Waralaba Sugar and Ice

Waralaba Sugar and Ice

Es krim bukan hanya digemari oleh anak-anak saja, tetapi juga oleh orang dewasa. Wajar saja kalau kudapan berbahan baku susu ini cocok dinikmati sebagai hidangan penutup setelah makan alias dessert atau sekadar sebagai camilan menyegarkan di kala matahari sedang terik.

Banyak gerai es krim terus bermunculan dengan menawarkan kekhasan masing-masing. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menawarkan kemitraan. Salah satunya adalah Sugar and Ice dari Jakarta. Usaha ini dirintis oleh Mariska Burhan sejak tahun 2008.

Es krim yang ditawarkan adalah es krim potong yang disajikan di dalam sepotong roti. Ada 13 varian rasa yang ditawarkan, di antaranya cokelat, kopi, alpukat, jumpy redbeen, blueberry dan frosty. Awalnya Mariska hanya memproduksi kue dengan mengusung merek Sugar and Cake.

Namun sejak dua tahun yang lalu dia mendiversifikasi usahanya dengan tambahan produk es krim dan mulai menawarkan kemitraan usaha dan peluang menjadi distributor. Sugar and Ice sudah memiliki sembilan gerai yang tersebar di Jakarta. Dua di antaranya milik pusat dan sisanya kepunyaan mitra. Selain itu juga sudah ada empat distributor.

Mariska menawarkan paket investasi senilai Rp 120 juta untuk masa kontrak dua tahun. Dengan biaya tersebut mitra sudah mendapatkan peralatan lengkap seperti etalase, freezer, meja, kursi, banner, pelatihan karyawan selama satu bulan, dan bahan baku awal. Sugar and Ice tidak hanya menjual es krim tapi juga menyajikan kue mangkuk atau cupcake, kopi yang dipadu dengan es krim dan popcone.

Sedangkan untuk menjadi distributor atau reseller, mitra cukup mengambil 70 kotak es krim. Satu kotak atau berisi 10 potong es komplit dengan roti dijual seharga Rp 60.000 per kotak. Sementara satu potong es krim bisa dijual secara eceran dengan harga Rp 15.000.

Harga es krim potong ini dijual berkisar Rp 15.000−Rp 20.000 per potong. Adapun cupcake dijual seharga Rp 15.000 per buah dan minuman lainnya dijual berkisar Rp 20.000 per porsi. Mariska mengestimasi, mitra bisa meraup omzet Rp 30 juta−Rp 50 juta per bulan.

Dengan laba bersih 20%−30% per bulan, balik modal sekitar 14 bulan. Tidak ada biaya royalti dalam kerjasama ini. Mitra hanya wajib membeli bahan baku dari pusat. Dia mengklaim, rasa es krim yang ditawarakan lebih nikmat dan bahan baku es krim serta roti mereka buat sendiri tanpa pengawet.

Amir Karamoy, pengamat waralaba menilai, peluang pasar es krim masih cukup besar. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah persaingan usaha, tidak hanya dari lokal, tapi juga merek-merek luar negeri banyak bermunculan. Oleh sebab itu mitra harus memperhatikan strategi promosi usaha.

Info Kemitraan

Sugar and Ice

Jl Joglo Raya No 10A, Jakarta Barat

HP: 08118178770

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ https://peluangusaha.kontan.co.id/news/laba-es-krim-potong-masih-mak-nyess
Comments
Loading...