Waralaba Superindo Express

Waralaba Superindo Express

Geliat bisnis ritel kerap naik turun selama setahun terakhir. Bisnis minimarket terus berkembang. Kondisi tersebut dapat dilihat dari jumlah minimarket yang terus bertambah. Bahkan, kini, minimarket telah merambah sampai pedesaan.

Melihat besarnya pasar bisnis minimarket, Superindo Express di bawah naungan PT Lion Super Indo menggarap peluang kemitraan sejak 2016 lalu. Kini, Superindo Express sudah memiliki 5 gerai di sekitar Tangerang, Bekasi dan Depok.

Awalnya, manjemen pakai brand Lion Express. Mulai tahun ini, manajemen rebranding jadi Superindo Express. Karena selama ini sering dikira sama dengan brand Lion Air. Paket investasinya  sebesar Rp 2 miliar. Mitra bakal mendapat fasilitas kerjasama sama franchise selama 5 tahun, instalasi rak dan peralatan usaha lengkap, list plang, standar operasional, desain, layout, pelatihan karyawan, sistem kasir dan pemesanan produk serta stok produk awal.

Luas ruang minimal 500 m². Superindo Express memiliki fasilitas yang sama dengan Superindo reguler. Hanya saja, kapasitas fasilitasnya lebih kecil. Tetap ada daging segar, ikan, juga makanan goreng siap saji. Ada 500-2.500 item produk di gerai minimarket mitra. Di samping itu, mitra bisa memesan langsung pasokan produk lewat sistem pemesanan online yang dipinjamkan oleh Superindo selama masa kerjasama. Satu gerai Super Express minimal punya 20 karyawan.

Target perolehan satu gerai Rp 1 miliar per bulan. Eric juga mengatakan jika semua operasional Superindo Express dikelola oleh pihak Superindo. Mulai dari suplai  barang, pengelolaan keuangan sampai karyawan. Jadi ini sistemnya franchise pasif, mitra tinggal duduk manis dan terima hasil. Semua manajemen yang kelola.

Karyawan manajemen rekrut dan kelola. Mitra tinggal memantau bisnis lewat sistem yang kami buat. Pihak pusat menarik royalti tiap bulan. Biaya royalti tersebut berlaku bertahap, yakni dikenakan jika mitra sudah mencapai omzet Rp 1,4 miliar per bulan. Omzet Rp 1,4 miliar-Rp 1,6 miliar, biaya royaltinya sebesar 1%.

Adapun omzet Rp 1,6 miliar sampai Rp 1,8 miliar biaya royaltinya 2%.  Omzet lebih dari Rp 1,8 miliar sebesar 3%. Mitra tinggal terima laba bersih dengan besaran  3% – 4% dari omzet. Dengan perkiraan tersebut mitra bisa mencapai balik modal pada tahun ke-5.

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali), Levita supit menilai bisnis minimarket masih berkembang. Melihat pola konsumsi masyarakat yang cenderung memilih pergi ke minimarket terdekat untuk berbelanja, bisnis ini masih punya peluang, pasarnya masih luas.

Selain lokasi usaha yang tepat, bisnis minimarket sangat bergantung pada pasokan produk. Pasokan produk harus berjalan lancar agar bisnisnya juga ikut lancar. Terutama produk yang menjadi incaran kebutuhan masyarakat harus dipastikan selalu tersedia.

Info Kemitraan

PT Lion Super Indo

Menara Bidakara 2 lantai 19, Jl Gatot Subroto Kav 71-73 Jakarta

Telp: 08558850717

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/jajaki-peluang-gerai-superindo-express
Comments
Loading...