Waralaba Soto Mbok Roes

Waralaba Soto Mbok Roes

Soto merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang telah memiliki banyak penggemar. Menu sarat bumbu yang biasanya disajikan hangat ini bisa dinikmati oleh semua usia. Sehingga tidak heran banyak usaha soto bertebaran di berbagai tempat, mulai skala kaki lima hingga kelas restoran.

Sebagian besar perkembangan usaha mereka cukup positif, terlihat dari penambahan gerai yang cukup signifikan. Namun, terkadang pusat terkendala pada komitmen berbisnis dari para mitra usaha yang naik turun.

Pelaku usaha soto lain adalah Soto Bening Boyolali Mbok Roes. Usaha soto yang mulai berdiri sejak tahun 1999 ini masih bertahan meski ada mitra yang datang dan pergi. Soto Bening Boyolali Mbok Roes atau lebih dikenal Soto Mbok Roes mulai menawarkan kemitraan pada tahun 2013 lalu. Pada Mei 2014, gerai Soto Mbok Roes masih berjumlah empat gerai. Lokasinya tersebar di beberapa daerah, misalnya di Salatiga, Semarang, Sumedang, dan Boyolali.

Akhir tahun 2014, mitra bertambah menjadi tujuh gerai dari Bandung dan Sidoarjo. Sekarang ini, mitranya kembali lagi menjadi empat gerai, karena gerai milik mitra di Semarang dan Sumedang akhirnya tutup. Adianto Nugroho, pemilik Soto Mbok Roes menyampaikan, hal ini disebabkan mitra tersebut sudah tidak tertarik meneruskan kerjasama dan mulai sibuk dengan bisnis lain.

Oleh sebab itu setelah kontrak tiga tahun habis, mereka tidak mau memperpanjang lagi. Adianto bilang, ada juga mitra yang mulai tidak membeli bahan baku di pusat dan membuat soto dengan resep sendiri, sehingga standar kualitas rasa tidak sama.

Beberapa gerai yang tutup bukan karena penjualan yang sepi atau kualitas rasa soto yang menurun. Rata-rata tiap gerai masih mampu menjual hingga 70 porsi soto dalam sehari dengan omzet mencapai Rp 1,2 juta per hari. Nilai ini meningkat dari sebelumnya yang hanya Rp 800.000 atau Rp 900.000 per  hari.

Sejak awal menawarkan kemitraan sampai saat ini, Adianto masih menetapkan nilai investasi yang sama, yaitu paket senilai Rp 50 juta dan paket Rp 100 juta untuk mitra di luar Jawa. Fasilitas yang didapat mitra seperti gerobak, peralatan masak lengkap, pelatihan usaha, kerjasama promosi, serta bahan baku awal untuk dua hari. Jangka waktu kerjasamanya pun masih sama, yakni untuk masa kontrak tiga tahun.

Sementara harga jual menu meningkat dari Rp 7.000 per porsi menjadi Rp 9.000 per porsi. Hal ini disebabkan karena kenaikan bahan baku  seperti daging ayam dan cabai. Dua bahan utama tersebut yaitu ayam dan cabai menyumbang biaya produksi paling besar, makanya jangan heran kalau harganya saya naikkan sedikit.

Untuk mempertahankan konsumen, Adianto tidak mau menaikkan harga langsung secara drastis. Hanya saja, ia mengakali dengan mengurangi sedikit porsinya. Sebab, jika harga terlalu melonjak per porsi, tentunya hal ini akan membuat pelanggan protes. Jika harga ayam dan cabai sudah turun, porsi normal tentu akan dikembalikan.

Selain itu, mencari tempat usaha yang strategis merupakan kendala cukup rumit. Dia menyarankan, calon mitra untuk mencari tempat usaha di pinggir jalan yang dua arah sehingga akses lebih luas. Dalam waktu dekat, Soto Mbok Roes akan membuka cabang lagi di Jakarta. Hingga penghujung tahun ini, ia berharap akan ada penambahan gerai hingga menjadi 10 gerai.

Contoh Outlet

Info Kemitraan

Alamat: Jalan Patimura, Salatiga, Sidorejo, Salatiga, Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah 50711
Telepon: 0858-7864-6540
Source Waralaba Soto Mbok Roes Soto Mbok Roes
Comments
Loading...