Waralaba Takoo!

Waralaba Takoo!

Meski baru berusia 18 tahun, Wahyu Putra sudah berani membuka usaha takoyaki di Bogor, November 2010 silam. Maraknya makanan luar negeri yang masuk ke Indonesia membuatnya tertarik masuk ke bisnis kuliner.

Pilihannya jatuh pada takoyaki lantaran makanan ini paling digandrungi di Jepang. Lantas, ia pun belajar memasak takoyaki. Wahyu mencari referensi dari internet. Ia juga kerap mendatangi pameran makanan Jepang di Indonesia.

Pada Februari 2011, Wahyu mulai menawarkan kemitraan Takoo!. Ia mematok biaya investasi sebesar Rp 9 juta yang berlaku hingga tiga tahun. Sebagai gantinya, mitra akan mendapatkan booth, alat masak, serta bahan baku untuk 200 porsi takoyaki.

Wahyu mematok harga satu porsi takoyaki berisi empat bola-bola Rp 6.000. Ia menyajikan enam pilihan rasa, yakni gurita, gurita pedas, sapi, keju, udang dan telur. Ia memprediksi mitra bisa jual 70 porsi per hari. Dengan rata-rata omzet Rp 10 juta per bulan dengan harga pokok penjualan maksimal 50% dari omzet, Wahyu menghitung, mitra bisa meraup untung Rp 4 juta sebulan. Balik modal pun dapat tercapai dalam tiga bulan.

Kalau di bulan pertama dan kedua masih tahap pengenalan, balik modal bisa bisa 5 bulan. Ia mengutip royalty fee 5% dari omzet. Tahun ini, Wahyu memasang target menjaring 20 mitra baru di Pulau Jawa. Tahun 2012, saya akan mencari mitra di luar Pulau Jawa.

Source Waralaba Takoo! Takoo!
Comments
Loading...