Waralaba Sinotif

Waralaba Sinotif

Pelajaran eksakta seperti matematika, kimia, dan fisika masih jadi momok bagi sebagian siswa. Orang tua banyak yang tidak menguasai pelajaran ini. Padahal, di sisi lain, banyak orang masih menganggap siswa yang mendapat nilai bagus dalam bidang pelajaran ini lebih gampang berburu sekolah di jenjang yang lebih tinggi maupun mencari pekerjaan di masa depan.

Demi membantu buah hati menguasai pelajaran-pelajaran ini, para orang tua rela memanggil guru privat atau mendaftarkan anaknya ke lembaga bimbingan belajar (bimbel). Paling tidak ada 30 anak per bulan yang mendaftar ke bimbel Sinotif. Masa-masa memasuki tahun ajaran baru, bisa 60 siswa mendaftar di setiap gerai.

Sejak berdiri pada tahun 1997 Sinotif mengkhususkan diri pada bimbel pelajaran eksakta. Pelajaran lain bisa hafalan, sedangkan eksakta butuh pemahaman. Melihat peluang ini, sejak 2009 lalu Sinotif menawarkan kerja sama waralaba. Hasilnya, saat ini jaringan Sinotif sudah berkembang menjadi 21 cabang dari semula hanya tujuh cabang (1997). Cabang terbaru Sinotif baru buka pada Maret lalu di Tanjung Duren, Jakarta.

Keuntungan yang Jenny dapat dari usaha ini sekitar 20% hingga 30% dari omzet. Karena itu, berdasarkan pengalaman dia, rata-rata modal setiap cabang bisa balik dalam tempo dua tahun. Pasar yang disasar oleh bimbel spesialis seperti Sinotif kalangan menengah atas. Tarif yang dipasang cukup tinggi. Sinotif membanderol tarif per siswa per tahun Rp 6 juta untuk siswa SD, Rp 8 juta untuk siswa SMP, dan Rp 10 juta bagi siswa SMA per tahun.

Jenny menambahkan, untuk meminimalkan risiko, biaya bimbel selama setahun harus dibayarkan sekaligus di depan. Ini strategi untuk menghindari kerugian, bila dalam sebulan tidak ada siswa baru yang mendaftar. Dengan begini, mitra tetap bisa menutupi kekurangan perusahaan.

Tarif yang dikenakan pada siswa terbilang mahal karena penyelenggaraan pelajaran menggunakan sistem semi-privat. Setiap kelas hanya diisi sedikit siswa dengan satu guru yang sama. Tujuan metode ini supaya guru bisa mengikuti perkembangan siswa dan bisa memberikan laporan kepada orang tua mengenai perkembangan anak. Oleh sebab itu, siswa juga diberi garansi, apabila selama mengikuti bimbel dan hasil ujian kurang dari 80%, uang bimbel akan dikembalikan.

Untuk menjadi terwaralaba Sinotif, modal yang harus disiapkan cukup besar, yakni sekitar Rp 1,2 miliar. Investasi tersebut antara lain digunakan untuk belanja peralatan bimbel Rp 235 juta, belanja perlengkapan dan kebutuhan renovasi gerai Rp 600 juta, franchise fee untuk 5 tahun Rp 350 juta, dan untuk biaya izin usaha Rp 15 juta. Modal investasi ini tidak mutlak karena menyesuaikan luas lokasi usaha.

Selain memiliki modal, mitra juga harus sudah menyiapkan lokasi usaha yang dekat dengan sekolah dan perumahan. Luas minimal 400 meter persegi. Untuk bergabung dengan Sinotif tidak harus memiliki pengalaman mengajar. Yang terpenting mitra harus memiliki latar belakang bisnis.

Sebab sebagai terwaralaba, tugas mitra hanya fokus pada pengembangan bisnis. Urusan mengajar diserahkan kepada guru. Mitra juga tak perlu repot mencari guru, sebab Sinotif yang akan merekrut dan menguji para pengajar tersebut.

Dalam sebulan, pengeluaran usaha ini antara lain meliputi management fee Rp 4,5 juta, biaya manajemen variabel 10% dari omzet, listrik, air, dan telepon sekitar 4 juta, gaji 10 pegawai Rp 30 juta, biaya perawatan bimbel Rp 5 juta, pajak reklame sekitar Rp 1,5 juta, sewa lokasi usaha Rp 21 juta per bulan, dan biaya promosi Rp 10 juta. Selain melalui brosur, Sinotif juga rutin mengadakan pameran di pusat perbelanjaan.

Karena menjangkau kalangan atas, lokasi pusat perbelanjaan sangat tepat untuk berpromosi. Dengan jumlah 30 siswa dengan biaya Rp 6 juta maka omzet per bulan bisa mencapai Rp 180 juta. Dengan total pengeluaran Rp 94 juta per bulan, maka keuntungan yang didapat Rp 86 juta per bulan.

Contoh Outlet

Info Kemitraan

Alamat Pusat :

Ruko Danau Sunter Mas, Jl. Sunter Jaya 1 No. D3 dan D5 Sunter – Jakarta Utara

Telp. (021) 2265 2392

Website. http://www.sinotif.com/

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/rezeki-datang-dari-siswa-yang-tertarik-eksakta
Comments
Loading...