk rumah makan dari A sampai Z, kata Bustaman (seperti dikutip dari Kompas.com beberapa waktu lalu).

Selain itu tentunya, lokasi yang strategis. Pihak PT. SCM akan mempelajari lingkungan tempat RM baru yang akan dibangun oleh calon investornya, apakah perkantoran atau perumahan. Dari mana calon konsumennya? Kalau kurang sesuai dengan perhitungan, pihak PT. SCM kemungkinan akan meninjau ulang proposal Anda.

Tidak ada bisnis besar yang dibangun tanpa cerita yang mengagumkan. Setiap bisnis bahkan tidak jarang dimulai dengan keringat dan air mata dari penggagas bisnis tersebut. Bustaman lahir dan dibesarkan di Lubuk Jantan, Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Bustaman remaja memutuskan untuk merantau ke Jambi pada 1955.

Bagi masyarakat Minang, pergi keluar dari kampung kelahirannya sudah menjadi tradisi. Di Jambi, Bustaman yang hanya lulusan kelas dua sekolah rakyat (setara SD) mengadu nasib dengan bekerja apa saja. Mulai dari bekerja di kebun karet, menjual koran, mencuci piring di sebuah rumah makan hingga menjadi pedagang asongan.

Pada 1970, Bustaman rupanya tertantang mengadu nasib di ibu kota Jakarta. Padahal, ia baru saja dua tahun menikah dengan Fatimah dan dikaruniai seorang anak. Saat itu dia ikut dengan adik iparnya di daerah Matraman, Jakarta Pusat. Pilihan saat itu adalah berdagang rokok dengan menggunakan gerobak di pinggir jalan.

Sebuah peristiwa yang melibatkan perseteruan antara etnis Minang dengan preman setempat pada 1975, membuat Bustaman terpaksa menyelamatkan diri dan keluarganya ke wilayah Pejompongan. Dia bercerita saat itu adalah saat yang berat lantaran keselamatan Suku Minang bisa terancam. Di Pejompongan, Bustaman tetap membuka warung rokok selama 24 jam dengan penghasilan harian sebesar Rp2.000. Jumlah ini relatif kecil dibandingkan dengan penghasilan harian di Matraman yang sebesar Rp8.000.

Kondisi tersebut membuat Bustaman berpikir untuk mencari penghasilan tambahan dengan berjualan makanan. Ia lalu mencari lahan pinggir jalan di daerah Bendungan Hilir. Dia menyewa lapak seluas satu kali satu meter di pinggir jalan seharga Rp3.000. Menurut pengakuannya, memang dirinya tidak bisa memasak. Namun dulu dia pernah bekerja di rumah makan, lalu dia belajar dari sana.

Di hari pertama, dagangannya hanya menghasilkan omset Rp 425 dari modal awal sebesar Rp 13.000. Modal awal itu belum termasuk beras, minyak, dan kebutuhan lain yang dia penuhi dengan cara mengutang. Sialnya, hasil dagangan itu ludes dibawa lari pembantu baru mereka.

Peristiwa itu tidak lekas membuat Bustaman putus asa. Ia tetap menjalankan usaha warung kecilnya. Satu minggu kemudian ia berkenalan dengan pedagang masakan lain asal Solok, Sumatra, yang membuka warung di Bendungan Hilir. Dia mencoba masakan dari pedagang tersebut dan merasakan rasa yang enak. Tanpa segan dia lalu memberanikan diri berkenalan dengan pemasaknya dan meminta resep masakan.

Dengan menu baru tersebut, warung kecil Bustaman semakin kedatangan banyak pelanggan. Cobaan datang kembali saat terjadi penertiban pedagang kaki lima oleh Satpol PP, gerobak dagangannya diangkut. Bustaman kemudian membuka kembali warung di lahan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Jakarta.

Menurut Bustaman, harga beli lapaknya sebesar Rp 750 per lapak. Untuk itu dia membeli dua buah lapak di lokasi yang dia inginkan. Karena satu orang hanya boleh memiliki satu lapak, maka Bustaman meminjam nama pamannya untuk membeli lapak di sebelahnya.

Warung Bustaman terus ramai didatangi pelanggan. Sedang asyik menikmati untung, cobaan datang lagi. Kali ini masalah datang dari tantenya karena masalah utang piutang. Pada awal membuka lapak baru dia memang meminjam uang sebesar Rp15.000 kepada tantenya, tetapi itu sudah lunas dibayarkan. Urusan sengketa ini bahkan melibatkan kepolisian. Dia menganggap tantenya ini ingin memiliki lapaknya karena terlihat laris.

Bustaman akhirnya mengalah melepas lapak tersebut dan membeli lapak baru tepat di seberang lapak lama. Tuhan memang Maha Adil, warung barunya tetap lebih laris dari warung tantenya. Namun cobaan tak berhenti di sana. Baru sebentar menikmati rezeki, tempat tinggalnya di Pejompongan terbakar.

Dia dan keluarganya lalu tinggal di rumah salah satu suplier bahan masakannya, salah satu rekan bisnis yang sekarang menggurita. Ia mulai menyewa kios ketika Pasar Bendungan Hilir dibangun pada 1974 dengan harga sewa Rp15.000. Kemudian tahun 1975 dia mulai membuka cabang di Roxy mas.

Kini Bustaman sudah bisa menikmat hasil jerih payahnya. Rumah Makan Padang Sederhana miliknya sudah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia hingga Malaysia, baik atas nama sendiri maupun investor melalui sistem franchise.

Contoh Outlet

Info Kemitraan

Berdiri : 1972 Industri : Padang Restaurant
Website : www.sederhana.co.id Kontak : PT. Sederhana
Telepon : 021 ?5359579 Fax : 021 ?5359579
Alamat : PT. Sederhana
Perkiraan investasi : di atas Rp1 Miliar (Rp 95 Juta Franchise Fee)

 

Source https://www.carajadikaya.com/ https://www.carajadikaya.com/peluang-bisnis-waralaba-rumah-makan-padang-sederhana/
Comments
Loading...