Waralaba Rumah Warna

Waralaba Rumah Warna

Industri fashion dan aksesoris merupakan salah satu industri yang tak akan pernah surut. Mode akan selalu berkembang tiap tahunnya, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Mode itu seringkali berkembang karena pengaruh tayangan televisi, misalnya, seorang artis atau public figure yang mempopulerkan gaya pakaian tertentu. Serial Korea yang marak di layar kaca beberapa tahun belakangan turut memengaruhi gaya berpakaian remaja-remaja di Indonesia.

Mode itu tidak akan bertahan lama, hampir tiap tahunnya pasti akan ada perubahan. Meski demikian, kadang mode itu hanya berputar saja. Celana dengan model slim, longgar, cutbray, kemudian kembali lagi ke slim. Yang membuat sedikit berbeda barangkali adalah aksesoris yang dilekatkan pada pakaian, terutama pada pakaian wanita. Melihat betapa menariknya menceburkan diri dalam bisnis fashion ini.

Rumah Warna adalah perusahaan yang termasuk dalam industri fashion dan kerajinan. Mereka menitik beratkan target pasarnya pada kalangan remaja yang memang dianggap konsumtif terhadap kebutuhan mereka akan fashion. Produk utama yang ditawarkan oleh perusahan ini adalah tas, dompet, softcase, frame, dan berbagai aksesoris lain yang dibutuhkan oleh sebagian besar remaja untuk pergaulan.

Bisnis ini dirintis oleh Nanang. Pada awalnya dia membuat bingkai skala kecil di kediamannya dengan modal sebesar Rp 50 ribu. Modal tersebut sangat kecil bila dibandingkan dengan omzet bisnisnya yang sekarang. Sejak awal Nanang sudah melihat potensi pasar ABG akan bisa mengantarnya menjadi bisnis sukses. Maka mulailah Nanang berkonsentrasi pada Rumah Warna pada awal 2000an. Masih dengan mengusung tema ABG Nanang memproduksi tas, dompet scrapbook, bingkai sampai sprei dan bedcover dengan warna-warni cerah.

Nanang berorientasi pada produk dengan bahan baku buatan dalam negeri. Dengan begitu Nanang bisa memasang harga yang murah untuk produknya. Pasalnya pasar Rumah Warna adalah ABG yang rata-rata kantongnya pas-pasan hanya dari uang saku orang tua. Memakai bahan baku impor akan membuat harga jual terpaksa tinggi sehingga tidak terjangkau oleh target pasar. Nanang yakin sepenuhnya produk dalam negeri tak kalah berkualitas dengan produk luar, asal pandai mengolahnya.

Nanang dengan usaha Rumah Warna, dalam satu dekade saja. Rumah Warna sudah masuk dalam jajaran bisnis sukses di Jogjakarta. Kini Jogja tak lagi hanya identic dengan batik dan kerajinan, tapi juga produk inovasi kawula muda macam Rumah Warna. Salah satu senjata Rumah Warna dalam pemasaran adalah melalui berbagai pameran. Di kota Jogja pameran industri craft memang tidak pernah berhenti, datang silih berganti. Kesempatan ini terus menjadi pilihan Nanang dalam masa perkenalan produk.

Omzet Rumah Warna saat ini sudah mencapai 4 milyar perbulan. Dengan 2 pabrik di Kutoarjo dan Bantul dengan produksi normal harian mencapai 35 ribu per bulan. Rumah Warna juga sudah memiliki 70 outlet di penjuru Indonesia. Rumah Warna sempat membuka outlet di Jepang dan Prancis. Nanang kurang mempersiapkan diri dengan pembukaan pasar tersebut, permintaan disana justru terlalu tinggi dan tak sanggup dipenuhi oleh pabrik yang ada.

Hingga sekarang, Nanang masih mengutamakan konsep produksi padat karya alias handmade. Akibatnya cukup sulit bagi Nanang mengungkit kecepatan produksi. Tapi justru inilah yang menjadi salah satu nilai jual produk Rumah Warna, orisinalitas dari handmadenya. Rencananya Nanang akan membuka lagi pabrik untuk kemudian kembali mencoba membuka pasar baru di luar negeri. Merintis bisnis sukses dari tahap yang paling sederhana dan murah, hingga perlahan mengejar pengembangan hingga 500 cabang seluruh Indonesia dan membuka pasar Internasional.

Keuntungan Rumah Warna

  • Berpengalaman lebih dari 13 tahun
  • Brand sudah terkenal ,70 gerai di indonesia
  • Produk asli Indonesia
  • konsep bisnis yang terbukti profitable
  • segmen market yang besar di indonesia
  • Promo Endorsemen artis nasional
  • Tanpa franchise fee dan royalty fee
  • margin keuntungan kotor besar=50%
  • Training SOP ,pendampingan free
  • Bisa memilih aktif atau pasif
  • produk yang berkualitas dan marketable
  • Bisa dibuka dimana saja
  • Didukung sistem pemasaran

Rumah Warna memiliki dua konsep toko yang biasa untuk diwaralabakan. Kedua konsep ini berbeda, sesuai dengan tempat yang hendak dipilih oleh franchisor. Kedua konsep ini adalah Island Rumahwarna dan Outlet Rumahwarna.

Perbedaan pada kedua konsep ini

Island Rumahwarna

Konsep Island Rumahwarna adalah produk paket usaha berlisensi Rumahwarna yang menggunakan ruang di Mall yang terletak ditengah koridor atau sering disebut Island. Konsep ini menggunakan konsep display terbuka.

Konsumen bisa langsung berinteraksi dengan frontliner dan bisa langsung memilih produk Rumahwarna. Standar Pelayanan Frontliner dan display Rumahwarna island terbukti baik dan member hasil yang baik dan memuaskan. Luas island Rumahwarna rata-rata sampai dengan 9m2.

Beberapa Island Rumahwarna yang tersebar di Indonesia adalah ; PTC Mall Palembang, Central Plaza Bandar Lampung, Ciputra Serayak Pekanbaru, ITC Depok, Grage Cirebon, BIP Bandung, Jatinangor Town Square, Ambarukmo Plaza Jogja, KETOS, Mall Kediri, Royal Plaza Surabaya, MATOS & MOG di Malang, dan BATOS di Batu.

Outlet Rumahwarna

Konsep outlet Rumahwarna adalah produk paket usalha berlisensi Rumahwarna dengan ruang berkonsep gallery, luas dan nyaman. Konsep yang tertata dan menarik, sangat Girly, bernuansa kreatif dan penuh warna. Untuk mendirikan outlet Rumahwarna ini minimal memiliki ukuran 24 m2 yang berada di ruas jalan strategis.

Kota-kota yang sudah ada Outlet Rumahwarna antara lain ; Aceh, Bali, Banjarbaru, Banjarmasin, Bojonegoro, Cilacap, Jogja, Jember, Gresik, Jepara, Jombang, Karangkobar, Kebumen, Karangkobar, Kudus, Lombok, Kediri, Kudus, Madiun, Magelang, Pamengkasan, Pamulang, Purwokerto, Purbalingga, Renon, Salatiga, Sampangan, Solo, Sumenep, Tasikmalaya, Temanggung, Tegal, Tembalang, Tlogosari, Tuban, Wangon, Wonosobo, Mojokerto, Cirebon, Pemalang, Sidoarjo.

Paket Kemitraan

Type Booth

Perkiraan investasi total: Rp 80 juta, dengan rincian Rp 50 juta untuk investasi barang dan Rp 30 juta untuk pembelian interior. Besaran pemasukan per bulan diperkirakan hingga mencapai Rp 40 juta.

  • Harga pokok 50% : Rp.20.000.000
  • Profit kotor : Rp.20.000.000
  • Pengeluaran sewa tempat : Rp.4.000.000
  • Pengeluaran Gaji SPG : Rp.4.000.000
  • Pengeluaran Operasional : Rp.1.000.000
  • Total pengeluaran: 9.000.000
  • Net profit : Rp.11.000.000

Pengeluaran store 100% investor periode balik modal 7,2 bulan. Harga berlaku pulau Jawa, luar Pula Jawa menyesuaikan.

Type store

Perkiraan investasi total Rp 150 juta, dengan rincian Rp 100 juta untuk investasi barang dan Rp 50 juta untuk pembelian interior. Besaran pemasukan per bulan diperkirakan hingga mencapai Rp 60 juta.

  • Harga pokok 50% : Rp.30.000.000
  • Profit kotor Rp.30.000.000
  • Pengeluaran sewa tempat Rp.2.000.000
  • Pengeluaran gaji SPG. Rp.4.000.000
  • Pengeluaran operasional. Rp.2.000.000
  • Total pengeluaran : 8.000.000
  • Net profit : Rp.22.000.000

Pengeluaran store 100% investor periode balik modal 6,8 bulan

Contoh Outlet

Info Kemitraan

 

Berdiri : 2002 Industri : Fashion & Kerajinan
Website: http://www.rumahwarna.co.id Kontak : Fajrin
Telepon : 085643030098 Fax : 0274-884816
E-mail : fajrin50@gmail.com
Alamat : Jl. kemuning 17 sawit sari condong catur, Yogyakarta
Perkiraan investasi : Rp. 50.000.000 dan Rp. 150.000.000

 

Source https://www.carajadikaya.com/ https://www.carajadikaya.com/peluang-bisnis-waralaba-rumah-warna/
Comments
Loading...