Waralaba Sanggar Kreativitas Bona

Waralaba Sanggar Kreativitas Bona

Persaingan bisnis playgroup kian sengit. Pemain lama yang mewaralabakan kelompok bermain memang tetap bertahan, tapi pertumbuhan jumlah mitra lambat. Bahkan, ada usaha playgroup milik terwaralaba yang kini tutup.

Orang tua mana yang tak ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak sedari dini, terutama di tengah kesibukan mereka berkerja. Itu sebabnya, bisnis kelompok bermain atawa playgroup laris manis, khususnya di kota-kota besar semacam Jakarta.

Tak heran, jumlah playgroup menjamur bahkan muncul pemain baru yang makin memperketat persaingan. Saat ini bisnis playgroup sangat menarik karena semakin banyak orang tua yang menaruh perhatian akan pendidikan anaknya sejak usia dini.

Di tengah persaingan playgroup yang semakin ketat, orang tua sudah barang tentu akan memilih yang terbaik buat buah hatinya. Begitu pula dengan yang ingin menjajal bisnis pendidikan khusus anak di bawah lima tahun ini lewat cara instan, yakni waralaba. Sudah pasti bakal sangat selektif dalam memilih playgroup yang menawarkan waralaba sekolah untuk si kecil itu.

Kelompok bermain Sanggar Kreativitas Bona (SKB) termasuk pemain lama dalam bisnis playgroup. SKB yang lahir sejak tahun 1985 ini mulai menawarkan sekolah untuk si buyung dan upik itu pada 2002. Sepanjang perjalanan dari 2002 hingga 2007, SKB berkembang menjadi 13 cabang milik mitra.

Namun, tiga tahun terakhir jumlahnya justru menyusut dan kini tinggal tujuh cabang yang masih buka. Cuma, penyusutan jumlah cabang itu bukan karena gulung tikar alias bangkrut. Mereka mampu membuat brand sendiri sehingga memilih tak lagi menjadi mitra SKB.

SKB yang masih berdiri tersebar di beberapa wilayah Jabotabek, yakni Bintaro, Ciledug, Gading Serpong, Rawamangun, Mal Citraland, Depok, dan Cibubur. Playgroup yang sebelumnya bernama Sanggar Kreativitas Bobo ini tetap mempertahankan keunikan dan ciri khas sekolah yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. Ini supaya anak tidak bingung, dan tentunya anak akan lebih mudah berkomunikasi dengan bahasa ibu mereka.

SKB membagi kelas menjadi dua. Kelompok Cimut untuk anak dua tahun hingga empat tahun yang memberi pelajaran dasar sebelum sekolah. Seperti mengenal huruf, angka, binatang, buah, melukis, balet, dan tambahan pendidikan bahasa Inggris, dengan waktu 90 menit selama satu hingga dua kali pertemuan sepekan.

Adapun, untuk usia 5 tahun hingga 12 tahun masuk kelompok Upik. SKB memfokuskan pada ketrampilan, semisal menari tradisional, balet, sampai melukis. Waktu bermain 60 menit, satu atau dua kali pertemuan dalam sepekan. Satu kelas berisi 15 anak.

SKB memungut uang sekolah per bulan sebesar Rp 275.000 hingga Rp 315.000 per anak. Sementara, uang pangkalnya sebesar Rp 2,75 juta. Kini, SKB menawarkan waralaba dengan nilai investasi awal sekitar Rp 300 juta untuk lokasi di perumahan dan Rp 400 juta di mal. Biaya waralaba atau franchise fee sebesar Rp 50 juta. Setiap tahun kenaikan investasi awal bisa 15% sampai 20%.

Tahun ini, banyak calon investor yang sudah mengajukan diri berkongsi dari luar Jabodetabek, seperti Bandung dan Surabaya. Tetapi, belum ada yang deal. Hanya, untuk sukses dalam usaha playgroup, terwaralaba harus punya niat untuk mendidik, bukan bisnis belaka.

Lokasi SKB mesti di perumahan atau pusat perbelanjaan dan tentunya di kota besar. Tingkat pengembalian modal investasi sekitar satu hingga dua tahun. Jika manajemen bagus, muridnya banyak, serta menjaga nama dan imaji SKB, usahanya pasti berkembang.

Info Lebih Lanjut Hubungi

(021) 47861010

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/bisnis-bermain-bersama-anak-menarik-tapi-untuk-jangka-panjang-1 https://www.facebook.com/pages/Sanggar-Kreativitas-Bona/175861295782755?rf=247946108561314
Comments
Loading...